25 Contoh Puisi Natal yang Menyentuh Hati 2025, Pas Dibaca saat Hari Natal
Pada artikel ini, Mamikos akan menyajikan artikel mengenai puisi yang cocok dibaca pada saat perayaan Natal. Simaklah dengan cermat, ya!
6. Berkah Natal
Berkah Natalku adalah cinta kasih Allah
Anugrah
Ampunan
Damai
Sejahtera
Akankah Natal ini menjadi terang?
Natalku penuh suka cita
Penuh akan cinta
Akankah Natalku menjadi terang?
Natalku dirahmati Tuhan
Kebahagiaan dari-Nya
Akankah senantiasa berkelimpahan?
Natalku pasti bertumbuh
berbuah dan memberi berkat
Natalku akan mendamaikanmu
Bersama akan kita isi dunia
Dengan suka cita
Sesama manusia
Meski kita punya banyak beda
7. Jangan Risau
Pendamlah untuk dirimu sendiri
Sekarang kamu adalah
Pembawa cinta atas
Nilai-nilai kemanusiaan
Diamlah sembari renungkan
Hidup
Mati
Datang
Pergi
Tak ada gelap yang tak mampu
Diterangi Cahaya-Ku,
Mengalir dalam nadimu
Singkirkan sedih dan gundah
Dari dalam hatimu
Aku berada dalam kuasa-Mu
Hidup matiku hanya untuk-Mu
Beri ruang kehangatan untuk kita.
Supaya lahir keajaiban
Menjadi pelerai saat terjadi pertengkaran
Jangan takut berbuat kebenaran
Sebab Tuhan akan melindungiku
Dari kejahatan demi kejahatan
8. Masih
Masih adakah tujuan? Kenapa kita ada di sini?β
Tanya anak kecil ketika Natal mulai menyapa.
Aku tak lelah berharap pada suatu hari nanti aku bakal tahu
alasan kita mengapa berdiri di sini, di hadapan salju,
membunyikan lonceng ini ketika orang-orang lewat,
ketika jutaan salju berhamburan
turun dari angkasa.
Ibunya hanya tersenyum melihat anaknya berdiri
dengan tubuh yang bergetar
karena dinginnya cuaca
bersenandung dan bermain
tetapi sebelum petang berakhir, ia telah temukan
makna Natal yang terpenting.
9. Sekedar Angan
Bunyi lonceng-lonceng dan genta-genta
bersahutan pada hari natal
lagu-lagu natal yang sudah kita hafal
betapa indah berkah dari langit
βdamailah penduduk di bumi, di antara manusia yang tunduk kepadaNya!β
seandainya pada hari natal
semua lonceng dan genta di seluruh gereja
tanpa lelah melagukan tembang sama
βdamai dan sejahteralah penghuni bumi, diantara manusia yang bersujud kepadaNya!β
barangkali kita lantas putus asa
dan merasa terluka
ketika damai di bumi sudah langka
saat hasrat makin berkuasa manusia
bumi terasa sesak dan mengerikan
ketika tembang kedamaian
menjadi suatu impian
semoga damai di bumi tak hanya
sekedar angan
10. Saat Natal Tiba
Malam Minggu. Hatiku ketar-ketir.
Ku tak tahu apakah demokrasi dapat mengantarku
ke pelukanmu dengan cara saksama
dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Sebelum Ahad tiba, anarki bisa saja muncul
dari sebutir dengki atau sebongkah trauma,
mengusik undang-undang dasar cinta, merongrong
pancarindu di bibirku, dan aku gagal
mengobarkan Sumpah Pemuda di bibirmu.
11. Rinduku yang Full
Tumpah di atas macetnya jalanan
Sebelum aku tiba di pangkuanmu
Suka citaku sudah pulang duluan,
Aku akan datang kemudian.
Judul puisiku sudah berangkat duluan,
Isi puisiku
Masih menambal ban di pinggir jalan.
Bau makanan kesukaan menguar dari dapur
Kenangan
Masihkah kau akan menyambut hangat hadirku
Dalam kondisi yang tak beraturan
Yang sudah terlampau rindu pada aroma
Jalanan kampung halaman
12. Apakah Kedamaian Itu?
Ia tidak suka berdebat
Mengenai makna kedamaian.
Bagiku kedamaian adalah duduk di depan TV
Menonton Nobita, Soneo, dan Giant
Tertawa dan saling percaya
Menghabiskan hari hingga tiba senja
Kadang banyak yang lupa
Mereka memilih kenyang dan prestasi
Dan lupa pada pentingnya merasakan damai
Dalam hidup yang sungguh singkat ini
Bukankah tanpa damai
Beras tak dilahirkan padi
Tak akan ada prestasi
Ketika perang semakin ramai
13. Kabar dari Langit
Di malam yang sunyi
Ketika dunia menunduk lelah
Bintang menyala lebih terang dari biasa
Kabar itu turun perlahan
Menyusuri langit yang dingin
Tentang kasih yang lahir
Di palungan sederhana
Tangis bayi menjadi doa
Menghangatkan bumi yang beku dosa
Malam Natal bukan hanya tentang cahaya
Tapi tentang harapan yang kembali bernyawa
Aku menatap langit dan bertanya
Apakah kasih masih setia?
Bintang menjawab dengan diam
Namun terangnya mengajarkan setia tanpa suara
Halaman:

