Contoh Soal Menghitung PBB dan Penyelesaiannya | Materi Ekonomi Kelas 11
PBB adalah kewajiban pajak yang harus dibayar atas kepemilikan properti tiap tahun. Bagaimana cara hitungnya? Yuk, perhatikan penjelasan berikut ini.
2. PT Sentosa memiliki lahan di daerah Sleman, Yogyakarta dengan luas 1.200 meter persegi dan bangunan seluas 900 meter persegi.
Diketahui bahwa NJOP tanah di wilayah tersebut adalah Rp4.500.000 per meter persegi, sedangkan harga bangunannya sebesar Rp1.200.000 per meter persegi. Hitunglah besarnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayar oleh PT Sentosa!
Penyelesaian:
a) Menghitung NJOP untuk Tanah dan Bangunan
Tanah: 1.200 × 4.500.000 = Rp5.400.000.000
Bangunan: 900 × 1.200.000 = Rp1.080.000.000
Total NJOP = 5.400.000.000 + 1.080.000.000 = Rp6.480.000.000
b) Menghitung NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)
NJKP = 40% × (6.480.000.000 – 12.000.000)
= 40% × 6.468.000.000
= Rp2.587.200.000
c) Menghitung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)
PBB = 0,5% × 2.587.200.000
= Rp12.936.000
Jadi, PBB yang harus dibayar PT Sentosa adalah sebesar Rp12.936.000.
3. Mr. Smoker memiliki sebuah properti di daerah Bandung yang terdiri atas beberapa bagian. Ia memiliki tanah seluas 150 meter persegi dengan nilai jual Rp8.000.000 per meter persegi.
Rumah dua lantai seluas 80 meter persegi dengan nilai jual Rp10.000.000 per meter persegi, serta garasi dan taman kecil seluas 50 meter persegi dengan nilai jual Rp3.000.000 per meter persegi. Diketahui bahwa NJOPTKP sebesar Rp24.000.000. Hitunglah besarnya PBB yang harus dibayarkan Mr. Smoker!
Jawaban:
a. Menghitung NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)
Tanah = 150 × 8.000.000 = Rp1.200.000.000
Bangunan = 80 × 10.000.000 = Rp800.000.000
Garasi dan taman = 50 × 3.000.000 = Rp150.000.000
NJOP total = 1.200.000.000 + 800.000.000 + 150.000.000 = Rp2.150.000.000
b. Menghitung NJOPKP (Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak)
NJOPKP = NJOP – NJOPTKP
= 2.150.000.000 – 24.000.000
= Rp2.126.000.000
c. Menentukan Tarif dan Menghitung NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)
Karena NJOP lebih dari Rp1.000.000.000 → tarif 40%
NJKP = 40% × 2.126.000.000 = Rp850.400.000
d. Menghitung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)
PBB = 0,5% × 850.400.000
= Rp4.252.000
Jadi, PBB yang harus dibayarkan Mr. Smoker setiap tahunnya adalah sebesar Rp4.252.000.
4. Pak Ahmad punya sebidang tanah seluas 650 m². Di daerahnya, nilai jual objek pajak (NJOP) tanah adalah Rp1.200.000 per m². Diketahui NJOPTKP = Rp15.000.000. Berapa besar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayar Pak Ahmad?
Penyelesaian:
a. Menghitung NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)
NJOP = luas tanah × NJOP per m²
= 650 × 1.200.000
= Rp780.000.000
b. Menghitung NJOPKP (NJOP Kena Pajak)
NJOPKP = NJOP – NJOPTKP
= 780.000.000 – 15.000.000
= Rp765.000.000
c. Menentukan tarif NJKP
Karena NJOP (Rp780.000.000) ≤ Rp1.000.000.000, tarif yang dipakai 20%.
NJKP = 20% × NJOPKP
= 20% × 765.000.000
= Rp153.000.000
d. Menghitung PBB (0,5% dari NJKP)
PBB = 0,5% × NJKP
= 0,5% × 153.000.000
= 0,005 × 153.000.000
= Rp765.000
Jadi, PBB terutang Pak Ahmad adalah Rp765.000 per tahun.
Contoh Soal Menghitung PBB dan Penyelesaiannya
5. Diketahui bahwa NJOPKP dari kekayaan bumi dan bangunan yang dimiliki Ibu Lestari adalah sebesar Rp1.800.000.000. Hitunglah besarnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayar Ibu Lestari.
Penyelesaian:
a. Menghitung NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)
Karena NJOP lebih dari Rp1.000.000.000, maka tarif yang digunakan adalah 40%.
NJKP = 40% × NJOPKP
= 40% × 1.800.000.000
= Rp720.000.000
Halaman:


