4 Contoh Puisi Berantai 2, 3, 4, 5 Orang yang Menarik dan Seru
Bingung mencari contoh puisi berantai yang menarik dan seru untuk beberapa orang? Yuk, simak contohnya dalam artikel ini!
4 Contoh Puisi Berantai 2, 3, 4, 5 Orang yang Menarik dan Seru – Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat saat berkumpul bersama keluarga atau teman menjadi seru.
Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan membaca puisi berantai yang membuat suasana berkumpul semakin seru dan tentunya membuatnya terasa hangat.
Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan beberapa contoh puisi berantai untuk 2, 3, 4 dan 5 orang yang bisa kamu bacakan saat berkumpul bersama keluarga atau temanmu. Jadi, perhatikan cara membuat puisi berantai yang menarik, ya! 📚 ✍️
Daftar Isi
- Contoh Puisi Berantai 2, 3, 4, 5 Orang
- Contoh Puisi Berantai 2 Orang (Tambal Ban, dan Pujangga Galau)
- Contoh Puisi Berantai 3 Orang (Tukang Nasi Pecel, Koruptor, Pemuda Galau)
- Contoh Puisi Berantai 4 Orang (Pujangga, Penjual Sate, Penjaga Malam, Pencuri)
- Contoh Puisi Berantai 5 Orang (Hansip, Penyapu Jalanan, Pujangga, Penjual Nasi Goreng, Maling)
- Penutup
Contoh Puisi Berantai 2, 3, 4, 5 Orang

Puisi berantai sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puisi lainnya. Hanya saja yang membedakan adalah cara membacanya yang bergantian.
Adapun yang menjadi ciri khas dari puisi berantai ini adalah selalu dibacakan oleh lebih dari satu orang, sehingga membuat puisi ini sangat cocok untuk dibaca saat berkumpul bersama teman atau kerabat.
Sekilas cara membaca puisi berantai ini mirip dengan drama karena masing-masing pembaca puisi memiliki peran tertentu.
Hanya saja yang menjadi pembeda adalah dalam pembacaan puisi berantai dengan drama adalah tidak adanya dialog dalam pembacaannya.
Nah, kalau kamu ingin tahu seperti apa contoh dari puisi berantai, berikut ini adalah contoh dari puisi berantai untuk 2, 3, 4, dan 5 orang yang bisa kamu jadikan referensi.
Contoh Puisi Berantai 2 Orang (Tambal Ban, dan Pujangga Galau)
Pujangga Galau
Hari ini adalah hari menyebalkan. Hatiku terasa kacau balau karena pujaan hatiku telah pergi entah ke mana. Ingin hati ku mengejarnya, tetapi…..
Tukang Tambal Ban
Kalau ban bocor jangan hanya menggerutu, datanglah kepadaku akan kuperbaiki, dengan kemampuanku menambal ban. Maka izinkan aku…..
Pujangga Galau
Menambal lubang di hatiku yang terlalu lebar menganga karena cinta semanis madu yang engkau berikan ternyata palsu. Aku tak mengira kalau cintamu seperti….
Tukang Tambal Ban
Lubang paku yang menancap di rodamu ada lima. Mustahil ban ini kuperbaiki. Sebaiknya engkau ganti saja rodamu dengan…..
Pujangga Galau
Janji indah yang telah engkau berikan padaku, ternyata racun yang membuatku sakit dan kecewa. Apa kau bahagia melihatku seperti…..
Tukang Tambal Ban
Rodamu sudah terlalu tua dan tidak mungkin diselamatkan lagi. kalau ditambal tidak akan bertahan lama dan akan sering kempes. Dengan membeli ban baru akan….
Pujangga Galau
Membuatku bisa segera melupakan semua kisah cinta antara aku dan kamu, sehingga luka yang pernah engkau berikan segera terlupakan. Ku doakan semoga engkau bahagia dengan….
Tukang Tambal Ban
Ban baru telah selesai kupasang, pesanku selalu jaga tekanan anginnya agar ban ini bertahan lama.
Contoh Puisi Berantai 3 Orang (Tukang Nasi Pecel, Koruptor, Pemuda Galau)
Koruptor
Aku sungguh senang, hidupku teramat sejahtera. Uang melimpah, semua bisa kubeli dengan uang yang kumiliki. Penampilanku selalu rapi, rakyat tidak ada yang tahu uangnya kuhabiskan untuk membeli….
Penjual Nasi Pecel
Nasi pecel dengan lauk telur dadar di tempatku sangat murah. Hanya dengan delapan ribu rupiah, kau bisa makan kenyang, soal minum kau tidak perlu risau, karena di sini gratis minum…..
Pemuda Galau
Air mata seolah mata air yang mengalir dari punggung pegununngan. Ia turun membasahi pipiku karena engkau yang kucintai sepenuh hati telah pergi. Meninggalkanku di sini karena ingin…..
Koruptor
Mengkorupsi lebih banyak uang rakyat agar semakin kaya raya dan bisa kubeli semua mobil mewah untuk kupajang di….
Halaman:


