Advertisement
Source : pexels.com/@spencer-selover

3 Contoh Resensi Informatif, Deskriptif, dan Kritis Lengkap dengan Strukturnya

Berikut contoh resensi informatif deskriptif dan kritis yang bisa dijadikan referensi dalam membuat resensi berkualitas. Baca contohnya di dalam artikel.

30 Mei 2022 Mamikos

Data Buku

Struktur resensi yang berikutnya yaitu data buku. Perlu diketahui bahwa ada beberapa poin yang perlu dicantumkan untuk memenuhi identitas buku.

Poin tersebut mencakup judul, nama penulis, tahun terbit, nama penerbit, dan ketebalan buku. 

Meskipun terlihat sepele, namun informasi ini perlu dicantumkan sebelum menginjak bagian pendahuluan. 

Beberapa peresensi sering kali mengabaikan bagian ini karena dianggap kurang penting. Namun, pada dasarnya data buku perlu dicantumkan jika mengirimkan resensi ke koran atau media online.

Agar mengetahui gaya penulisan data buku yang tepat, kamu dapat melihat contoh resensi informatif yang akan disebutkan setelah ini.

Pendahuluan

Contoh teks ulasan informatif deskriptif dan kritis juga akan menyajikan pendahuluan yang baik. 

Dalam membuat pendahuluan, kamu perlu menerapkan strategi penulisan yang menarik bagi pembaca.

Pendahuluan adalah bagian yang cukup vital untuk bisa menarik hati pembaca agar terus bersedia membaca tulisan kamu sampai habis.

Misalnya, kamu bisa membahas tentang sesuatu yang sedang hits di masa kini, lalu mengkorelasikannya dengan judul buku yang sedang diresensi. 

Selain itu, bagian ini juga tidak harus dibuat memanjang.

Jika membuat resensi buku fiksi, mungkin kamu bisa membuat pendahuluan yang hanya terdiri dari beberapa kata yang menggambarkan isi buku tersebut.

Contohnya seperti menakjubkan, tidak pernah terbayangkan, karya yang estetik, dan lain sebagainya.

Selain itu, untuk membuat tulisan tampak menarik, kamu juga bisa membandingkan buku penulis yang diresensi dengan karya-karyanya yang terdahulu sebagai bahan penilaian.

3 Jenis-Jenis Resensi Bahasa Indonesia dan Penjelasannya

Tubuh Resensi

Struktur resensi yang berikutnya adalah tubuh resensi. Bagian ini termasuk inti dari isi resensi yang kamu buat. 

Jadi, usahakan untuk tidak menggunakan kalimat yang basa-basi dan membuat pembaca bosan. Ceritakan atau deskripsikan informasi tentang buku yang diresensi secara singkat, jelas, dan padat.

Kamu dapat menyampaikan opini tentang buku tersebut, mulai dari kelebihan, kekurangan, dan segala sesuatu yang membuatmu tertarik atau kecewa.

Gaya bercerita yang informatif dan persuasif dapat menjadi poin penting untuk menarik animo masyarakat agar mau membaca buku yang sudah kamu resensi.

Tuliskan pendapat kamu dengan apa adanya tentang buku tersebut. Bila ada ketidakpuasan dalam membacanya, maka kamu bisa tuangkan ke dalam resensi tersebut.

Meskipun bebas menyampaikan pendapat, namun kamu perlu menerapkan etika yang baik dalam menulis kritik atau saran kepada penulis.

Contohnya seperti terdapat beberapa typo, penokohan yang kurang kuat, cerita yang klise, dan lain sebagainya.

Ada baiknya jika kritik tersebut diiringi dengan solusi yang membangun agar penulis tidak merasa sedih ketika membaca resensi yang kamu buat.

Hal ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban dalam membuat tulisan resensi yang objektif dan memotivasi penulis untuk membuat karya yang lebih baik lagi untuk kedepannya.

Contoh Resensi Buku Tugas Kuliah Beserta Strukturnya yang Baik dan Benar

Penutup

Struktur resensi yang berikutnya adalah penutup. Pada bagian ini membahas tentang kesimpulan dalam menilai buku tersebut.

Tuliskan secara ringkas dan gunakan diksi yang persuasif saat akan mengakhiri resensi yang kamu buat. 

Pastinya agar penilaian ini bersifat objektif, argumentative, dan logis tanpa adanya unsur paksaan.

Contoh resensi informatif deskriptif dan kritis di atas bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat resensi buku yang baik dan menarik. Pilih buku yang ingin diresensi dan segera praktikkan.

Unsur yang Tidak Termasuk Dalam Resensi Buku Non Fiksi Adalah?

Halaman:

Advertisement