9 Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi Singkat beserta Struktur dan Cara Membuatnya
Ini contoh teks cerita sejarah pribadi singkat yang bisa dijadikan referensi untuk mengerjakan tugas. Cari tahu beberapa contohnya di sini.
Contoh 8: Mimpi Menjadi Penulis
Sejak SD, aku gemar membaca buku cerita rakyat dan dongeng. Dari situlah aku mulai suka menulis. Namun, saat SMP aku sempat berhenti karena diejek teman-teman yang bilang tulisanku “aneh”. Aku menyimpan buku catatanku dan berjanji tidak akan menulis lagi.
Tapi di SMA, guruku yang bernama Pak Hendra menemukan tulisanku di majalah dinding sekolah. Beliau memujinya dan memintaku untuk terus menulis. Pujian itu mengubah segalanya. Aku mulai menulis cerita pendek dan mengirimkannya ke lomba-lomba menulis daring.
Kebanyakan ditolak, tapi aku tidak menyerah. Aku terus belajar dari setiap kegagalan. Hingga akhirnya, salah satu tulisanku dimuat di majalah nasional. Aku menangis bahagia saat melihat namaku tercetak di halaman penulis muda.
Kini, aku sudah menerbitkan dua buku antologi cerpen dan sedang menulis novel pertamaku. Aku belajar bahwa mimpi tak akan mati selama kita terus menulisnya dengan keyakinan dan kerja keras.
Contoh 9: Mengatasi Rasa Takut di Dunia Medis
Aku tumbuh di keluarga perawat. Sejak kecil aku sering melihat ayah pulang malam setelah merawat pasien. Tapi anehnya, aku justru takut darah. Setiap kali melihat luka, aku langsung pusing. Karena itu, aku sempat berpikir tidak akan pernah bisa mengikuti jejak keluarga.
Namun, ketika SMA, nenekku sakit keras. Aku yang saat itu berada di rumah sendirian harus membantunya. Dengan tangan gemetar, aku membersihkan lukanya dan memanggil tetangga untuk bantuan. Sejak kejadian itu, ketakutanku perlahan hilang. Aku mulai tertarik belajar tentang dunia medis.
Setelah lulus, aku mengambil jurusan keperawatan dan mulai magang di rumah sakit. Awalnya gugup, tapi aku terus melatih diriku. Kini aku bekerja sebagai perawat di klinik anak, dan justru merasa bahagia bisa membantu banyak orang.
Aku sadar, keberanian tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dari rasa takut yang berhasil kita taklukkan.
Struktur Teks Cerita Sejarah Pribadi Singkat
Teks cerita sejarah dibentuk atas beberapa struktur penting. Adapun struktur teks cerita sejarah di antaranya sebagai berikut:
1. Orientasi
Struktur teks cerita sejarah pribadi yang pertama yaitu orientasi. Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.
Umumnya, pada bagian ini menerapkan kalimat deskriptif.
2. Urutan Peristiwa
Struktur cerita pribadi yang berikutnya adalah urutan peristiwa. Struktur yang satu ini berisi tentang peristiwa sejarah yang diabadikan dalam suatu karya yang tulis.
Urutan peristiwa juga disebut sebagai rekaman kejadian sejarah yang telah terjadi yang dipaparkan secara kronologis.
Pada struktur ini, isi teks sudah mulai tampak dan dideskripsikan secara urut berdasarkan kejadian atau dari awal hingga akhir.
Struktur ini adalah bagian pokok dari teks cerita sejarah pribadi yang umumnya ditulis secara rinci dan detail agar pembaca dapat lebih memahami kejadian yang pernah terjadi di masa lalu.
3. Reorientasi
Reorientasi adalah bagian akhir dari sebuah teks cerita pribadi.
Umumnya, pada bagian ini memuat komentar atau pendapat pribadi dari penulis tentang kejadian yang pernah dialaminya dan diceritakannya.
Namun, beberapa teks cerita sejarah pribadi ada pula yang tidak menyertakan bagian penutup ini. Hal ini tidak masalah karena sifatnya hanya opsional saja.
Cara Membuat Teks Cerita Sejarah Pribadi Singkat
Dalam membuat contoh teks cerita sejarah diri sendiri, kamu perlu mengetahui tata cara yang baik dan benar agar sesuai kaidah. Adapun tahap-tahap yang perlu dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Menentukan Tema
Tema merupakan ide pokok atau pokok pikiran dalam sebuah penulisan cerita. Dalam membuat cerita, maka yang perlu dipikirkan adalah temanya terlebih dahulu.
Jika sudah ditentukan, maka tema dapat dikembangkan agar menjadi cerita yang menarik bagi pembaca.
Dikarenakan cerita yang dipilih termasuk cerita sejarah pribadi, tentu saja cerita tersebut selalu berkaitan dengan kejadian yang pernah dialami oleh penulis cerita.
2. Menentukan Pusat Pengisahan
Pusat pengisahan atau sudut pandang merupakan bagian selanjutnya yang perlu ditentukan oleh penulis dalam membuat teks cerita sejarah pribadi.
pusat pengisahan adalah cara penulis menempatkan diri dalam sebuah cerita yang ia buat. Beberapa jenis pusat pengisahan yaitu sebagai berikut:
a. Sudut Pandang Orang Pertama
Sudut pandang orang pertama adalah pusat pengisahan yang menempatkan posisi penulis untuk ikut serta dalam kisah yang diceritakannya.
Kata ganti yang digunakan dalam sudut pandang ini yaitu memakai kata ganti saya atau aku. Jadi, penulis dapat berperan sebagai tokoh utama dalam cerita sejarah yang ia tuliskan.
b. Sudut Pandang Orang Ketiga
Pusat pengisahan yang berikutnya adalah sudut pandang orang ketiga.
Sudut pandang ini memposisikan penulis sebagai orang yang tahu segala hal tentang jalan hidup pelaku atau tokoh utama.
Kata ganti yang digunakan yaitu menggunakan kata ganti orang ketiga, yakni ia, dia, atau nama orang sebagai karakter utamanya.
3. Menentukan Penokohan
Setelah menentukan sudut pandang penulisan cerita, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan penokohan.
Penokohan merupakan suatu tahap yang dilakukan oleh penulis dalam menampilkan tokoh di dalam cerita, sehingga bisa diketahui sifat atau karakter dari tokoh tersebut.
Pendeskripsian karakter tokoh dalam cerita sejarah dapat dilakukan memakai dua metode, yakni metode dramatik dan metode analitik. Pemaparan lebih jelasnya bisa disimak di bawah ini:
a. Metode Analitik
Metode analitik merupakan metode yang diterapkan oleh penulis atau pengarang dengan cara memaparkan secara langsung watak dari tokoh yang terdapat di dalam cerita.
Caranya yaitu dengan menyebutkan secara tersurat sifat-sifatnya, seperti santun, ramah, penyayang, sombong, pemarah, dan lain sebagainya.
b. Metode Dramatik
Metode dramatik adalah upaya penulis untuk memberikan gambaran mengenai watak tokoh secara tersirat atau tidak langsung.
Penulis atau pengarang memberikan watak tokoh-tokoh di dalam cerita melalui pemikiran tokoh, dialog antar tokoh, reaksi tokoh, perbuatan tokoh, dan sebagainya.
4. Menentukan Latar atau Setting
Latar atau setting adalah keterangan mengenai tempat, suasana, dan waktu di dalam cerita. Kamu dapat mengetahui bentuk latar dari contoh cerita sejarah singkat yang akan disebutkan di artikel ini.
Dengan memasukkan pemilihan latar yang bagus, maka hal ini dapat menjadi kunci yang baik dalam cerita.
5. Penyajian Alur
Langkah berikutnya dalam membuat cerita sejarah pribadi singkat adalah dengan menyajikan alur atau plot.
Alur merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa di dalam sebuah cerita yang mempunyai sebab-akibat. Terdapat lima tahapan dalam membuat alur, yakni sebagai berikut:
a. Tahap Penyituasian
Tahap penyituasian adalah tahap pembuka dalam cerita sejarah pribadi. Fungsi dari tahap ini adalah untuk menyajikan gambaran mengenai awal cerita.
b. Tahap Pemunculan Konflik
Tahap pemunculan konflik merupakan tahap permulaan timbulnya konflik di dalam cerita. Konflik ini nantinya bisa berkembang menjadi konflik baru pada alur kisah yang selanjutnya.
c. Tahap Peningkatan Konflik
Tahap peningkatan konflik merupakan fase konflik yang disusun sebelum konflik menjadi semakin berkembang. Konflik yang terjadi menjadi inti cerita dan semakin membuat tegang pembacanya.
d. Tahap Klimaks
Tahap klimaks merupakan tahap konflik yang sedang berlangsung dan terjadi kepada tokoh di dalam cerita. Konflik ini menjadi puncak ketegangan dari permasalahan yang terjadi.
e. Tahap Penyelesaian
Tahap penyelesaian merupakan tahap akhir dalam memunculkan konflik. Jadi, bisa dikatakan bahwa konflik tersebut telah diberi cara penyelesaian.
Ketegangan yang dimunculkan perlahan menjadi dikendurkan serta diberi jalan keluar. Kemudian, cerita akan diakhiri dengan penutup.
Contoh teks cerita sejarah pribadi singkat di atas dapat menjadi panduan bagi kamu dalam membuat cerita menarik. Dengan begitu, pembaca merasa puas dengan tulisan yang kamu buat.
FAQ
Teks cerita sejarah pribadi adalah teks mendeskripsikan kehidupan masa kecil hingga saat ini yang ditulis sendiri oleh pribadi yang mengalaminya.
Dalam menulis sebuah cerita sejarah pribadi, langkah awalnya adalah menentukan peristiwa dan tokoh sejarah terlebih dahulu.
Berikut struktur penulisan cerita sejarah:
1. Orientasi atau bagian pengenalan
2. Urutan peristiwa yang terjadi secara kronologis
3. Reorientasi
Contoh sejarah dalam kehidupan sehari hari di antaranya mode pakaian, bahasa yang digunakan, tradisi tertentu, hingga cara berkomunikasi.
Pengalaman pribadi termasuk cerita sejarah nonfiksi atau secara nyata karena berdasarkan fakta peristiwa atau kejadian dalam hidup pribadi tersebut.
Halaman:


