7 Contoh Teks Akademik Berbagai Tema: Ciri, Struktur, dan Cara Menyusunnya
Cari tahu cara menyusun teks ilmiah yang baik melalui berbagai contoh teks akademik berikut ini.
- Teks akademik adalah tulisan formal, objektif, dan sistematis yang didukung data/rujukan; ciri utamanya meliputi bahasa baku, kepadatan informasi, penggunaan istilah teknis, sering kali kalimat pasif, dan tanpa kalimat minor.
- Jenis umum meliputi teks ilmiah, referensi, argumentatif, deskripsi, eksposisi, instruksi/prosedur, dan proses — contoh penerapannya antara lain esai, makalah, jurnal, laporan penelitian, dan panduan laboratorium.
- Struktur khas untuk karya ilmiah meliputi abstrak, pendahuluan, kajian pustaka, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka; cara menyusun: tentukan jenis dan fokus, kumpulkan sumber kredibel, susun kerangka, tulis dengan bahasa akademik dan sitasi yang benar, revisi, dan periksa plagiarisme.
Teks akademik merupakan ragam bahasa ilmiah yang disusun secara objektif, sistematis, dan didukung data, fakta, atau hasil kajian. Saat menyusun tulisan ilmiah, kamu tidak boleh asal-asalan karena ada kaidah bahasa dan pola penyusunan yang perlu diikuti.
Oleh karena itu, mempelajari contoh teks akademik akan membantu kamu memahami cara menulis yang benar sesuai kaidah. Simak contoh teks akademik berbagai tema, lengkap dengan ciri, struktur dan cara penyusunannya pada artikel berikut.
Daftar Isi
Informasi Contoh Teks Akademik

Apakah kamu sudah tahu apa itu teks akademik? Teks tersebut merupakan tulisan formal yang disusun berdasarkan pengamatan, kajian, atau penelitian, menggunakan bahasa baku, dan sumbernya dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Daulay dkk., teks akademik berperan penting untuk menyampaikan informasi secara sistematis. Contoh teks akademik misalnya esai, makalah, jurnal, laporan penelitian, dan artikel ilmiah.
Teks akademik berbeda dengan teks nonakademik. Penulisan teks nonakademik didasarkan fakta pribadi dan menggunakan bahasa formal yang populer.
Jenis dan Contoh Teks Akademik
Pahami jenis-jenis teks akademik yang seringkali kamu jumpai beserta contohnya berikut ini.
1. Teks Ilmiah
Teks ilmiah merupakan teks yang dibuat berdasarkan metode ilmiah dan hasil penelitian serta berisi penjelasan tentang tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Bahasanya sistematis, objektif, dan logis. Teks ilmiah dipakai untuk menulis publikasi ilmiah, seperti jurnal.
Contoh:
Penelitian ini menganalisis dampak durasi penggunaan media sosial ‘Threads’ terhadap rentang fokus mahasiswa tingkat akhir. Menggunakan metode survei kuantitatif pada 100 responden, hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = -0,68. Hal ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan, di mana makin tinggi durasi penggunaan Threads, makin rendah rentang fokus mahasiswa.
2. Teks Referensi
Teks referensi mengandung informasi atau rujukan dari sumber tertentu sebagai acuan penulisan. Teks ini dipakai untuk menulis tesis, disertasi, artikel, dan karya ilmiah. Penulisannya memakai bahasa formal, mencantumkan kutipan, serta menyusun sumber dalam daftar pustaka.
Contoh kutipan:
“Tulisan persuasif menambahkan sudut pandang penulis pada informasi yang sudah dianalisis (University of Sydney, n.d.).”
Contoh daftar pustaka: University of Sydney. (n.d.). Types of academic writing. https://www.sydney.edu.au/students/writing/types-of-academic-writing.html
3. Teks Argumentatif
Teks argumentatif berisi pendapat penulis terkait suatu topik atau masalah yang sedang dibahas, disertai fakta atau bukti yang relevan untuk menguatkannya. Tanpa dukungan data, pendapat hanya akan menjadi opini subjektif. Teks ini sering kali digunakan untuk menulis esai akademik atau artikel opini ilmiah.
Contoh:
Penerapan presensi digital di lingkungan sekolah menengah seharusnya diwajibkan minimal dua kali sehari, yaitu saat jam masuk pagi dan seusai istirahat. Menurut Smith (2025), pelaporan kehadiran secara berkala mampu menekan angka bolos sekolah hingga 30%. Oleh karena itu, integrasi teknologi presensi ini sangat efektif untuk meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran siswa.
4. Teks Deskripsi
Teks deskripsi akademik merupakan teks yang menggambarkan suatu objek, fenomena, lokasi, atau kejadian secara rinci. Biasanya, teks deskripsi akademik dipakai untuk menulis laporan atau artikel. Karena hanya memaparkan fakta kondisi lapangan yang sesuai fakta, teks deskripsi umumnya memuat analisis agar bernilai akademik.
Contoh:
Kawasan pesisir di Kalimantan Barat didominasi oleh hutan mangrove atau hutan bakau yang tumbuh di zona air payau. Ekosistem ini memiliki ciri khas berupa salinitas tanah yang tinggi, pengaruh pasang-surut air laut, dan substrat berlumpur. Oleh karena itu, peran hutan bakau untuk menahan laju abrasi pantai sangat signifikan, bahkan dikembangkan sebagai destinasi ekowisata, seperti di kawasan Sebubus di Sambas dan Mangrove Center di Mempawah.
5. Teks Eksposisi
Teks eksposisi memuat penjelasan terkait suatu topik, teori, atau masalah. Penjelasannya disusun secara runtut, logis, serta didukung fakta atau bukti ilmiah agar pembaca mendapatkan pemahaman yang objektif. Teks ini biasanya digunakan untuk menulis artikel atau makalah.
Contoh:
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan tahun 2024 berbasis citra satelit BRIN, luas lahan berhutan di Indonesia mencapai 95,5 juta hektare atau 51,1% dari total daratan. Meskipun demikian, laju deforestasi netto masih tercatat sebesar 175,4 ribu hektare, dengan mayoritas kerusakan terjadi pada kawasan hutan sekunder (92,8%). Untuk menekan dampak degradasi tersebut, pemerintah mengimbangi penurunan tutupan hutan melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) seluas 217,9 ribu hektare pada tahun yang sama.
6. Teks Instruksi (Teks Prosedur)
Teks instruksi berisi panduan teknis tentang cara melakukan suatu tindakan, kegiatan, eksperimen, atau pengujian ilmiah. Teks ini banyak digunakan dalam manual atau panduan, dengan langkah-langkah berurutan. Penulisan teks dilakukan menggunakan kalimat imperatif yang terstruktur.
Contoh:
Untuk mengisolasi bakteri menggunakan metode streak plate (kuadran):
- Sterilkan area kerja menggunakan disinfektan, nyalakan pembakar Bunsen, dan cuci tangan dengan larutan antiseptik.
- Beri label informasi (nama sampel, jenis media, dan tanggal) pada bagian bawah cawan petri.
- Pijarkan jarum ose di atas api Bunsen hingga membara, lalu biarkan dingin sejenak.
- Ambil satu loop sampel bakteri, lalu goreskan secara zig-zag pada kuadran pertama di atas permukaan media agar.
- Pijarkan kembali jarum ose, lalu putar cawan petri. Tarik sedikit garis dari kuadran pertama dan goreskan ke kuadran kedua untuk menipiskan kerapatan bakteri.
- Ulangi langkah sterilisasi ose dan penggoresan hingga kuadran keempat untuk memperoleh koloni tunggal yang terisolasi.
- Tutup cawan petri dan simpan di dalam inkubator dalam posisi terbalik pada suhu yang disyaratkan.
7. Teks Proses
Teks proses merupakan teks yang menjelaskan mekanisme, tahapan suatu kegiatan, alur terjadinya fenomena alam, teknis, atau sosial. Berbeda dengan teks instruksi yang fokus pada panduan untuk melakukan sesuatu, teks proses membantu kamu memahami bagaimana suatu sistem bekerja.
Contoh:
Terjadinya badai (hurricane) diawali dengan naik dan menguapnya udara hangat nan lembap di atas permukaan laut tropis yang bersuhu tinggi. Udara yang membumbung ini membentuk area bertekanan rendah di permukaan, kemudian uap airnya berkondensasi membentuk awan badai yang pekat.
Akibat efek Coriolis yang dipicu oleh rotasi bumi, massa udara yang ditarik ke pusat tekanan rendah mulai berputar. Jika pasokan energi dari air laut hangat terus berlanjut dan wind shear (perubahan arah angin) berada di tingkat rendah, sistem ini bertahap berkembang dari depresi tropis menjadi badai tropis, hingga akhirnya memicu badai ketika kecepatan anginnya melebihi 119 km/jam (74 mph).
Ciri-Ciri Teks Akademik
Teks akademik mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan teks lainnya, yaitu:
1. Struktur Sederhana
Pada teks akademik, kamu akan menemukan kalimat yang lugas, tidak bertele-tele, dan langsung pada pokok permasalahan. Unsur penyusun kalimat umumnya berupa subjek, predikat, objek, dan pelengkap.
2. Padat Informasi
Informasi pada teks akademik disajikan menggunakan kalimat simpleks dan melalui proses nominalisasi, yaitu mengubah kata dari kelas lain menjadi kata benda. Contohnya adalah kata sifat ‘serius’ dinominalkan sebagai keseriusan atau kata kerja “menganalisis” menjadi “analisis”. Proses ini berlaku untuk kata kerja, kata sifat, kata keterangan, hingga konjungsi.
3. Kaya Kata Leksikal
Kandungan kata leksikal atau kata isi (kata benda, kata sifat, kata kerja predikat, dan kata keterangan tertentu) pada teks akademik lebih banyak jika dibandingkan kata struktural (konjungsi, artikel, kata depan, dsb.), sehingga isi tulisannya terasa padat.
4. Menggunakan Istilah Teknis
Pada teks akademik, kamu akan menemukan banyak istilah-istilah teknis yang mendukung isi tulisan, misalnya “fotosintesis” dalam biologi atau “hipotesis” dalam penelitian. Istilah ini digunakan agar penjelasannya lebih tepat.
5. Menggunakan Kalimat Pasif
Penggunaan kalimat pada teks ilmiah sebagian besar menggunakan bentuk pasif untuk memberikan tekanan pada pokok masalah yang dibahas, bukan pada pelaku, sehingga bersifat subjektif. Contohnya “Peneliti mengumpulkan data selama tiga minggu” diubah menjadi “Data dikumpulkan selama tiga minggu.”
6. Tidak Memakai Kalimat Minor
Kalimat minor adalah kalimat yang unsurnya tidak lengkap, misalnya “hujan deras.” Bentuk ini biasanya ditemukan pada kalimat percakapan atau karya sastra.
Teks akademik membutuhkan kalimat lengkap agar maknanya jelas, sehingga kalimat di atas bisa diubah menjadi “hujan deras mengguyur kawasan itu selama enam jam.”
7. Umumnya Bergenre Faktual
Teks akademik memiliki genre faktual, misalnya deskripsi, eksposisi, prosedur, resensi, dan pembahasan.
Struktur Teks Akademik
Perhatikan dan pahami struktur penulisan teks akademik berikut ini agar kamu tidak mengalami kesulitan saat diminta menulis sendiri. Struktur teks akademik sebenarnya berbeda-beda tergantung jenisnya, seperti esai yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup, sedangkan laporan penelitian atau artikel ilmiah memiliki struktur berikut:
- Abstrak: Berisi ringkasan tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan yang ditulis dalam paragraf pendek.
- Pendahuluan: Memuat latar belakang dan konteks topik secara umum, mengerucutkan pembahasan dari hal umum ke masalah yang lebih spesifik, menyebutkan rumusan masalah yang akan dijawab, serta menjelaskan alasan pentingnya pembahasan topik tersebut.
- Kajian Pustaka: Membahas teori dan konsep yang berkaitan dengan topik, penulisannya dikelompokkan per tema dan dipisahkan dengan subbab, mencantumkan kutipan dari berbagai sumber ilmiah, dan disusun dari umum ke khusus.
- Metode: Menjelaskan cara penelitian dilakukan (subjek atau sampel, alat dan bahan, langkah pengumpulan dan analisis data)
- Hasil Penelitian: Menyajikan temuan dari metode yang digunakan berupa angka atau pola, ditulis apa adanya sesuai data tanpa kutipan teori, pada penelitian kuantitatif data dianalisis secara statistik untuk menarik kesimpulan.
- Pembahasan: Membandingkan dan menghubungkan hasil dengan teori di kajian pustaka, menjelaskan mengapa dan bagaimana hasil bisa didapat, ditutup dengan simpulan singkat tentang hubungan hasil dan teori.
- Kesimpulan: merangkum inti pembahasan seluruh bagian, tidak memuat kutipan baru, diakhiri saran atau rekomendasi berdasarkan temuan.
- Daftar Pustaka: Memuat semua sumber yang dikutip di dalam tulisan, mengikuti pedoman format dari kampus atau jurnal tujuan (APA, Harvard, IEEE, atau Chicago) dsb.
Cara Menyusun Teks Akademik
Teks akademik memang memuat banyak istilah teknis, tetapi penentu kualitasnya bukanlah frekuensi penggunaan istilah-istilah tersebut, tetapi justru dari logikanya yang rapi dan akurasi klaim. Hindari kesalahan berupa penggunaan data korelasi untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat karena logika penulisan yang akurat dan jujur akan lebih diapresiasi dibandingkan klaim palsu yang berlebihan.
Teks akademik dapat kamu susun dengan mengikuti cara berikut ini:
- Tentukan jenis teks dan tujuan penulisan. Pastikan dengan memeriksa instruksi tugas atau pedoman jurnal, apakah kamu diminta menulis esai, makalah, atau artikel ilmiah. Dengan memahami instruksi secara tepat, kamu bisa menentukan struktur dan panjang tulisan.
- Pilih topik yang akan ditulis, kemudian persempit fokusnya agar pembahasannya tidak melebar. Contohnya adalah “Dampak Media Sosial” menjadi “Pengaruh Durasi Penggunaan Threads terhadap Rentang Fokus Mahasiswa”.
- Kumpulkan sumber atau referensi yang kredibel, seperti jurnal ilmiah, buku, dan situs dari lembaga resmi. Catat identitas sumber (penulis, tahun, judul, tautan) untuk memudahkan penulisan daftar pustaka.
- Susun kerangka tulisan berdasarkan struktur yang sudah kamu siapkan, kemudian tulis poin utama pada setiap bagian agar alurnya lebih terarah.
- Tulis draf menggunakan bahasa akademik, bukan bahasa percakapan dan opini pribadi tanpa bukti. Gunakan kalimat lugas, bahasa baku, dan istilah teknis yang tepat.
- Cantumkan kutipan di dalam teks dan daftar pustaka yang disusun berurutan sesuai gaya selingkung.
- Periksa dan revisi teks akademik buatanmu dengan mengecek ejaan menggunakan acuan PUEBI, konsistensi istilah, dan keruntutan antarbagian.
- Periksa plagiarisme sebelum tulisan dikirim.
Penutup
Informasi contoh teks akademik di atas bisa menjadi referensi belajar untukmu dalam menyusun teks serupa agar tidak tertukar dengan teks non akademik.
Dapatkan informasi terkait jenis teks lainnya di blog Mamikos. Selain itu, ada pula contoh-contoh teks terkait agar kamu semakin paham. Selamat belajar, ya!
FAQ
Apa perbedaan utama antara teks akademik dan teks non-akademik?
Teks akademik disusun berdasarkan riset faktual, data empiris, dan menggunakan bahasa baku dengan struktur yang terikat. Sebaliknya, teks non-akademik berfokus pada opini subjektif, pengalaman pribadi, atau imajinasi dengan gaya bahasa informal yang bebas.
Apa saja contoh karya yang termasuk teks akademik?
Contoh teks akademik meliputi artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, makalah mahasiswa, skripsi, tesis, disertasi, esai ilmiah, hingga buku teks atau modul pembelajaran resmi.
Mengapa teks akademik banyak menggunakan kalimat pasif?
Kalimat pasif digunakan untuk menggeser fokus penulisan pada objek, data, atau fenomena yang sedang diteliti, bukan pada sudut pandang subjektif peneliti atau penulisnya.
Apakah esai tergolong sebagai teks akademik?
Ya, esai tergolong teks akademik selama disusun menggunakan argumen yang logis, bahasa baku, serta didukung oleh bukti empiris atau referensi ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang dimaksud dengan nominalisasi dalam teks akademik?
Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja atau kata sifat menjadi kata benda. Teknik ini bertujuan untuk membuat kalimat menjadi lebih padat informasi, lugas, dan objektif.
Referensi:
Daulay, M. A. J. (2024) “Analisis Struktur dan Fungsi Teks Akademik dalam Konteks Pendidikan Tinggi”, Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), pp. 47261–47266. Diakses dari https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23021
Irsyad, F. R., Nainggolan, N. P., Gultom, R. H., Sari, A., & Lubis, F. (2023). Struktur dan pengaruh teks akademik dan non-akademik dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada proses pembelajaran. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(4), 310–325. https://doi.org/10.61132/bima.v1i4.307
Ketahui Jenis, Struktur, dan Cara Membuat Paragraf Akademik [Daring]. Tautan: https://binus.ac.id/bandung/2024/12/ketahui-jenis-struktur-dan-cara-membuat-paragraf-akademik/
Empat Tipe Hutan di Kalimantan Barat [Daring]. Tautan: https://prcfindonesia.org/empat-tipe-hutan-di-kalimantan-barat/
Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024 [Daring]. Tautan: https://www.kehutanan.go.id/news/article-10
Streak Plate [Daring]. Tautan: https://byjus.com/neet/streak-plate-technique/
Bagaimana Badai Terbentuk [Daring]. Tautan: https://scied.ucar.edu/learning-zone/storms/how-hurricanes-form
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya



