Advertisement
Source : unsplash.com/kellysikkema

5+ Contoh Soal Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi Lajang dan Berkeluarga

Buat kamu yang masih bingung dalam perhitungan pajak penghasilan, dalam artikel ini ada beberapa contoh soal yang bisa membantu kamu dalam menghitung pajak penghasilan.

18 September 2026 Bella Carla
Ringkasan Artikel
  • Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas semua bentuk penghasilan (gaji, tunjangan, honorarium, dsb.), sehingga wajib diketahui oleh penerima penghasilan karena besaran pajak meningkat seiring besar penghasilan.
  • Perhitungan dipengaruhi oleh status wajib pajak dan komponen seperti PTKP (contoh TK/0 = Rp54.000.000, K1 = Rp63.000.000), jenis penghasilan, serta pengurang seperti biaya jabatan dan iuran pensiun—jadi tidak semua penghasilan dikenai tarif yang sama.
  • Artikel memberi contoh langkah per langkah (menghitung penghasilan netto/tahunan, mengurangi PTKP untuk mendapatkan PKP, lalu mengalikan tarif PPh—mis. tarif 5% untuk PKP rendah) untuk karyawan lajang dan berkeluarga, termasuk hasil PPh bulanan dan tahunan dalam beberapa simulasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pajak Penghasilan (PPh) adalah salah satu jenis pajak yang wajib dibayarkan oleh setiap warga negara.

Oleh karena itu, mengetahui perhitungan pajak penghasilan menjadi sangat penting bagi kamu yang sudah berpenghasilan.

Pajak penghasilan sendiri dibebankan kepada seseorang yang sudah mempunyai penghasilan yang diatur dalam undang-undang tentang pajak.

Berikut Contoh Soal Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi

Contoh Soal Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi
unsplash.com/kellysikkema

Dalam undang-undang tentang pajak sudah disebutkan bahwa pajak penghasilan dibebankan kepada seseorang yang sudah memiliki penghasilan.

Disebutkan juga bahwa yang terkena pajak PPh adalah semua bentuk penghasilan, termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, atau pembayaran lain yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaan, jasa, dan kegiatan.

Pengetahuan tentang cara perhitungan pajak penghasilan tentunya akan sangat berguna bagi wajib pajak dalam proses pelaporan pajak.

Nah, perhitungan pajak penghasilan sendiri dihitung berdasarkan besaran upah yang diterima.

Oleh karena itu, semakin besar upah kamu maka semakin tinggi pula pajak yang dikenakan.

Buat kamu yang masih bingung dalam perhitungan pajak penghasilan, berikut ada beberapa contoh soal yang bisa membantu kamu dalam menghitung pajak penghasilan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menghitung PPh

Dalam menghitung pajak penghasilan, besaran penghasilan yang diterima bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perhitungan, seperti status wajib pajak, penghasilan tidak kena pajak (PTKP), serta jenis penghasilan yang diperoleh.

Oleh karena itu, jangan langsung menganggap bahwa seluruh penghasilan akan dikenakan pajak dengan persentase yang sama.

Memahami komponen-komponen tersebut akan membantu kamu membaca hasil perhitungan PPh dengan lebih tepat dan menghindari kesalahan saat mengerjakan contoh soal maupun melakukan pelaporan pajak.

Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi Lajang

Untuk membantu kamu lebih mudah memahami penghitungan PTKP terbaru, berikut contoh cara menghitung PTKP terbaru khusus untuk seorang berstatus lajang.

Contoh 1

Marshel adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta dan berstatus lajang atau belum menikah. Dengan begitu, berikut simulasi perhitungan pajak Marshel.

Gaji per bulan = Rp5.000.000

Penghasilan neto per tahun = Rp5.000.000 x 12 = Rp60.000.000

Karena Marshel belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, maka ia termasuk TK/0 – Rp54.000.000.

Penghasilan Kena Pajak Setahun = Rp60.000.000 – Rp54.000.000 (PTKP) = Rp.6.000.000

PPh Terutang = 5% x Rp6.000.000 = Rp300.000

PPh 21 masa = Rp300.000/12 bulan = Rp25.000

Maka, Marshel harus membayar PPh 21 sebesar Rp25.000perbulan atau total Rp300.000 per tahun.

Inilah Perbedaan Pajak dengan Retribusi dan Macam Pungutan Resmi Lainnya

Contoh 2

Wati adalah seorang karyawati lajang dengan gaji perbulan Rp5.000.000. Dengan begitu, berikut simulasi perhitungan pajak Wati.

Gaji Pokok = Rp5.000.000

  • Biaya Jabatan 5% x Rp5.000.000 = Rp250.000
  • Penghasilan Bersih Per Bulan = Rp5.000.000 – Rp250.000 = Rp 4.750.000
  • Penghasilan Bersih Per Tahun = Rp4.750.000 x 12 = Rp57.000.000

Karena Wati belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, maka ia termasuk TK/0 – Rp54.000.000.

  • Penghasilan Kena Pajak Setahun = Rp57.000.000 – Rp54.000.000 (PTKP) = Rp.3.000.000
  • PPh Terutang = 5% x Rp3.000.000 = Rp150.000
  • PPh 21 masa = Rp150.000/12 bulan = Rp12.500

Maka, Wati harus membayar PPh 21 sebesar Rp12.500 perbulan atau total Rp150.000 per tahun.

Contoh 3

Sherin adalah seorang karyawan swasta berstatus lajang dengan gaji perbulan Rp10.000.000. Dengan begitu, berikut simulasi perhitungan pajak Sherin.

  • Gaji Pokok = Rp10.000.000
  • Biaya Jabatan 5% x Rp10.000.000 = Rp500.000
  • Penghasilan Bersih Per Bulan = Rp10.000.000 – Rp500.000 = Rp9.500.000
  • Penghasilan Bersih Per Tahun = Rp9.500.000 x 12 = Rp114.000.000

Karena Sherin berstatus lajang dan tidak memiliki tanggungan, maka ia termasuk TK/0 – Rp54.000.000.

  • Penghasilan Kena Pajak Setahun = Rp114.000.000– Rp54.000.000 (PTKP) = Rp60.000.000
  • PPh Terutang = 5% x Rp60.000.000 = Rp3.000.000
  • PPh 21 masa = Rp3.000.000/12 bulan = Rp250.000

Maka, Sherin harus membayar PPh 21 sebesar Rp250.000 perbulan atau total Rp3.000.000 per tahun.

Halaman:

Advertisement