3 Contoh Resensi Informatif, Deskriptif, dan Kritis Lengkap dengan Strukturnya
Berikut contoh resensi informatif deskriptif dan kritis yang bisa dijadikan referensi dalam membuat resensi berkualitas. Baca contohnya di dalam artikel.
Tujuan Membuat Resensi Informatif
Resensi informatif adalah resensi yang memuat informasi bermanfaat dan memperkaya wawasan bagi pembaca.
Resensi tersebut juga menjadi bahan pertimbangan untuk membaca buku tersebut atau tidak. Ada banyak tujuan mengapa seseorang membuat resensi.
Sebelum membaca contoh resensi informatif deskriptif dan kritis, mari telisik tujuan membuat resensi secara lengkap di bawah ini:
- Memberikan informasi secara mendalam mengenai apa yang ada di dalam buku.
- Memberikan pertimbangan kepada pembaca untuk memastikan bahwa buku tersebut layak dibaca atau tidak.
- Mengajak pembaca untuk kembali memikirkan, merenungkan, mendiskusikan, dan mengambil hikmah dari buku tersebut.
- Menjawab pertanyaan pembaca tentang nama pengarang, latar belakang pembuatan buku, isi buku secara umum, dan lain sebagainya.
Struktur Resensi Informatif
Dalam membuat resensi, kamu perlu memperhatikan struktur yang menjadi kaidah dalam penulisannya. Struktur membuat resensi di antaranya sebagai berikut:
Judul Resensi
Judul resensi adalah bagian yang mendeskripsikan secara singkat dan padat mengenai isi dari buku tersebut. Penulisan judul resensi harus jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir atau sesat pikir.
Struktur yang satu ini seringkali luput dari perhatian para peresensi karena dianggap sebagai bagian yang tidak terlalu penting. Padahal, judul adalah bagian pertama yang ditangkap oleh mata.
Jadi, saat sebuah judul dirasa kurang menarik saat dibaca, maka pembaca hanya akan melewati resensi yang kamu buat tanpa sempat membuka dan membacanya.
Selain itu, judul resensi harus dibuat secara menarik agar pembaca lebih mudah tergiur untuk membuka atau membaca tulisan kamu.
Hal ini karena judul yang menarik dapat menimbulkan kesan pertama yang membuat penasaran bagi calon pembaca. Meskipun demikian, isi resensi harus tidak kalah menarik dan berbobot dari judulnya.
Jadi, pada poin ini dapat diambil kesimpulan, bahwa membuat judul harus memperhatikan dua aspek, yakni aspek persuasif (daya tarik) dan aspek informatif.
Halaman:

