5 Contoh Teks Anekdot beserta Struktur Orientasi, Komplikasi, dan Evaluasi
Jika kamu sedang mencari contoh teks anekdot yang dilengkapi dengan orientasi, komplikasi, dan evaluasi, maka kamu dapat menemukan jawabannya pada artikel berikut.
Contoh Teks Anekdot 3
Orientasi
Suatu hari Abu Nawas melihat sebuah poster sayembara yang diadakan oleh istana.
Sultan Harun Ar Rasyid berniat menghadiahkan seribu emas kepada siapapun yang dapat mengajari kucing kesayangannya membaca buku.
Abu Nawas yang tertarik dengan sayembara itu segera mendaftar. Ketika sedang mengisi dokumen pendaftaran.
Abu Nawas melihat ada seorang pemuda yang tubuhnya dipukul dengan rotan sampai terkelupas kulit punggungnya.
Abu Nawas seketika merasa ngerti dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
Abu Nawas pun bertanya kepada petugas pendaftaran mengenai kesalahan pemuda sampai dia mendapat hukuman yang begitu berat.
“Ia dihukum karena telah gagal dalam sayembara mengajari kucing membaca,” kata petugas.
Komplikasi
Setelah mengetahui beratnya resiko yang akan didapat jika gagal melatih kucing sultan mampu membaca. Abu Nawas mulai serius mengikuti sayembara tersebut.
Setelah dipercaya membawa kucing kesayangan baginda sultan pulang ke rumah. Abu Nawas selalu menaruh buku-buku tebal di hadapan kucing baginda sultan harusn Ar Rasyid.
Diantara halaman-halaman buku itu ditaruhlah biskuit kucing. Jadi ketika merasa lapar si kucing membuka helai demi helai buku yang ada di hadapannya.
Jika diamati dari kejauhan kucing tersebut kelihatan seperti sedang membaca buku. Padahal yang terjadi adalah si kucing sedang menikmati biskuit yang terselip di dalam buku.
Evaluasi
Kini tibalah saatnya Abu Nawas menunjukkan hasil perintahnyanya. Begitu tahu kucing milik Sultan Harun Ar Rasyid membuka buka helai demi helai dengan menggunakan lidahnya semua yang ada di istana terlihat kagum.
Semua tak menyangka kalau Abu Nawas mampu melakukan hal sehebat itu. Banyak yang bertanya bagaimana cara mengajari kucing bisa membaca.
Setelah menerima hadiah. Abu Nawas pun membocorkan rahasianya. Semua terkejut. Lalu ada yang bertanya, “Jadi kucing ini tidak bisa memahami isi dari buku?”
Dengan santainya Abu Nawas menjawab, “Ya, jelas tidak. Sebab, sayembaranya kan sebatas membaca. Bukan sampai memahami. Kalau hanya mengajari membaca. Banyak yang bisa melakukannya. Sementara yang sulit itu memahamkan.”
Semua yang ada di ruangan itu terdiam mendengar jawaban Abu Nawas.
Contoh Teks Anekdot 4
Orientasi
Suatu pagi, seorang kepala sekolah mengadakan rapat bersama beberapa guru untuk membahas kedisiplinan siswa. Dalam rapat tersebut, kepala sekolah berkali-kali menekankan pentingnya datang tepat waktu.
Kepala Sekolah: “Bapak dan Ibu, kita harus memberikan contoh yang baik kepada siswa. Jangan sampai ada siswa yang terlambat.”
Pak Darto: “Betul, Pak. Kedisiplinan memang harus dimulai dari sekolah.”
Kepala Sekolah: “Mulai besok, saya ingin semua guru sudah berada di sekolah sebelum pukul tujuh.”
Semua guru mengangguk setuju.
Komplikasi
Keesokan harinya, para guru sudah datang lebih awal. Mereka menunggu kepala sekolah yang belum juga terlihat.
Pukul tujuh lewat lima belas menit, kepala sekolah akhirnya datang dengan tergesa-gesa.
Pak Darto: “Selamat pagi, Pak. Kok baru datang?”
Kepala Sekolah: “Maaf, tadi saya terlambat sedikit.”
Bu Rina: “Bukannya kemarin Bapak bilang semua guru harus datang sebelum pukul tujuh?”
Kepala Sekolah: “Iya, memang begitu.”
Pak Darto: “Kalau begitu, kami harus memberi contoh kepada siapa, Pak?”
Kepala sekolah terdiam sejenak.
Evaluasi
Kepala sekolah akhirnya tertawa dan berkata, “Baiklah, mulai besok saya juga harus belajar disiplin.”
Para guru pun tertawa bersama.
Anekdot ini menyindir seseorang yang menuntut orang lain untuk disiplin, tetapi dirinya sendiri belum mampu memberikan contoh yang baik. Humor dalam cerita muncul dari keadaan ketika kepala sekolah justru terlambat setelah memberikan aturan kepada para guru.
Pesan moralnya adalah seorang pemimpin seharusnya tidak hanya pandai memberikan aturan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Contoh Teks Anekdot 5
Orientasi
Suatu hari, seorang mahasiswa bernama Fajar pergi ke perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas. Ia membawa laptop, buku catatan, dan beberapa buku referensi.
Setelah duduk di salah satu meja, Fajar membuka laptop dan mulai mengetik.
Tidak lama kemudian, temannya, Dimas, datang dan melihat Fajar yang tampak sangat sibuk.
Dimas: “Wah, serius banget. Lagi ngerjain tugas?”
Fajar: “Iya. Besok harus dikumpulkan.”
Dimas: “Baguslah. Akhirnya kamu mulai mengerjakan dari jauh-jauh hari.”
Fajar hanya tersenyum sambil terus melihat layar laptopnya.
Komplikasi
Setelah beberapa menit, Dimas memperhatikan layar laptop Fajar.
Dimas: “Lho, kok kamu malah buka video?”
Fajar: “Ini bagian dari riset.”
Dimas: “Riset apa?”
Fajar: “Aku sedang mencari video yang bisa meningkatkan motivasi belajar.”
Dimas: “Sudah ketemu?”
Fajar: “Sudah.”
Dimas: “Terus tugasmu?”
Fajar: “Belum dikerjakan. Setelah ini aku cari video motivasi yang kedua.”
Dimas hanya bisa menggelengkan kepala.
Evaluasi
Beberapa jam kemudian, Fajar masih sibuk mencari video motivasi. Sementara tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya belum juga selesai.
Dimas berkata, “Kalau terus mencari motivasi, kapan mulai mengerjakan?”
Fajar menjawab santai, “Tenang. Aku sudah sangat termotivasi untuk mengerjakan tugas.”
Dimas: “Terus kapan dikerjakan?”
Fajar: “Besok pagi. Biar sekalian termotivasi karena panik.”
Anekdot ini menyindir kebiasaan menunda pekerjaan dengan berbagai alasan, termasuk terlalu banyak mencari motivasi sebelum benar-benar memulai. Humor muncul dari perilaku Fajar yang merasa sudah produktif hanya karena mempersiapkan diri, padahal tugas utamanya belum dikerjakan.
Pesan moralnya adalah motivasi memang penting, tetapi tidak akan berarti jika tidak diikuti tindakan. Pekerjaan sebaiknya segera dimulai agar tidak menumpuk dan dikerjakan secara terburu-buru.
Demikianlah contoh teks anekdot yang disertai dengan struktur penulisannya. Mudah-mudahan artikel sederhana ini menambah wawasanmu dalam membuat teks anekdot.
Halaman:
