Advertisement
Source : canva.com/@oduaimages

Contoh Program Tahunan dan Program Semester SD SMP SMA/SMK Kurikulum Merdeka

Menyusun prota dan prosem dapat membantu merencanakan pembelajaran periode satu tahun dan semester dengan efektif serta efisien. Simak contoh prota dan prosem dalam kurikulum merdeka di sini!

7 November 2024 Citra

Bagaimana Cara Menyusun Prota dan Prosem?

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti dalam menyusun prota dan prosem.

  1. Identifikasi strategi pembelajaran yang cocok dengan materi serta tujuan pembelajaran
  2. Tentukan metode penilaian yang akan diterapkan guna mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
  3. Integrasikan sumber belajar yang terkait dengan materi pembelajaran.
  4. Sesuaikan dan perbaiki prota dan prosem berdasarkan feedback serta evaluasi dari hasil pembelajaran sebelumnya.
  5. Susun jadwal atau waktu pelaksanaan pembelajaran dengan memperhatikan alokasi waktu untuk setiap topik.
  6. Untuk sekolah yang memberlakukan kurikulum merdeka maka guru wajib menyusun rencana pembelajaran yang fokus pada pembelajaran yang aktif, kreatif serta kolaboratif.
  7. Pantau serta evaluasi secara rutin implementasi dari program tahunan dan semester.
  8. Lakukan refleksi serta penyesuaian guna menambah efektivitas serta efisiensi kegiatan pembelajaran.

Ingat bahwa prota dan prosem tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan keduanya adalah dokumen pembelajaran yang terintegrasi serta saling melengkapi.

Cara Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Wordwall Mudah dan Cepat beserta Contohnya, Guru Wajib Tahu Ini!

Istilah dalam Kurikulum Merdeka

Dalam menyusun prota dan prosem terdapat beberapa istilah kurikulum merdeka yang harus kamu pahami supaya tidak salah menerapkannya dalam menyusun dua dokumen pembelajaran tersebut.

Istilah-istilah yang harus kamu pahami dari kurikulum merdeka yang berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya antara lain:

  1. Program tahunan (prota)
  2. Promes menjadi prosem (program semester)
  3. Istilah silabus diganti menjadi ATP (alur tujuan pembelajaran)
  4. KI (kompetensi isi) digantikan dengan istilah CP (capaian pembelajaran)
  5. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) digantikan dengan modul ajar.
  6. Istilah KD (kompetensi dasar) pada kurikulum sebelumnya diganti dengan istilah baru TP (tujuan pembelajaran)
  7. KKM (kriteria ketuntasan minimal) di kurikulum sebelumnya digantikan dengan istilah KKTP (kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran).
  8. IPK (indeks prestasi kumulatif) digantikan dengan istilah IKTP (indikator ketercapaian tujuan pembelajaran).
  9. Penilaian harian (PH) digantikan dengan sumatif.
  10. Penilaian tengah semester (PTS) digantikan dengan istilah baru yaitu STS (sumatif tengah semester).
  11. PAS (penilaian akhir semester) digantikan dengan SAS (sumatif akhir semester).
  12. Indikator soal diganti dengan indikator asesmen
  13. Penilaian teman sejawat digantikan dengan formatif.
  14. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) digantikan dengan kurikulum operasi satuan pendidikan (KOSP).

Halaman:

Advertisement