14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya

14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya – Puisi merupakan salah satu karya sastra yang dapat dinikmati karena memiliki irama, diksi, dan makna dalam syairnya.

Dalam perkembangannya, diketahui terdapat dua jenis puisi yang dikenal, yaitu puisi lama dan puisi baru. Meskipun puisi lama dan puisi baru sama-sama bertujuan mengungkapkan perasaan dan pemikiran dari pengarang, namun terdapat perbedaan antar kedua puisi tersebut, lho.

Dalam artikel ini, telah Mamikos rangkum perbedaan puisi lama dan puisi baru lengkap dengan contohnya.

Berikut Perbedaan hingga Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru

unsplash.com/julesea

Siapa di antara kamu yang gemar membaca atau menulis puisi? Nah, puisi memang termasuk ke dalam suatu karya tulis yang indah dan sangat menarik untuk kita baca.

Puisi dapat diartikan sebagai satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa, kreativitas dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama juga makna.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, puisi terbagi menjadi dua jenis, yakni puisi lama dan puisi baru.

Nah, berikut akan kita bahas lengkap perbedaan keduanya hingga contohnya. Simak hingga bagian akhir artikel untuk mendapatkan jawabannya, ya.

Pengertian Puisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi didefinisikan sebagai ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Sementara menurut pakar sastra H.B. Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Pakar sastra lainnya yaitu James Reeves memiliki pendapat bahwa puisi merupakan suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.

Jadi, dapat disimpulkan puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna mendalam.

Apa yang dimaksud Puisi Lama?

Puisi lama adalah jenis puisi yang memiliki aturan dan bermakna. Diyakini sudah ada sejak zaman dahulu, puisi lama sering digunakan saat upacara adat.

Mengutip buku karya Atrianing Yessi Wijayanti berjudul Terampil Membaca dan Menulis Puisi, aturan dalam puisi lama berhubungan dengan keterkaitannya pada jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait (bisa 2, 4, ataupun lebih), banyaknya suku kata, rima, dan juga irama.

Selain itu, puisi lama juga masih terikat dengan sifat, watak, serta adat istiadat zaman dahulu. Puisi jenis ini juga mengungkapkan curahan hati (curhat) yang terjadi dan dialami oleh masyarakat pada waktu itu.

Adapun berikut ciri-ciri khusus dari puisi lama yang perlu kamu ketahui:

  • Puisi lama terikat dengan aturan, contohnya peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, hingga irama.
  • Puisi lama biasanya ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya).
  • Puisi lama memiliki gaya bahasa yang cenderung statis atau tetap. Selain itu, terdapat pemakaian bahasa klise.
  • Puisi lama dikategorikan sebagai sastra lisan. Hal tersebut dikarenakan puisi lama disampaikan atau diajarkan dari mulut ke mulut.

Apa yang Dimaksud Puisi Baru?

Jika sebelumnya sudah dijabarkan pengertian dan ciri dari puisi lama, kamu juga perlu mengetahui pengertian dan ciri dari puisi baru.

Nah, puisi baru adalah karya sastra yang bebas dan tidak terikat dengan aturan-aturan. Sering disebut dengan istilah puisi modern, puisi baru merupakan bentuk pengembangan dari puisi lama.

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan beberapa nama penyair, seperti W.S.  Rendra dan Chairil Anwar? Keduanya banyak menciptakan puisi baru yang indah, loh.

Berikut adalah beberapa ciri dari puisi baru yang perlu kamu ketahui:

  • Pengarang atau penyair tercantum di dalam karyanya.
  • Iramanya dinamis mengikuti suasana hati penulis.
  • Sifatnya lebih bebas, tidak terikat pada aturan dalam bentuk penulisannya.
  • Disebarkan melalui lisan maupun tulisan.
  • Umumnya, puisi baru berisi tentang curahan hati penyair.

Perbedaan Puisi Lama dengan Puisi Baru

Setelah memahami pengertian dari puisi lama dengan puisi baru, tentu kamu sudah mendapatkan gambaran tentang perbedaan keduanya bukan?

Jadi, puisi lama memiliki aturan tertentu, seperti rima, persajakan, jumlah kata di setiap baris jumlah baris, dan irama.

Sementara itu, puisi baru tidak bergantung pada aturan-aturan tersebut dan struktur penulisannya juga jauh lebih bebas.

Selanjutnya, pada puisi lama, pengarang atau penyair umumnya tidak diketahui. Puisi lama juga berisikan nasehat yang dianggap bagian dari budaya yang disampaikan secara turun temurun, sehingga masyarakat lebih mementingkan nilai yang terkandung di dalamnya.

Sementara pengarang puisi baru biasanya tercantum namanya di dalam karya-karyanya.

Nah, karena isi puisi lama isinya cenderung berupa nasehat, maka bentuk penyampaiannya juga hanya melalui lisan saja. Sedangkan, puisi baru dapat berupa lisan maupun tulisan.

Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru

Setelah memahami perbedaan puisi lama dan puisi baru, berikut adalah beberapa contohnya yang juga wajib kamu ketahui,

Puisi Lama

Puisi lama Indonesia terdiri dari pantun, mantra, karmina, seloka, gurindam, syair, dan talibun. Hadirnya jenis-jenis puisi ini banyak dipengaruhi dengan tradisi keagamaan dan kebudayaan tertentu.

1. Pantun

Pantun merupakan jenis puisi yang mempunyai bentuk dan pola yang tetap. Bentuk pantun umumnya empat baris untuk tiap baitnya dan masing-masing baris berpolakan a-b-a-b. Tiap baris tersebut juga terdiri dari 8-12 suku kata.

2. Mantra

Mantra merupakan ujaran lisan dengan rima yang ketat. Penyusunan bunyi-bunyian tersebut tidak selalu mengedepankan arti.

Selain itu, mantra dimitoskan memiliki kekuatan gaib, oleh karena itu, jenis puisi ini dijadikan sebagai bacaan untuk mengobati orang sakit.

3. Karmina

Karmina adakag sejenis pantun tetapi isinya lebih pendek. Nah, bentuknya yang pendek membuat karmina juga disebut sebagai pantun kilat.

Jenis puisi lama ini juga memiliki pola yang tetap yang terdiri dari dua baris. Di mana baris pertama dalam karmina disebut sampiran dan baris kedua disebut isi.

4. Seloka

Seloka merupakan puisi dengan pola a-a-a-a yang memiliki sampiran dan sisi. Namun selebihnya, seloka mirip dengan pantun.

5. Gurindam

Gurindam merupakan jenis puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari dua baris dengan pola a-a-a-a. Isi gurindam adalah nasihat atau petuah.

6. Syair

Syair merupakan jenis puisi dengan ciri tiap bait berisi empat baris berpola a-a-a-a. Isi syair adalah nasihat atau cerita yang berisi hikmah.

7. Tribun

Contoh puisi lama yang terakhir adalah talibun. Nah, talibun merupakan pantun genap yang tiap baitnya terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Beberapa talibun ditulis juga dalam 16-20 baris dalam tiap baitnya. Pola puisi ini adalah a-a-a-a.

Puisi Baru

Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan lagi menjadi 7 jenis, yaitu balada, elegi, epigram, romansa, himne, ode, dan satire. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Balada

Balada adalah salah satu jenis puisi baru yang isinya tentang suatu kisah atau cerita. Terdiri dari 3 bait, balada masing-masing memiliki 8 larik.

Balada bersajak a-b-a-b-b-c-c-b, kemudian skemanya berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir yang berada pada bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.

2. Elegi

Contoh puisi baru berikutnya adalah elegi yang berisi tentang kesedihan atau tangis. Elegi ini berisikan sajak ataupun lagu yang mengekspresikan rasa duka cita atau keluh kesah karena sedih ataupun rindu.

Kesedihannya terutama diakibatkan karena kematian atau kepergian seseorang yang dicintai.

3. Epigram

Epigram adalah salah satu jenis puisi baru yang berisikan tentang ajaran atau tuntunan mengenai kehidupan.

Epigram berasal dari bahasa Yunani yaitu “epigramma” yang berarti unsur pengajaran; nasihat yang membawa ke arah jalan kebenaran untuk dijadikan pedoman; ada teladan.

4. Himne

Himne juga merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi pujaan atau pujian untuk Tuhan, tanah air ataupun pahlawan.

Ciri dari himne ini ialah lagu pujian untuk menghormati Tuhan, seorang dewa, pahlawan, tanah air ataupun almamater.

Kini, pengertian himne menjadi semakin berkembang dan diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, serta puisi nyanyian tersebut berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati atau yang berhubungan dengan ketuhanan.

5. Ode

Ode merupakan salah satu jenis puisi baru isinya sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Ciri dari puisi baru ini antara lain membahas tentang sesuatu yang mulia, bernada anggun, nada dan gayanya resmi, dan bersifat menyanjung.

6. Romansa

Romansa adalah salah satu jenis puisi baru yang berisikan luapan perasaan cinta dan kasih sayang. Romansa berasal dari Bahasa Perancis “romantique” yang berarti keindahan perasaan, persoalan kasih sayang, dan kasih mesra.

7. Satire

Satire merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisikan sindiran atau kritikan. Satire ini berasal dari Bahasa Latin “satura” yang berarti sindiran: kecaman tajam terhadap suatu fenomena; dan tidak puasnya hati suatu golongan (pada pemimpin yang zalim).

Nah, di atas tadi adalah perbedaan puisi lama dan puisi baru lengkap dengan contohnya yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu.

Semoga informasi dalam artikel ini dapat memberikan wawasan baru untuk kamu seputar karya sastra puisi, ya.

Bagi kamu yang ingin mengulik lebih banyak lagi tentang puisi, seperti contoh puisi bahasa Inggris hingga contoh puisi tentang perjuangan, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.

FAQ

Apa saja contoh puisi lama?

Beberapa contoh puisi lama, antara lain mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, talibun, dan balada.

Apa saja puisi lama dan puisi baru?

Contoh puisi lama adalah pantun, gurindam, talibun, mantra, dan sebagainya. Kemudian, puisi baru atau puisi modern adalah puisi yang tak lagi terikat aturan-aturan di atas, bentuknya lebih bebas terkait jumlah baris, suku kata, serta rimanya.

Sebutkan apa saja puisi baru?

Contoh puisi baru antara lain balada, elegi, epigram, himne, ode, romansa, dan satire.

Sebutkan apa saja ciri-ciri puisi lama?

Ciri puisi lama adalah terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Selain itu, puisi lama juga kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya) dan memiliki gaya bahasa statis atau tetap.

Sebutkan apa saja ciri-ciri puisi lama?

Ciri puisi lama adalah terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Selain itu, puisi lama juga kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya) dan memiliki gaya bahasa statis atau tetap.

Apa itu puisi baru romansa?

Romansa merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisikan luapan perasaan cinta dan kasih sayang. Romansa berasal dari Bahasa Perancis “romantique” yang memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang; dan kasih mesra.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta