Contoh-contoh Studi Kelayakan Bisnis Makanan Minuman Lengkap
Ketika akan menjalankan sebuah bisnis, perlu melewati studi kelayakan terlebih dahulu untuk mengetahui perkiraan dari kesuksesan bisnis yang akan dijalankan tersebut. Simak bagaimana contoh studi kelayakan bisnis makanan minuman yang dapat digunakan pada artikel di bawah ini.
Pada bagian ini, kamu juga bisa melihat bagaimana contoh studi kelayakan bisnis makanan minuman yang baik dan benar. Terkait dengan hasil studi itu sendiri, lebih tepatnya terletak pada bagian kesimpulan dari proposal yang dibuat. Perhatikan bagaimana susunan serta penulisan yang dilakukan agar proposal bisa diterima dengan baik. Berikut ini merupakan susunan dari proposal untuk studi kelayakan yang dilakukan pada bisnis makanan ringan.
A. Latar Belakang Usaha Keripik Tempe
Makanan ringan merupakan kebutuhan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan memiliki peluang bisnis cukup besar. Apalagi dengan tempe yang merupakan salah satu bahan lauk cukup familiar dan sering dikonsumsi bagi masyarakat Indonesia. Variasi olahan tempe selain menjadi lauk santapan sehari-hari dapat menarik perhatian, mengingat keripik juga menjadi favorit banyak orang. Maka dari itu, produk keripik tempe memiliki peluang bisnis yang cukup besar untuk berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
Keripik tempe bisa memiliki target pasar yang cukup luas, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Pengemasan dilakukan dengan menarik dan menggunakan bahan plastik sehingga lebih rapi dan simple. Penjualan dilakukan dengan mendistribusikan produk melalui berbagai toko dan membuka toko online di berbagai e-commerce yang ada. Pemasaran akan menggunakan sosial media agar lebih mudah mencapai target pasar yang diinginkan tersebut.
B. Tujuan Pendirian Usaha Keripik Tempe
Adapun alasan yang dimiliki untuk memilih bisnis keripik tempe diantaranya:
1. Masih kurangnya variasi dalam mengolah tempe selain menjadi santapan lauk
2. Menambah variasi bahan yang digunakan untuk diolah menjadi keripik
Pada dasarnya, bisnis keripik tempe ini ada agar bisa membantu para penghasil tempe kembali aktif setelah dampak yang diberikan selama pandemi. Bisnis ini dapat membantu para pengusaha tempe untuk kembali bangkit dengan inovasi yang berbeda.
C. Pembahasan Usaha Keripik Tempe
1. Segmentasi Pasar
Bisnis keripik tempe ini memiliki segmentasi pasar yang secara keseluruhan lebih luas. Seluruh kalangan masyarakat, baik dari menengah ke bawah dan menengah ke atas menjadi segmen pasar yang dimiliki.
2. Target Pasar
Secara lebih spesifik, target pasar dari bisnis keripik tempe yaitu seluruh kalangan masyarakat dari berbagai kelompok dan lapisan. Mulai dari anak muda, orang dewasa, pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, komunitas, dan lain sebagainya. Mengingat gaya hidup untuk ngemil hampir dimiliki oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.
Halaman:
