8 Contoh Soal Hukum Bernoulli dan Penyelesaiannya dengan Rumus
Kalau kamu masih merasa sulit ketika mengerjakan soal tentang hukum Bernoulli, jangan khawatir! Berikut Mamikos akan berikan penjelasan lengkap serta langkah-langkah pengerjaannya.
Dalam pelajaran Fisika, terdapat beberapa hukum yang akan kamu pelajari saat membahas fluida dinamis, salah satunya adalah Hukum Bernoulli.
Hukum ini menjelaskan hubungan antara tekanan, kecepatan aliran, dan ketinggian fluida yang bergerak di sepanjang suatu garis arus. 💧
Agar kamu lebih mudah menguasai materi Fisika kelas 11 SMA yang satu ini, berikut telah Mamikos siapkan 8 contoh soal Hukum Bernoulli lengkap dengan rumus dan langkah penyelesaiannya yang bisa dipergunakan untuk belajar. ✨
Daftar Isi
Bunyi Hukum Bernoulli

Hukum Bernoulli menyatakan bahwa ketika kecepatan aliran fluida meningkat, tekanan fluida tersebut justru menurun, begitu pula energi potensialnya. Prinsip ini menjelaskan bahwa dalam aliran fluida ideal, terdapat hubungan tetap antara tekanan, kecepatan, dan ketinggian.
Menariknya, konsep ini dapat diterapkan pada berbagai kondisi aliran selama fluida dianggap tidak kental, mengalir secara mantap, serta mengikuti garis arus.
Secara praktis, hukum Bernoulli pun banyak digunakan untuk memahami perilaku fluida yang bergerak melalui pipa dengan diameter berbeda. Ketika aliran fluida memasuki bagian pipa yang lebih sempit, kecepatannya bertambah sehingga tekanannya menurun.
Prinsip inilah yang mendasari cara kerja pipa venturi, sprayer parfum, hingga gaya angkat pada sayap pesawat terbang.
Selain itu dalam penerapannya, hukum Bernoulli bekerja berdasarkan beberapa asumsi penting, seperti fluida bersifat ideal, aliran tidak turbulen, serta tidak terjadi pertukaran energi yang merugikan akibat gesekan.
Persamaan Hukum Bernoulli
Selanjutnya, sebelum mengerjakan contoh soal hukum Bernoulli, kita belajar terlebih dahuu tentang rumusnya, yuk.
Persamaan Bernoulli untuk dua titik (penampang) berbeda dinyatakan sebagai:
Keterangan:
- P₁ = tekanan di pipa 1 (N/m²)
- P₂ = tekanan di pipa 2 (N/m²)
- ρ₁ = massa jenis fluida pada pipa 1 (kg/m³)
- ρ₂ = massa jenis fluida pada pipa 2 (kg/m³)
- v₁ = kecepatan fluida di pipa 1 (m/s)
- v₂ = kecepatan fluida di pipa 2 (m/s)
- h₁ = ketinggian penampang pipa 1 dari titik acuan (m)
- h₂ = ketinggian penampang pipa 2 dari titik acuan (m)
- g = percepatan gravitasi (m/s²)
Catatan:
Untuk satu jenis fluida yang sama di kedua titik biasanya . Persamaan lalu disederhanakan menjadi:
Jika ingin mencari satu besaran , pindahkan suku-suku lain ke satu sisi dan selesaikan aljabar secara langsung:
Persamaan ini berlaku untuk aliran ideal (tak kental, steady, sepanjang garis alir). Untuk aliran nyata, perlu diperhitungkan rugi-rugi akibat gesekan dan energi yang masuk/keluar sistem.
Rumus inilah yang kemudian dipakai untuk menghitung selisih tekanan, perubahan kecepatan aliran, maupun perbedaan ketinggian fluida pada dua titik berbeda.
Halaman:



