5 Contoh RHK PPPK Paruh Waktu Berbagai Formasi dari Operator hingga Penjaga Sekolah
Simak dan pahami contoh RHK PPPK paruh waktu untuk berbagai formasi mulai dari operator, tata usaha, hingga penjaga sekolah.
Contoh RHK PPPK paruh waktu penting dipahami sebagai acuan agar penyusunan RHK menjadi jelas dan penilaian kinerja dapat dilakukan secara terukur.
Rencana Hasil Kerja (RHK) merupakan bagian dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang diisi melalui aplikasi e-Kinerja BKN sehingga penyusunannya harus sesuai dengan tugas jabatan dan ketentuan instansi.
Artikel Mamikos ini akan menyajikan 5 contoh RHK PPPK paruh waktu untuk berbagai formasi mulai dari operator, tata usaha, hingga penjaga sekolah. Yuk, simak selengkapnya! 📝🖊️🏫
Daftar Isi
- Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyusun RHK PPPK Paruh Waktu
- 1. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Operator Sekolah
- 2. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Tenaga Administrasi (Tata Usaha)
- 3. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Petugas Perpustakaan
- 4. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Petugas Kebersihan
- 5. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Penjaga Sekolah
- Tips Praktis agar Contoh RHK PPPK Paruh Waktu Mudah Diinput ke e-Kinerja
- Penutup
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyusun RHK PPPK Paruh Waktu

Rencana Hasil Kerja (RHK) merupakan bagian dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang diinput melalui aplikasi e-Kinerja BKN. Bagi PPPK paruh waktu, RHK berfungsi sebagai acuan utama untuk menjelaskan rencana hasil kerja, aspek penilaian, indikator kinerja individu, serta target.
Sebelum menyusun dan menginput RHK PPPK paruh waktu ke dalam sistem, terdapat beberapa dasar penting yang perlu diperhatikan dan dipahami agar RHK yang dibuat sesuai format e-Kinerja dan dapat disetujui oleh atasan langsung.
1. Kesesuaian dengan jabatan dan tugas pokok
RHK PPPK paruh waktu harus mengacu pada jabatan dan uraian tugas resmi yang dimiliki pegawai. RHK yang selaras dengan tugas pokok akan lebih mudah disetujui karena mencerminkan tanggung jawab kerja yang sebenarnya dan relevan dengan peran di unit kerja.
2. Indikator kinerja yang terukur
Indikator kinerja perlu ditetapkan secara jelas dan dapat diukur, baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun waktu. Indikator yang terukur memudahkan atasan dalam menilai capaian kinerja melalui e-Kinerja dan mengurangi potensi revisi saat proses persetujuan.
3. Target kerja yang realistis sesuai jam kerja paruh waktu
Target kerja harus disesuaikan dengan jam kerja paruh waktu agar tetap realistis dan dapat dicapai. Penetapan target yang proporsional menunjukkan bahwa RHK disusun secara rasional dan mempertimbangkan beban kerja yang tersedia.
4. Keselarasan dengan perjanjian kinerja unit kerja
RHK perlu selaras dengan perjanjian kinerja yang berlaku di instansi atau satuan kerja. Keselarasan ini memastikan bahwa rencana hasil kerja individu mendukung sasaran dan prioritas kinerja pimpinan.
5. Persetujuan atasan langsung melalui sistem
RHK PPPK paruh waktu baru dapat digunakan setelah mendapatkan persetujuan dari atasan langsung di aplikasi e-Kinerja. Persetujuan ini menjadi tanda bahwa RHK telah sesuai dengan kebutuhan unit kerja dan kebijakan instansi.
Sebagai panduan praktis, pada bagian selanjutnya akan disajikan contoh RHK PPPK paruh waktu untuk berbagai formasi sehingga dapat dijadikan acuan saat proses input.
1. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Operator Sekolah
Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi:
Terlaksananya peningkatan akurasi dan ketertiban data administrasi sekolah.
Rencana Hasil Kerja:
Terlaksananya penginputan, pembaruan, dan pengelolaan data sekolah secara akurat dan tepat waktu.
Aspek:
Kuantitas, kualitas, dan waktu.
Indikator Kinerja Individu:
- Kuantitas: jumlah data sekolah yang diinput dan diperbarui dalam sistem.
- Kualitas: tingkat akurasi dan kesesuaian data dengan dokumen pendukung.
- Waktu: ketepatan waktu pembaruan data sesuai jadwal pelaporan.
Target:
- Kuantitas: jumlah data sekolah terinput dan diperbarui dalam sistem selama satu tahun (contoh: 24 data).
- Kualitas: persentase data yang diinput akurat dan sesuai dengan dokumen pendukung (contoh: 100%).
- Waktu: penginputan dan pembaruan data diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal pelaporan yang ditetapkan (contoh: 12 bulan).
Format Isian RHK:
Nomor | Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi | Rencana Hasil Kerja | Aspek | Indikator Kinerja Individu | Target Tahunan
2. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Tenaga Administrasi (Tata Usaha)
Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi:
Terlaksananya peningkatan ketertiban dan kelancaran administrasi sekolah.
Rencana Hasil Kerja:
Terlaksananya pengelolaan administrasi surat masuk dan surat keluar serta pengarsipan dokumen sekolah secara tertib dan terdokumentasi.
Aspek:
Kuantitas, kualitas, dan waktu.
Indikator Kinerja Individu:
- Kuantitas: jumlah surat masuk, surat keluar, dan dokumen administrasi yang dikelola dan diarsipkan.
- Kualitas: kerapian arsip dan kesesuaian dokumen dengan ketentuan administrasi sekolah.
- Waktu: ketepatan waktu pencatatan dan disposisi surat sesuai prosedur.
Target:
- Kuantitas: jumlah surat masuk, surat keluar, dan dokumen administrasi terkelola dan terarsip selama satu tahun (contoh: 120 dokumen).
- Kualitas: Dokumen administrasi tersusun rapi dan memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku (contoh: 100%).
- Waktu: pengelolaan dan disposisi dokumen dilaksanakan tepat waktu sesuai prosedur yang ditetapkan (contoh: 12 bulan).
Format Isian RHK:
Nomor | Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi | Rencana Hasil Kerja | Aspek | Indikator Kinerja Individu | Target Tahunan
3. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Petugas Perpustakaan
Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi:
Terlaksananya peningkatan layanan perpustakaan dalam mendukung kegiatan literasi dan pembelajaran di sekolah.
Rencana Hasil Kerja:
Terlaksananya pengelolaan koleksi perpustakaan serta layanan peminjaman dan pengembalian buku secara tertib dan terdokumentasi.
Aspek:
Kuantitas, kualitas, dan waktu.
Indikator Kinerja Individu:
- Kuantitas: jumlah koleksi buku yang terinventarisasi serta jumlah layanan peminjaman dan pengembalian buku.
- Kualitas: kerapian penataan koleksi dan ketertiban pencatatan administrasi layanan perpustakaan.
- Waktu: ketepatan waktu pelayanan peminjaman dan pengembalian buku sesuai jam layanan.
Target:
- Kuantitas: jumlah koleksi buku terinventarisasi dan layanan peminjaman tercatat selama satu tahun (contoh: 300 buku dan 120 layanan).
- Kualitas: koleksi tertata rapi dan administrasi layanan perpustakaan berjalan sesuai ketentuan (contoh: 100%).
- Waktu: pelayanan perpustakaan dilaksanakan tepat waktu sesuai jam operasional yang ditetapkan (contoh: 12 bulan).
Format Isian RHK:
Nomor | Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi | Rencana Hasil Kerja | Aspek | Indikator Kinerja Individu | Target Tahunan
4. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Petugas Kebersihan
Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi:
Terlaksananya peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Rencana Hasil Kerja:
Terlaksananya kegiatan kebersihan lingkungan sekolah secara rutin, rapi, dan sesuai standar kebersihan.
Aspek:
Kuantitas, kualitas, dan waktu.
Indikator Kinerja Individu:
- Kuantitas: jumlah area sekolah yang dibersihkan sesuai pembagian tugas.
- Kualitas: tingkat kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah.
- Waktu: ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan kebersihan sesuai jadwal kerja.
Target:
- Kuantitas: jumlah area sekolah yang menjadi tanggung jawab petugas dibersihkan secara rutin selama satu tahun (contoh: 10 area).
- Kualitas: lingkungan sekolah bersih, rapi, dan nyaman sesuai standar kebersihan (contoh: 100%).
- Waktu: kegiatan kebersihan dilaksanakan tepat waktu sesuai jadwal kerja yang ditetapkan (contoh: 12 bulan).
Format Isian RHK:
Nomor | Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi | Rencana Hasil Kerja | Aspek | Indikator Kinerja Individu | Target Tahunan
5. Contoh RHK PPPK Paruh Waktu: Penjaga Sekolah
Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi:
Terlaksananya peningkatan keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah.
Rencana Hasil Kerja:
Terlaksananya kegiatan penjagaan dan pengawasan lingkungan sekolah secara tertib dan sesuai ketentuan.
Aspek:
Kuantitas, kualitas, dan waktu.
Indikator Kinerja Individu:
- Kuantitas: jumlah kegiatan penjagaan dan pengawasan yang dilaksanakan sesuai jadwal tugas.
- Kualitas: kondisi keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah selama jam operasional.
- Waktu: ketepatan waktu pelaksanaan tugas penjagaan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Target:
- Kuantitas: jumlah kegiatan penjagaan dan pengawasan lingkungan sekolah terlaksana selama satu tahun (contoh: 240 kali tugas jaga).
- Kualitas: lingkungan sekolah dalam kondisi aman dan tertib sesuai ketentuan (contoh: 100%).
- Waktu: pelaksanaan tugas penjagaan dilakukan tepat waktu sesuai jadwal tugas (contoh: 12 bulan).
Format Isian RHK:
Nomor | Rencana Hasil Kerja Pimpinan yang Diintervensi | Rencana Hasil Kerja | Aspek | Indikator Kinerja Individu | Target Tahunan
Tips Praktis agar Contoh RHK PPPK Paruh Waktu Mudah Diinput ke e-Kinerja
Tips di bawah ini dapat dijadikan sebagai panduan praktis agar PPPK paruh waktu tidak bingung saat mengisi RHK di aplikasi e-Kinerja dan dapat menyesuaikan isian dengan kolom yang tersedia di sistem.
1. Cermati rencana hasil kerja pimpinan
Pada kolom rencana hasil kerja pimpinan yang diintervensi, PPPK perlu mencermati rencana hasil kerja pimpinan atau unit kerja yang sudah ditetapkan, lalu menyesuaikannya dengan kontribusi tugas individu. Rencana ini menjadi payung bagi penyusunan RHK individu.
2. Rumuskan rencana hasil kerja dalam bentuk hasil yang ingin dicapai
Kolom rencana hasil kerja sebaiknya diisi dengan kalimat hasil, bukan aktivitas. Gunakan rumusan seperti “terlaksananya”, “terselenggaranya”, atau “terwujudnya” agar jelas output yang diharapkan dari pekerjaan tersebut.
3. Pilih aspek sesuai dengan jenis pekerjaan
Dalam e-Kinerja, aspek penilaian terdiri dari kuantitas, kualitas, dan waktu. Ketiga aspek tersebut dapat digunakan dalam penyusunan RHK PPPK paruh waktu, dengan penyesuaian pada karakteristik masing-masing pekerjaan.
Aspek kuantitas menggambarkan jumlah hasil kerja, aspek kualitas menunjukkan mutu hasil kerja, dan aspek waktu berkaitan dengan ketepatan atau periode pelaksanaan pekerjaan.
4. Tulis indikator kinerja sesuai aspek yang dipilih
Indikator kinerja individu harus disesuaikan dengan aspek yang digunakan. Jika aspek kuantitas dipilih, indikator dapat berupa jumlah dokumen atau kegiatan.
Jika aspek kualitas digunakan, indikator dapat berupa kerapian, akurasi, atau kondisi hasil kerja. Jika aspek waktu dipilih, indikator berkaitan dengan ketepatan waktu penyelesaian.
5. Sesuaikan target tahunan dengan jam kerja paruh waktu
Target tahunan perlu ditetapkan secara realistis sesuai jam kerja paruh waktu. Target tidak harus selalu berupa angka besar, tetapi dapat berupa kondisi tercapai atau seluruh pekerjaan terlaksana sesuai ketentuan sepanjang tahun.
6. Pastikan redaksi singkat dan mudah diinput ke sistem
Gunakan kalimat yang ringkas, jelas, dan tidak terlalu panjang agar mudah diinput ke kolom e-Kinerja. RHK yang terlalu panjang berpotensi terpotong atau sulit dibaca saat proses persetujuan oleh atasan.
Penutup
Dengan memahami contoh RHK PPPK paruh waktu dan cara mengisinya di e-Kinerja, proses penilaian kinerja dapat berjalan lebih tertib dan jelas.
RHK yang disusun dengan baik juga membantu PPPK dalam evaluasi kerja ke depan, termasuk kaitannya dengan administrasi kepegawaian, gaji, dan tunjangan PPPK sesuai ketentuan instansi.
Pastikan setiap RHK diinput dengan cermat agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari. 📝🖊️🏫
Referensi:
Sasaran Kinerja ASN 2026: Template dan Panduan [Daring]. Tautan: https://ipidiklat.id/sasaran-kinerja-asn-2026-template-panduan/
Resmi Berlaku 2026, Ini Panduan Lengkap e-Kinerja BKN untuk ASN [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/sumut/berita/d-8293438/resmi-berlaku-2026-ini-panduan-lengkap-e-kinerja-bkn-untuk-asn.
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah




