10 Contoh Soal Hukum Ohm beserta Jawabannya untuk Bahan Belajar
Hukum Ohm membahas tentang hubungan antara tegangan (V), arus (I), dan hambatan (R) listrik.
Contoh Soal 2: Menghitung Arus
Soal:
Sebuah resistor memiliki hambatan 8 Ω dan dipasang pada tegangan 24 Volt. Berapa besar arus yang mengalir melalui resistor tersebut?
Penyelesaian:
Untuk mencari arus, kita gunakan rumus Hukum Ohm:
I = V ÷ R​
- Diketahui:
V = 24 Volt
R = 8 Ω - Maka:
I = 24 ÷ 8
I = 3 Ampere
Jawaban:
Arus yang mengalir melalui resistor tersebut adalah 3 Ampere.
Contoh Soal 3: Menghitung Hambatan
Soal:
Sebuah lampu diberi tegangan 12 Volt dan arus yang mengalir sebesar 0,5 Ampere. Berapakah hambatan lampu tersebut?
Penyelesaian:
Untuk mencari hambatan, kita gunakan rumus Hukum Ohm:
R = V ​÷ I
- Diketahui:
V = 12 Volt
I = 0,5 Ampere - Maka:
R = 12 ÷ 0,5
R = 24 Ω
Jawaban:
Hambatan lampu tersebut adalah 24 Ohm.
Contoh Soal 4: Penerapan dalam Rangkaian Sederhana
Soal:
Kamu punya sebuah baterai 9 Volt yang dihubungkan ke sebuah resistor 3 Ω. Berapa arus listrik yang mengalir melalui resistor tersebut, dan berapa tegangan pada resistor jika arusnya tetap?
Penyelesaian:
- Untuk mencari arus, pakai rumus Hukum Ohm:
I = V ÷ RÂ
- Diketahui:
V = 9 Volt
R = 3 Ω - Hitung arus:
I = 9 ÷ 3
I = 3 Ampere
- Tegangan pada resistor sudah diketahui dari soal yaitu 9 Volt (karena ini satu-satunya resistor dalam rangkaian).
Jawaban:
- Arus yang mengalir: 3 Ampere
- Tegangan pada resistor: 9 Volt
Contoh Soal 5: Soal dengan Satuan Berbeda
Soal:
Sebuah resistor memiliki hambatan 2 kΩ dan arus yang mengalir sebesar 5 mA. Berapakah tegangan yang bekerja pada resistor tersebut?
Penyelesaian:
- Ubah satuan agar sesuai:
- Hambatan: 2 kΩ = 2000 Ω
- Arus: 5 mA = 0,005 A
- Gunakan rumus Hukum Ohm:
V = I × R
- Hitung tegangan:
V = 0,005 × 2000
V = 10 Volt
Jawaban:
Tegangan yang bekerja pada resistor tersebut adalah 10 Volt.
Contoh Soal 6: Soal Cerita tentang Lampu
Soal:
Kamu menyalakan sebuah lampu di rumah dengan tegangan 12 Volt. Lampu tersebut memiliki hambatan 6 Ω. Berapa arus yang mengalir melalui lampu, dan apakah arus tersebut besar atau kecil untuk lampu standar rumah?
Penyelesaian:
- Gunakan rumus Hukum Ohm untuk mencari arus:
I = V ÷ R ​
- Diketahui:
V = 12 Volt
R = 6 Ω - Hitung arus:
I = 12 ÷ 6
I = 2 Ampere
- Arus sebesar 2 Ampere tergolong cukup besar untuk lampu standar rumah. Lampu biasa biasanya menggunakan arus kurang dari 1 Ampere, sehingga arus 2 A bisa menunjukkan lampu yang lebih terang atau daya lebih tinggi.
Jawaban:
- Arus yang mengalir: 2 Ampere
- Arus ini cukup besar untuk lampu standar rumah.
Contoh Soal 7: Perhitungan dengan Dua Komponen Resistor
Soal:
Kamu punya dua resistor yang dipasang seri, masing-masing 4 Ω dan 6 Ω, dan dihubungkan ke sumber tegangan 20 Volt. Hitung:
- Hambatan total rangkaian
- Arus yang mengalir
Penyelesaian:
- Hambatan total untuk rangkaian seri:
Rtotal = R1 + R2
R1 = 4 Ω
R2 = 6 Ω
Rtotal = 4 + 6 = 10 Ω
- Arus yang mengalir menggunakan Hukum Ohm:
I = V ÷ Rtotal ​
V = 20 Volt
Rtotal = 10 Ω
I = 20 ÷ 10
I = 2 Ampere
Jawaban:
- Hambatan total: 10 Ω
- Arus yang mengalir: 2 Ampere
Contoh Soal 8: Soal dengan Konversi Tegangan
Soal:
Sebuah resistor 500 Ω dialiri arus 0,02 A. Berapakah tegangan dalam Volt, dan jika ingin ditulis dalam mV (millivolt), berapa nilainya?
Penyelesaian:
- Hitung tegangan menggunakan Hukum Ohm:
V = I × RÂ
- Diketahui:
I = 0,02 A
R = 500 Ω - Hitung tegangan:
V = 0,02 × 500
V = 10 Volt
- Konversi ke millivolt:
1 Volt = 1000 mV
V = 10 × 1000 = 10.000 mV
Jawaban:
- Tegangan = 10 Volt
- Tegangan dalam millivolt = 10.000 mV
Halaman:


