2 Contoh Struktur Organisasi Usaha beserta Tugasnya Lengkap

2 Contoh Struktur Organisasi Usaha beserta Tugasnya Lengkap – Disuruh membuat struktur organisasi tapi bingung bagaimana cara membuatnya?

Sebenarnya, pembuatan struktur organisasi harus disesuaikan dengan kebutuhan usaha itu sendiri. Jadi, sebelum membuat struktur organisasi pastikan dulu apa tujuan dari organisasi usahanya, ya.

Nah, agar tidak makin bingung, yuk simak pengertian hingga contoh struktur organisasi usaha dari Mamikos berikut ini!

Pengertian Struktur Organisasi

Pixabay/@StartupStockPhotos

Struktur organisasi merujuk pada kerangka atau tata kelola yang menggambarkan hubungan hierarki dan tanggung jawab antara berbagai bagian atau unit dalam suatu organisasi. 

Struktur ini mencakup pembagian tugas, koordinasi, dan pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian tujuan organisasi. 

Secara umum, struktur organisasi mencerminkan cara suatu perusahaan untuk mengorganisir sumber daya dan personelnya dalam mencapai efisiensi operasional dan efektivitas strategis.

Dalam suatu organisasi, struktur organisasi usaha ini dapat dibagi menjadi beberapa elemen utama.

Pertama, adalah tingkat hierarki yang menggambarkan tingkatan dan lapisan kekuasaan dari puncak hingga tingkat terendah dalam organisasi. 

Kedua, adalah departemen atau divisi yang mencerminkan fungsi atau spesialisasi tertentu, seperti produksi, pemasaran, atau keuangan.

Ketiga, adalah garis komunikasi dan tanggung jawab yang menentukan bagaimana informasi dan keputusan mengalir melalui organisasi.

Pentingnya struktur organisasi terletak pada kemampuannya untuk mengarahkan upaya bersama menuju pencapaian tujuan organisasi. 

Dengan memiliki struktur organisasi usaha yang jelas, organisasi dapat meningkatkan koordinasi, menghindari tumpang tindih tanggung jawab, dan merangsang inovasi. 

Meskipun demikian, pemilihan struktur organisasi usaha harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan khusus setiap organisasi agar dapat mencapai daya saing yang berkelanjutan.

Contoh Struktur Organisasi Usaha Kecil

Usaha kecil merujuk pada jenis bisnis atau usaha yang memiliki skala operasional yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan besar atau korporasi. 

Karakteristik utama dari usaha kecil melibatkan dimensi operasional yang terbatas, baik dari segi jumlah karyawan, omset keuangan, atau aset perusahaan. 

Beberapa negara mungkin memiliki kriteria khusus untuk mendefinisikan usaha kecil, seperti jumlah karyawan, pendapatan tahunan, atau total aset. 

Meskipun memiliki skala yang lebih kecil, usaha kecil memiliki peran yang penting dalam ekonomi, sering menjadi sumber inovasi, penciptaan lapangan kerja lokal, dan kontributor pada keberagaman ekonomi. 

Pemilik usaha kecil seringkali menghadapi tantangan unik termasuk akses terhadap pembiayaan dan daya saing dengan perusahaan besar, tetapi juga dapat menawarkan fleksibilitas dan kreativitas dalam menjalankan bisnis mereka.

Dalam contoh struktur organisasi usaha kecil, maka staf yang diperlukan tidak terlalu banyak. 

Hal pokok yang dibutuhkan hanyalah manajer keuangan, manajer personalia, manajer operasional, dan manajer pemasaran.

Untuk tugas lebih lengkapnya kamu bisa menyimak di penjelasan berikut ini.

krealogi.com

1. Tugas Pemilik Usaha Kecil

  • Merumuskan strategi bisnis jangka panjang dan pendek.
  • Mencari peluang pertumbuhan dan ekspansi.
  • Merancang dan melaksanakan rencana pengembangan bisnis.
  • Memimpin dan mengelola tim karyawan.
  • Menjalin hubungan kerja yang efektif dan memotivasi anggota tim.
  • Menentukan arah pengembangan produk atau layanan.

2. Tugas Manajer Keuangan Usaha Kecil

  • Merancang dan menyusun rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Menetapkan tujuan keuangan yang realistis sesuai dengan perkembangan bisnis.
  • Memonitor dan mengelola aliran kas harian.
  • Membuat anggaran dan memastikan bahwa setiap departemen mematuhi batasan keuangan.
  • Memastikan pembayaran pajak sesuai peraturan dan batas waktu.
  • Mengelola pelaporan pajak dan memastikan kepatuhan perpajakan.

3. Tugas Manajer Personalia Usaha Kecil

  • Mengenalkan lingkungan kerja kepada karyawan baru 
  • Menyusun dan mengelola program evaluasi kinerja karyawan.
  • Menangani konflik antar karyawan atau antara karyawan dan manajemen.
  • Mencari solusi yang adil dan berkelanjutan untuk meningkatkan hubungan kerja.
  • Menyusun dan mengelola program kesejahteraan karyawan.
  • Menangani manfaat karyawan, kesehatan, dan keamanan kerja.
  • Membuat dan mengelola catatan karyawan, termasuk data pribadi dan kinerja.

4. Tugas Manajer Pemasaran Usaha Kecil

  • Merancang rencana pemasaran yang mencakup tujuan, target pasar, strategi promosi, dan alokasi anggaran.
  • Mengelola kebijakan harga dan diskon.
  • Menggunakan alat pemasaran seperti iklan, konten, dan media sosial.
  • Membangun dan memelihara hubungan positif dengan pelanggan.
  • Merencanakan dan melaksanakan acara pemasaran, baik online maupun offline.
  • Berpartisipasi dalam pameran dagang atau kegiatan komunitas.
  • Membangun kemitraan dengan pihak eksternal yang dapat mendukung strategi pemasaran.

Contoh Struktur Organisasi Startup

Startup adalah jenis bisnis yang terkait dengan inovasi dan pertumbuhan cepat. Ini biasanya merupakan perusahaan baru yang berfokus pada pengembangan produk atau layanan yang belum ada sebelumnya di pasar. 

Ciri khas dari startup adalah keinginannya untuk tumbuh dengan cepat, baik melalui ekspansi pasar atau pengembangan produk yang agresif. 

Startup seringkali memiliki model bisnis yang fleksibel, yakni dapat beradaptasi dengan cepat tergantung pada perubahan pasar dan umpan balik pelanggan. 

Sumber pendanaan untuk startup dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk investor modal ventura, dana modal risiko, atau pendanaan dari kelompok angel investor. 

Tujuan utama dari startup adalah menciptakan nilai dan mendefinisikan dirinya di pasar yang kompetitif melalui inovasi dan pertumbuhan yang signifikan.

Adapun contoh struktur organisasi usaha startup beserta tugasnya adalah sebagai berikut:

midtrans.com

1. Tugas Chief Executive Officer (CEO) dalam Startup

  • Strategi Space Odyssey atau penentu arah bisnis dari startup yang dijalankan.
  • Communication Master atau yang bertugas membangun ekosistem komunikasi yang efektif, efisien, dan menyenangkan dalam tim.
  • Risk Taker atau yang paling berani mengambil resiko untuk berinovasi demi keberlangsungan bisnis.
  • Berperan sebagai pengembang mesin inovasi perusahaan dan mendorong pengembangan produk atau layanan baru untuk memastikan keunggulan kompetitif di pasar.
  • Mengoordinasikan kolaborasi antar tim untuk mencapai tujuan bersama.

2. Tugas Chief Financial Officer (CFO) dalam Startup

  • Melakukan pemetaan finansial untuk merinci bagaimana setiap sektor perusahaan menggunakan anggaran dan memastikan efisiensi di setiap titik perjalanan.
  • Melakukan analisis orbit finansial untuk memahami pergerakan uang dan mengidentifikasi potensi risiko serta peluang.
  • Mengelola strategi pajak agar startup tetap stabil tanpa terbebani beban pajak yang berlebihan.
  • Mengeksplorasi peluang investasi yang dapat menjadi bahan bakar tambahan untuk startup naik ke level yang lebih tinggi.
  • Merancang strategi pendanaan dan menjalankan proses penggalangan dana.

3. Tugas Chief Operating Officer (COO) dalam Startup

  • Menjalankan rencana strategis perusahaan, memastikan setiap bagian operasional bergerak sesuai dengan tujuan bersama.
  • Bertanggung jawab dalam merancang dan mengimplementasikan strategi bisnis, mengubah konsep-konsep strategis menjadi langkah-langkah operasional yang konkret.
  • Menangani manajemen rantai pasok (jika ada) dan menjalin hubungan yang baik dengan pemasok untuk memastikan kelancaran aliran bahan dan layanan.
  • Bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko operasional untuk menjaga stabilitas dan kelangsungan bisnis.
  • Mendorong inovasi dalam setiap aspek operasional, mencari cara baru untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.
  • Bertanggung jawab dalam manajemen proyek, memastikan bahwa setiap proyek mendukung tujuan strategis perusahaan.

4. Tugas Chief Marketing Officer (CMO) dalam Startup

  • Merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang sesuai dengan tujuan dan visi perusahaan startup.
  • Mengelola proses branding dan positioning, memastikan merek startup memiliki citra yang kuat dan sesuai dengan nilai-nilai yang diusung.
  • Menyusun strategi pengenalan produk yang efektif untuk memasarkan produk atau layanan startup kepada target pasar.
  • Melakukan analisis pasar untuk memahami tren industri, perilaku pelanggan, dan mengidentifikasi peluang-peluang baru.
  • Mengawasi penelitian pasar dan pengembangan produk untuk menentukan kebutuhan pasar dan mengidentifikasi fitur atau perbaikan produk.
  • Mengelola kemitraan marketing dengan pihak eksternal, seperti influencer atau mitra strategis, untuk meningkatkan jangkauan dan daya tarik merek.
  • Mengarahkan kampanye pemasaran, baik online maupun offline.

5. Tugas Chief Product Officer (CPO) dalam Startup

  • Merancang dan melaksanakan strategi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tujuan bisnis perusahaan.
  • Mengelola seluruh siklus hidup produk, termasuk perencanaan, pengembangan, peluncuran, dan pemeliharaan.
  • Berkolaborasi dengan tim cross-functional, termasuk pemasaran, pengembangan bisnis, dan teknologi, untuk memastikan pengembangan produk sejalan dengan strategi perusahaan.
  • Memastikan kualitas produk atau layanan dengan melakukan uji coba, pemantauan performa, dan merespons umpan balik pelanggan.
  • Mengelola portofolio produk perusahaan, menentukan prioritas pengembangan, dan memastikan keselarasan dengan strategi bisnis keseluruhan
  • Mengarahkan tim dalam perencanaan dan pelaksanaan peluncuran produk baru, termasuk strategi pemasaran dan komunikasi.
  • Membuat dan mengelola roadmap produk, menetapkan prioritas pengembangan berdasarkan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan.

6. Tugas Chief Technology Officer (CTO) dalam Startup

  • Merancang dan melaksanakan strategi teknologi yang sejalan dengan tujuan bisnis dan memberikan keunggulan kompetitif.
  • Membangun dan memimpin tim teknologi, termasuk merekrut, melatih, dan mengelola para profesional IT.
  • Menangani keamanan teknologi perusahaan, melibatkan perlindungan data, jaringan, dan sistem dari ancaman keamanan digital.
  • Bertanggung jawab atas pemilihan teknologi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis, termasuk pemilihan perangkat lunak, perangkat keras, dan platform.
  • Mengarahkan pengembangan produk atau layanan berbasis teknologi, bekerja sama dengan tim produk dan memastikan keberhasilan implementasi.
  • Menangani manajemen proyek teknologi, memastikan proyek-proyek pengembangan berjalan sesuai dengan jadwal dan anggaran.
  • Berkolaborasi dengan tim bisnis, terutama dengan eksekutif dan pemimpin fungsional lainnya, untuk memastikan teknologi mendukung kebutuhan bisnis.
  • Menjalin kemitraan dengan penyedia layanan teknologi dan berbagai mitra strategis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.
  • Mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko teknologi yang dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis startup.

Penutup

Itulah pengertian hingga contoh struktur organisasi usaha yang telah Mamikos siapkan. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang insightful, ya.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah