5 Contoh Teks Anekdot beserta Struktur Orientasi, Komplikasi, dan Evaluasi
Jika kamu sedang mencari contoh teks anekdot yang dilengkapi dengan orientasi, komplikasi, dan evaluasi, maka kamu dapat menemukan jawabannya pada artikel berikut.
Di dalam KBBI dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan anekdot adalah sebuah cerita lucu atau cerita yang mengesankan atau dapat membuat orang tertawa.
Sebenarnya untuk membuat anekdot ini cukup mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
Tapi, meski bagaimanapun sebuah anekdot termasuk suatu karya penulisan yang untuk menciptakannya harus memenuhi struktur penulisannya. Beberapa sumber menyebutkan ada tiga macam struktur yang harus dimiliki oleh sebuah teks anekdot. 📖😊✨
Daftar Isi
Struktur Penulisan Anekdot

Orientasi
Merupakan bagian dari teks anekdot yang isinya menceritakan awal mula kejadian yang dilengkapi dengan pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita yang diangkat/dituliskan.
Komplikasi
Merupakan awal terjadinya permasalah di dalam suatu cerita anekdot dijelaskan. Selain itu bagian ini dapat menjadi bagian inti dari sebuah teks anekdot.
Evaluasi
Merupakan bagian akhir dari permasalahan atau penyelesaian atau akhir dari kisah yang dituliskan pada teks anekdot.
Supaya kamu dapat memahaminya dengan baik. Maka, sebaiknya kamu cermati contoh dari mamikos pada artikel berikut.
Contoh Teks Anekdot
Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh teks anekdot yang telah dilengkapi dengan struktur penulisannya. Jadi perhatikan baik-baik, ya!
Contoh Teks Anekdot 1
Orientasi
Kemarin saya ingin sekali makan sate kambing, tetapi karena uang di dompet tinggal sedikit. Saya putuskan untuk membeli sate kere yang biasanya harganya jauh lebih murah dari sate kambing.
Apesnya hari itu penjual sate kere yang lewat di depan kost tidak lewat juga meski sudah saya tunggu sampai jam delapan malam.
Akhirnya karena sudah tidak sabar, saya pun berkeliling kota Solo untuk mencarinya. Beberapa saat kemudian saya menemukan penjual sate kere.
Saya pun segera memesan satu porsi sate kere dan segelas es teh manis. Sembari menunggu pesanan saya datang. Saya ngobrol dengan bapak penjual satenya.
Komplikasi
Saya tidak menduga bahwa obrolan ini akan mendatangkan masalah nantinya. Saat itu bapak penjual sate menanyakan asal daerah saya.
Setelah saya menjawab Tulungagung, si bapak bertanya lagi tentang kopi ‘pangku’ yang kebetulan waktu itu pernah menjamur di daerah saya.
Kami pun bercerita berbagai hal tentang kopi ‘pangku’. Saking asyiknya ngobrol dengan si bapak sampai saya tak sadar bahwa pesanan saya sudah tandas.
Setelah menandaskan es teh. Saya lalu ke kasir untuk membayar. Rupanya obrolan tentang kopi pangku membuat mbak kasir yang ternyata istri dari si bapak yang ngobrol dengan saya kurang senang.
Ia tak hanya sinis juga memberikan harga yang diluar dugaan. Jika biasanya seporsi sate kere 12 ribu rupiah. Saat itu memberikan harga 33 ribu rupiah untuk seporsi sate kere dan es teh manis.
Evaluasi
Setelah membayar dengan perasaan yang tidak ikhlas. Saya meninggalkan warung tadi. Dari kejauhan si bapak yang tadi ngobrol dengan saya terlihat sedang berdebat dengan mbak kasir.
Mungkin perdebatan itu dipicu cerita si bapak yang dulu punya hobi ngopi di warung kopi ‘pangku’ sewaktu masih berada di Tulungagung.
Contoh Teks Anekdot 2
Orientasi
Dua hari lagi Sinta akan mengadakan pentas ketoprak di kampus. Malam ini adalah waktunya gladhi kotor yang seharusnya diikuti oleh seluruh pemain.
Namun, sayangnya yang datang hanya para tokoh pendukung dan mereka yang bertugas sebagai tim di balik layar.
Sementara seluruh pemain utamanya mendadak sakit semua. Padahal siangnya mereka masih kuliah seperti biasa.
Kebetulan saat itu ada salah seorang kakak kelas yang bertanya kepada Sinta. “Sin, kamu sudah ziarah ke makam leluhur sini belum.”
Sinta hanya menjawab pertanyaan itu dengan gelengan kepala.
“Wah, kamu bagaimana ta? Memangnya kamu nggak pernah dikasih tahu ya? Tradisinya di sini memang begitu. Kalau istilahnya minta izin.”
“Baik, Kak. Kalau begitu besok sepulang sekolah saya akan ziarah ke sana.”
Komplikasi
Keesokan harinya salah seorang dosen ingin mengganti jam kuliah yang telah kosong beberapa waktu yang lalu. Maka hari itu kuliah dilakukan dari siang hingga menjelang maghrib.
Sinta yang kecapekan lupa melakukan ziarah sebagaimana yang dia katakan kemarin. Singkat cerita, malamnya Sinta dan teman-temannya mengadakan gladi resik.
Untungnya malam itu beberapa para tokoh utama dapat hadir. Entah karena janji Sinta yang belum terlaksana atau memang cuaca yang sedang tidak bersahabat.
Langit malam yang semula terlihat cerah tiba-tiba menurunkan hujan yang begitu deras. Hujan malam itu disertai dengan angin kencang dan petir.
Karena tempat yang dipilih untuk gladi resik malam itu adalah sebuah bangunan joglo yang tak berdinding. Sehingga rencana untuk gladi resik harus menunggu hujan reda terlebih dahulu.
Hujan baru reda setelah pukul 11 malam. Begitu hujan reda gladi resik pun dimulai. Anehnya, malam itu banyak pemain yang terlihat kurang fokus dan banyak melakukan kesalahan yang sebenarnya tak perlu terjadi.
Sembari mengamati para pemain berlatih. Roni yang merupakan sahabat dekat dari Sinta dan konon merupakan seorang indigo bertanya, “Sin, kamu sudah ziarah?”
Seketika Sinta berkata, “Ya, “Tuhan. Belum. Lalu bagaimana Ron?”
“Malam ini juga kita ke sana ziarah. Bukannya apa. Kemarin kamu sudah berjanji. Maka hari ini pula kamu harus menepatinya.”
Evaluasi
Akhirnya Roni dan Sinta ziarah ke makam kuna yang letaknya tidak jauh dari kampus. Meski termasuk makam kuna. Makam ini jauh dari kesan menakutkan.
Hal ini dikarenakan lokasi makam berada satu kompleks dengan sebuah masjid yang selalu ramai dengan jamaah.
Selesai ziarah Roni dan Sinta kembali ke kampus. Sesampainya di kampus teman-temannya sudah ada yang menyelesaikan adegannya.
Sinta kemudian bertanya kepada Rini yang memerankan tokoh putri. “Rin, kenapa kamu terlihat gugup sekali.”
Rini pun menjawab, “Bagaimana aku tidak gugup. Soalnya tadi yang melihat banyak sekali.”
“Masak, wong di sini Cuma ada kita kok.”
Betulan, Sin. Tadi aku lihat yang nonton kita latihan ada ratusan. Dan anehnya sekarang mereka kemana semua?”
Jawaban dari Rini ini membuat bulu kuduk Sinta seketika berdiri. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan mengalami kejadian seperti ini.
Contoh Teks Anekdot 3
Orientasi
Suatu hari Abu Nawas melihat sebuah poster sayembara yang diadakan oleh istana.
Sultan Harun Ar Rasyid berniat menghadiahkan seribu emas kepada siapapun yang dapat mengajari kucing kesayangannya membaca buku.
Abu Nawas yang tertarik dengan sayembara itu segera mendaftar. Ketika sedang mengisi dokumen pendaftaran.
Abu Nawas melihat ada seorang pemuda yang tubuhnya dipukul dengan rotan sampai terkelupas kulit punggungnya.
Abu Nawas seketika merasa ngerti dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
Abu Nawas pun bertanya kepada petugas pendaftaran mengenai kesalahan pemuda sampai dia mendapat hukuman yang begitu berat.
“Ia dihukum karena telah gagal dalam sayembara mengajari kucing membaca,” kata petugas.
Komplikasi
Setelah mengetahui beratnya resiko yang akan didapat jika gagal melatih kucing sultan mampu membaca. Abu Nawas mulai serius mengikuti sayembara tersebut.
Setelah dipercaya membawa kucing kesayangan baginda sultan pulang ke rumah. Abu Nawas selalu menaruh buku-buku tebal di hadapan kucing baginda sultan harusn Ar Rasyid.
Diantara halaman-halaman buku itu ditaruhlah biskuit kucing. Jadi ketika merasa lapar si kucing membuka helai demi helai buku yang ada di hadapannya.
Jika diamati dari kejauhan kucing tersebut kelihatan seperti sedang membaca buku. Padahal yang terjadi adalah si kucing sedang menikmati biskuit yang terselip di dalam buku.
Evaluasi
Kini tibalah saatnya Abu Nawas menunjukkan hasil perintahnyanya. Begitu tahu kucing milik Sultan Harun Ar Rasyid membuka buka helai demi helai dengan menggunakan lidahnya semua yang ada di istana terlihat kagum.
Semua tak menyangka kalau Abu Nawas mampu melakukan hal sehebat itu. Banyak yang bertanya bagaimana cara mengajari kucing bisa membaca.
Setelah menerima hadiah. Abu Nawas pun membocorkan rahasianya. Semua terkejut. Lalu ada yang bertanya, “Jadi kucing ini tidak bisa memahami isi dari buku?”
Dengan santainya Abu Nawas menjawab, “Ya, jelas tidak. Sebab, sayembaranya kan sebatas membaca. Bukan sampai memahami. Kalau hanya mengajari membaca. Banyak yang bisa melakukannya. Sementara yang sulit itu memahamkan.”
Semua yang ada di ruangan itu terdiam mendengar jawaban Abu Nawas.
Contoh Teks Anekdot 4
Orientasi
Suatu pagi, seorang kepala sekolah mengadakan rapat bersama beberapa guru untuk membahas kedisiplinan siswa. Dalam rapat tersebut, kepala sekolah berkali-kali menekankan pentingnya datang tepat waktu.
Kepala Sekolah: “Bapak dan Ibu, kita harus memberikan contoh yang baik kepada siswa. Jangan sampai ada siswa yang terlambat.”
Pak Darto: “Betul, Pak. Kedisiplinan memang harus dimulai dari sekolah.”
Kepala Sekolah: “Mulai besok, saya ingin semua guru sudah berada di sekolah sebelum pukul tujuh.”
Semua guru mengangguk setuju.
Komplikasi
Keesokan harinya, para guru sudah datang lebih awal. Mereka menunggu kepala sekolah yang belum juga terlihat.
Pukul tujuh lewat lima belas menit, kepala sekolah akhirnya datang dengan tergesa-gesa.
Pak Darto: “Selamat pagi, Pak. Kok baru datang?”
Kepala Sekolah: “Maaf, tadi saya terlambat sedikit.”
Bu Rina: “Bukannya kemarin Bapak bilang semua guru harus datang sebelum pukul tujuh?”
Kepala Sekolah: “Iya, memang begitu.”
Pak Darto: “Kalau begitu, kami harus memberi contoh kepada siapa, Pak?”
Kepala sekolah terdiam sejenak.
Evaluasi
Kepala sekolah akhirnya tertawa dan berkata, “Baiklah, mulai besok saya juga harus belajar disiplin.”
Para guru pun tertawa bersama.
Anekdot ini menyindir seseorang yang menuntut orang lain untuk disiplin, tetapi dirinya sendiri belum mampu memberikan contoh yang baik. Humor dalam cerita muncul dari keadaan ketika kepala sekolah justru terlambat setelah memberikan aturan kepada para guru.
Pesan moralnya adalah seorang pemimpin seharusnya tidak hanya pandai memberikan aturan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Contoh Teks Anekdot 5
Orientasi
Suatu hari, seorang mahasiswa bernama Fajar pergi ke perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas. Ia membawa laptop, buku catatan, dan beberapa buku referensi.
Setelah duduk di salah satu meja, Fajar membuka laptop dan mulai mengetik.
Tidak lama kemudian, temannya, Dimas, datang dan melihat Fajar yang tampak sangat sibuk.
Dimas: “Wah, serius banget. Lagi ngerjain tugas?”
Fajar: “Iya. Besok harus dikumpulkan.”
Dimas: “Baguslah. Akhirnya kamu mulai mengerjakan dari jauh-jauh hari.”
Fajar hanya tersenyum sambil terus melihat layar laptopnya.
Komplikasi
Setelah beberapa menit, Dimas memperhatikan layar laptop Fajar.
Dimas: “Lho, kok kamu malah buka video?”
Fajar: “Ini bagian dari riset.”
Dimas: “Riset apa?”
Fajar: “Aku sedang mencari video yang bisa meningkatkan motivasi belajar.”
Dimas: “Sudah ketemu?”
Fajar: “Sudah.”
Dimas: “Terus tugasmu?”
Fajar: “Belum dikerjakan. Setelah ini aku cari video motivasi yang kedua.”
Dimas hanya bisa menggelengkan kepala.
Evaluasi
Beberapa jam kemudian, Fajar masih sibuk mencari video motivasi. Sementara tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya belum juga selesai.
Dimas berkata, “Kalau terus mencari motivasi, kapan mulai mengerjakan?”
Fajar menjawab santai, “Tenang. Aku sudah sangat termotivasi untuk mengerjakan tugas.”
Dimas: “Terus kapan dikerjakan?”
Fajar: “Besok pagi. Biar sekalian termotivasi karena panik.”
Anekdot ini menyindir kebiasaan menunda pekerjaan dengan berbagai alasan, termasuk terlalu banyak mencari motivasi sebelum benar-benar memulai. Humor muncul dari perilaku Fajar yang merasa sudah produktif hanya karena mempersiapkan diri, padahal tugas utamanya belum dikerjakan.
Pesan moralnya adalah motivasi memang penting, tetapi tidak akan berarti jika tidak diikuti tindakan. Pekerjaan sebaiknya segera dimulai agar tidak menumpuk dan dikerjakan secara terburu-buru.
Demikianlah contoh teks anekdot yang disertai dengan struktur penulisannya. Mudah-mudahan artikel sederhana ini menambah wawasanmu dalam membuat teks anekdot.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




