Advertisement
Source : pexels.com/@spencer-selover

3 Contoh Resensi Informatif, Deskriptif, dan Kritis Lengkap dengan Strukturnya

Berikut contoh resensi informatif deskriptif dan kritis yang bisa dijadikan referensi dalam membuat resensi berkualitas. Baca contohnya di dalam artikel.

30 Mei 2022 Mamikos

Resensi Buku Kaizen for Life – Asti Musman

Contoh contoh resensi informatif deskriptif dan kritis yaitu sebagai berikut:

  • Judul Buku: Kaizen for Life: Kunci Sukses Continuous Improvement di Era 4.0
  • Penulis: Asti Musman
  • Penerbit: Anak Hebat Indonesia
  • Tahun Terbit: 2019
  • Jumlah Halaman: 296

Kaizen for Life karya Asti Musman merupakan salah satu buku self improvement yang membahas tentang pola pikir dan kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat Jepang.

Seperti yang kita tahu, masyarakat Jepang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam bekerja.

Tidak hanya itu, mereka juga dikenal memiliki daya juang dan inovasi yang baik dalam menekuni bidang pekerjaannya. Buku ini terdiri dari tujuh bab, yaitu:

1) Sejarah Teori Kaizen, 2) Reformasi Pola Hidup, 3) Kaizen, Way of Life Perusahaan, 4) Kaizen Melalui TQM, 5) Penerapan Kaizen, 6) Kaizen dan Pemecahan Masalah, dan 7) Kaizen Your Life.

Kaizen ialah sebuah upaya penyempurnaan dalam berbagai elemen secara berkesinambungan dalam kehidupan pribadi, lingkungan keluarga, sosial, maupun di industri kerja.

Dalam suatu perusahaan, penyempurnaan tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, melainkan harus dilakukan oleh setiap individu sebagai bentuk sinergitas.

Strategi ini sudah diimplementasikan oleh mayoritas perusahaan Jepang, mulai dari perusahaan manufaktur, agrikultur, hingga otomotif.

Buku ini menjelaskan bahwa budaya kaizen telah diterapkan oleh masyarakat Jepang dengan konsisten. 

Inilah yang menyebabkan masyarakatnya memiliki kompetensi yang unggul dan berdaya saing.

Orientasi kaizen dalam perusahaan tidak hanya sebatas kedisiplinan saja, tetapi juga mencakup kepemimpinan, fasilitas, kolaborasi, dan masih banyak lagi.

Kemudian, dalam bab berikutnya juga dijelaskan bahwa kaizen dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memecahkan berbagai masalah perusahaan.

Kaizen merupakan perubahan kecil yang berkelanjutan. Jadi, perubahan yang dilakukan bersifat atomic habits atau dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil.

Namun, perubahan tersebut dilakukan secara berangsur dan kontinu. Jika yang menjadi fokus perubahan adalah sumber daya manusia, maka yang ditingkatkan ialah keahlian dan wawasannya.

Dengan begitu, maka kaizen tidak harus mengeluarkan investasi besar, namun usaha yang besar untuk memulainya.

Penulis memaparkan bahwa ada delapan kunci utama dalam melaksanakan kaizen dalam kegiatan industri, yakni produksi tepat waktu, produksi jumlah yang kecil, dan mereparasi aliran produksi.

Selain itu, ada pula penyempurnaan produk, sumber daya manusia yang tanggap, usaha menghilangkan ketidakpastian, dan pemeliharaan jangka panjang.

Jika upaya ini diimplementasikan dalam kehidupan masa kini, tentu hasil yang didapatkan akan sangat memuaskan. Mengingat, orientasi pada buku ini menitikberatkan pada aspek manusia.

Halaman:

Advertisement