5 Contoh Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan yang Harus Kamu Tahu
Ingin tahu seperti apa sistem informasi manajemen dalam sebuah perusahaan? Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan beberapa contohnya untuk kamu!
5 Contoh Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan yang Harus Kamu Tahu – Sistem manajemen membantu seseorang dalam melakukan kontrol sekaligus koordinasi dalam melakukan suatu hal.
Ada banyak aspek yang memerlukan sistem manajemen, contohnya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur keuangan atau perusahaan yang memerlukan pengelolaan yang baik dan matang agar terus berkembang.
Ada beberapa bentuk sistem informasi manajemen yang diimplementasikan dalam perusahaan. Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui apa saja bentuknya, yuk simak ulasan berikut!
Apa Itu Sistem Informasi Manajemen?
Daftar Isi [hide]

Sebelum mengetahui lebih lanjut bagaimana contoh sistem informasi manajemen dalam perusahaan, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa itu sistem informasi manajemen dan seluk-beluknya.
Lalu, apa itu sistem informasi manajemen? Berikut adalah pembahasan lengkapnya yang dapat kamu simak.
Apa Pengertian Sistem Informasi Manajemen?
Secara garis besar, sistem informasi manajemen atau yang dikenal dengan singkatan SIM dapat diartikan sebagai suatu sistem yang diciptakan dengan tujuan untuk melakukan pengendalian kinerja sebuah perusahaan yang melibatkan manusia, prosedur, dokumen, serta teknologi agar perusahaan memiliki kinerja yang berjalan dengan tepat sekaligus efisien.
Dalam kata lain, sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem perencanaan yang merupakan bagian dari pengendalian internal yang ada dalam bisnis.
Sistem ini terdiri dari beberapa komponen, seperti manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur-prosedur lainnya yang ada dalam akuntansi manajemen.

Advertisement
Kemudian, salah satu ahli Azhar Susanto mendefinisikan bahwa sistem manajemen adalah sebuah kumpulan atau grup yang merupakan sub sistem atau bagian dari komponen apapun baik itu fisik dan non fisik merupakan kumpulan atau grup dari subsistem atau bagian atau komponen apapun yang saling berhubungan satu sama lain, baik fisik maupun non fisik serta berkaitan dengan pengendalian, evaluasi, serta perbaikan yang bersifat berkelanjutan.
Berdasarkan pengertian-pengertian yang sudah disebutkan di atas, dapat dipahami bahwa sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang digunakan untuk melakukan perencanaan, pengendalian, serta pengawasan secara internal dengan memanfaatkan beberapa komponen seperti dokumen, manusia, teknologi, serta prosedur untuk melakukan pemecahan masalah dalam bisnis sekaligus menjalankan operasional sebuah perusahaan agar dapat berjalan dengan baik.
Apa Saja Fungsi Sistem Informasi Manajemen?
Sistem informasi manajemen memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Pengumpulan Data: Fungsi sistem informasi manajemen yang pertama, yaitu untuk digunakan dalam mengumpulkan data agar dapat tersimpan dengan rapi dan tidak hilang.
- Pengolahan Data: Fungsi sistem informasi manajemen yang kedua, yaitu untuk mengolah data-data yang dimiliki oleh perusahaan. Ketika hendak mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan perusahaan, biasanya pihak manajemen akan melakukan pengolahan data terlebih dahulu. Di sinilah sistem informasi manajemen sangat dibutuhkan perannya dalam mengumpulkan data agar mendapatkan keputusan yang tepat dan strategis.
- Penyajian Informasi: Fungsi sistem informasi manajemen yang ketiga, yaitu untuk melakukan penyajian informasi. Informasi harus dikumpulkan dan dikelola dengan baik agar dapat dipahami oleh semua karyawan atau pihak-pihak lainnya yang berhubungan dengan perusahaan.
Apa Saja Manfaat Sistem Informasi Manajemen?
Selain fungsi, sistem informasi manajemen juga memiliki sederet manfaat bagi perusahaan jika dijalankan dengan baik.
Adapun beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen yang dapat kamu ketahui adalah sebagai berikut:
- Dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menghemat biaya dalam sebuah perusahaan.
- Dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan karena unit sistem kerja lebih terkoordinasi dan sistematis.
- Dapat memudahkan pihak manajemen melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan, dan pendelegasian ketika bekerja terhadap semua departemen dalam sebuah perusahaan yang memiliki koordinasi dan hubungan.
- Dapat meningkatkan efektivitas sekaligus efisiensi data agar lebih realtime dan akurat.