Advertisement
Source : istockphoto.com/solstock

17 Contoh Realitas Sosial di Sekolah, Masyarakat, dan Keluarga dalam Ilmu Sosiologi

Ingin tahu seperti apa contoh realitas sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, cari tahu informasinya dalam artikel berikut!

25 Juli 2024 Zuly Kristanto

Contoh

  • Tiap-tiap individu yang ada di dalam suatu masyarakat memiliki kecenderungan senang berkumpul dengan yang memiliki keyakinan atau kepercayaan yang sama.
  • Individu yang memiliki pandangan politik yang sama akan memiliki kesamaan dalam memilih calon pemimpin atau memilih partai yang sama.
  • Individu yang dianggap memiliki status sosial lebih tinggi dari masyarakat lainnya biasanya memiliki posisi penting di dalam pemerintahan.
  • Individu yang berprofesi sebagai guru, ustadz, dosen atau tenaga pendidik lainnya dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi dibanding mereka yang berprofesi sebagai buruh pabrik atau petani.
  • Individu yang tinggal di kawasan perkotaan memiliki kecenderungan cara hidup yang berbeda dengan individu yang tinggal di kota.
  • Individu yang berasal dari suku yang sama atau memiliki budaya yang sama cenderung suka berkumpul atau berinteraksi dengan mereka yang sama dari segi budaya dan bahasa dibanding berkumpul dengan individu lain yang berbeda suku dan bahasa.

3. Realitas Sosial di Keluarga

Keluarga merupakan bagian terkecil dalam masyarakat. Di tiap keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Hubungan yang terjalin di dalam keluarga ini akan membentuk sebuah realitas sosial. Hal ini terjadi karena di setiap keluarga pastilah memiliki nilai dan norma yang coba diterapkan dengan harapan keluarga tersebut bisa harmonis.

Contoh

  • Anak yang terlalu dikekang oleh orang tuanya sering mengalami kesulitan untuk merasa kesulitan untuk bergaul dengan temannya.
  • Anak yang mendapat dukungan dari orang tuanya untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan kemampuannya cenderung lebih mudah mendapatkan kesuksesan.
  • Keluarga yang menerapkan sikap demokrasi di antara anggota keluarga memiliki peluang lebih besar mendapatkan kebahagiaan dibandingkan dengan keluarga yang bersikap otoriter.
  • Anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter sering kesulitan untuk mengungkapkan perasaan dan memiliki peluang depresi lebih tinggi dibanding anak yang diasuh dengan pola asuh demokrasi.
  • Pelajaran tentang norma dan nilai yang diberikan orang tua kepada anak seringkali berpedoman dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh orang tua.

Halaman:

Advertisement