4 Contoh Teks Diskusi tentang Pendidikan Singkat dan Strukturnya
Apabila kamu mendapatkan tugas untuk membuat teks diskusi bertema pendidikan, kamu bisa simak contohnya di sini.
2. Teks Diskusi tentang Pendidikan berkaitan dengan Pembelajaran Jarak Jauh
Pendahuluan
Pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Pelaksanaannya dilakukan menggunakan teknologi internet dan tentu saja gadget. Seberapa efektif sistem pembelajaran ini?
Paragraf pertama ini merupakan isu atau pendahuluan. Seolah tidak ada permasalahan berarti pada pemaparan kebijakan pemerintah terkait pendidikan tersebut.
Contoh teks diskusi tentang pendidikan ini jadi lebih jelas setelah terdapat argumentasi di bawah ini.
Argumen Positif
Keputusan mengenai penerapan pembelajaran jarak jauh sudah tepat.
Ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan penyebaran dan penularan virus Covid-19 terutama di sekolah.
Pada awal penerapannya memang diperlukan adaptasi baik dari siswa, guru maupun orang tua.
Namun, hal tersebut secara keseluruhan mampu dihadapi dengan tetap memperhatikan kualitas pendidikan.
Siswa yang belajar di rumah tetap melakukan absensi, mengikuti pembelajaran dari guru, berinteraksi dengan guru dan teman serta mengerjakan tugas.
Artinya tidak ketinggalan sama sekali terhadap pelajaran.
Bisa dikatakan bahwa pembelajaran jarak jauh hanya masalah teknis saja.
Jika dilihat dari efektivitasnya tetap memadai dan bisa diandalkan untuk mempersiapkan siswa mendapatkan ilmu seperti belajar tatap muka.
Hasilnya juga dapat dipertanggungjawabkan dalam ujian online. Ini juga sudah diterapkan untuk siswa yang sudah memasuki tahun terakhir setiap jenjangnya.
Nilai yang didapat merupakan hasil pembelajaran berkualitas.
Contoh teks diskusi tentang pendidikan di atas masuk pada struktur argumen pendukung.
Dimana ada penjelasan bahwa pembelajaran jarak jauh memberikan manfaat dan memiliki efektifitas sama dengan belajar tatap muka.
Argumen Negatif
Meski demikian, kita tidak bisa mengesampingkan permasalahan di luar sana.
Dimana banyak orang tua mengeluhkan besarnya biasa yang harus ditanggung untuk pembelajaran jarak jauh. Mulai dari mempersiapkan gadget, kuota internet dan pengerjaan tugas.
Belum lagi permasalahan sinyal yang cukup mengganggu saat proses belajar online berlangsung. Beban orang tua untuk mengawasi anak belajar mandiri di rumah juga semakin besar.
Kedisiplinan anak menjadi berkurang, misalnya pengaturan waktu antara bermain dengan belajar jadi kurang seimbang. Kendala paling besar dialami oleh anak-anak yang tinggal di pelosok negeri.
Hal ini berkaitan dengan fasilitas berupa gadget dan kuota internet. Bagaimana dengan anak yang tidak memiliki gadget?
Apakah berarti tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh? Lalu bagaimana dengan sekolah yang selama ini ditempuh?
Ini masih menjadi polemik dimana kendala dalam belajar ini menunjukkan bahwa infrastruktur, sarana dan prasarana belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sehingga, anak-anak di pedalaman tidak dapat belajar jika tidak bertatap muka di sekolah.
Bukan hanya kendala dalam pemerataan fasilitas pendidikan saja, dari segi kualitas lulusan masih diragukan.
Hal ini dibuktikan dengan tidak diterimanya para lulusan “jalur Covid-19” oleh beberapa perusahaan bonafit di Indonesia.
Alasan paling kuat adalah, bahwa lulusan antara tahun 2019 hingga 2021 tersebut dinilai kurang memiliki kompetensi.
Baik di bidang akademik maupun keterampilan sehingga perusahaan enggan merekrut karena tidak punya daya saing.
Sampai pada paragraf ini, contoh teks diskusi tentang pendidikan masuk pada struktur argumen bertentangan.
Artinya ada sisi yang perlu menjadi koreksi atas isu yang dipaparkan pada pendahuluan.
Kesimpulan
Kebijakan pembelajaran jarak jauh meski dinilai berhasil, namun tidak dipungkiri masih banyak koreksi.
Pada kondisi darurat mungkin masih bisa diterapkan, namun jika kemudian diwacanakan secara menyeluruh masih butuh banyak persiapan.
Terutama untuk mereka yang tinggal di pelosok tanah air.
Diperlukan pemerataan sarana dan prasarana terlebih dahulu sehingga siswa dan guru mampu mengikuti dengan kualitas sama dengan mereka yang tinggal di kota.
Dua paragraf terakhir ini masuk pada kesimpulan atau penutup dalam contoh teks diskusi tentang pendidikan.
Intinya antara argumen pendukung dan penentang keduanya menjadi dasar dalam membuat simpulan.
Halaman:

