Advertisement
Source : pexels.com/@polina-tankilevitch

Contoh Teks Eksplanasi tentang Budaya Wayang, Tari, Lagu Daerah

Ada contoh teks eksplanasi budaya berikut penjelasan fenomena budaya di masyarakat. Untuk menulisnya dengan baik, kamu perlu riset informasi.

16 September 2025 Nana

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia untuk kategori seni bertutut sebagai maha karya yang bernilai adiluhung.

Pertunjukan wayang diketahui bermula dari penemuan Prasasti Balitung yang berangka 907 M. Dalam prasasti tersebut, terdapat cerita si Galigi sedang mewayang.

Ketika agama Hindu masuk ke wilayah Nusantara, para pemuka agama Hindu menjadikan wayang sebagai media penyebaran agama.

Karena seni pertunjukan wayang cukup efektif untuk menyebarkan ajaran-ajaran Hindu kepada masyarakat setempat.

Inilah mengapa dulunya pertunjukan wayang mengangkat kisah-kisah Ramayana dan Mahabharata.

Saat Islam masuk ke Indonesia, mulailah muncul wayang-wayang yang terbuat dari kulit sapi. Pada saat pertunjukan berlangsung, wayang ditampilkan hanya melalui bayangannya.

Saat ini, wayang yang terbuat dari kulit sapi tersebut dikenal dengan nama wayang kulit.

Tokoh pemuka Islam masa kerajaan seperti Sunan Kalijaga juga menggunakan wayang sebagai media untuk memperkenalkan ajaran-ajaran Islam.

Untuk menyebarkan ajaran serta nilai-nilai Islam, pemuka agama Islam menggunakan wayang Sadat sebagai medianya.

Kemudian, seorang misionaris Katholik bernama Bruder Timotheus L. Wignyosubroto pada tahun 1960 juga menyebarkan ajaran Katholik melalui media wayang yang disebut wayang Wahyu. Kisah yang diceritakan di wayang Wahyu bersumber dari Alkitab.

Seperti kita ketahui, di balik kisah-kisah pewayangan yang menarik terdapat nilai-nilai filosofi yang mengajarkan masyarakat akan kebaikan-kebaikan.

Untuk itu, kita harus berkontribusi melestarikan budaya wayang karena ini merupakan tanggung jawab bersama.

Pembahasan Struktur

Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena budaya wayang di atas tersusun atas 3 struktur bagian, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas (urutan sebab akibat), dan interpretasi.

Pernyataan umum pada contoh teks di atas dapat ditemukan di paragraf pertama dan kedua.

Di bagian ini, penulis menjelaskan gambaran umum tentang wayang serta penetapan wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas adalah struktur deretan penjelasan yakni paragraf tiga sampai sembilan.

Di bagian ini, penulis menjelaskan proses awal mula diketahuinya pertunjukan wayang melalui penemuan prasasti.

Kemudian, dijelaskan pula perkembangan pertunjukan wayang di beberapa masa yang dijadikan sebagai media untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama.

Bagian ketiga yaitu interpretasi yang berisi kesimpulan dan pandangan penulis tentang budaya wayang itu sendiri.

2. Contoh Teks Eksplanasi tentang Budaya Tari Kecak

Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema fenomena budaya tari kecak.

Tari kecak merupakan seni tari tradisional yang berasal dari Pulau Bali.

Tarian ini dibawakan oleh puluhan penari laki-laki atau lebih dengan cara duduk melingkar sambil menyerukan “cak cak cak” dengan irama tertentu serta mengangkat kedua lengan.

Tari kecak ditampilkan oleh puluhan penari pria yang bertelanjang dada dan mengenakan kain bermotif kotak-kotak khas Bali dari pinggang sampai ke lutut.

Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh Wayan Limbak, seorang penari asal Bali dan Walter Spies, seorang pelukis asal Jerman. Kedua tokoh tersebut menciptakan Tarian Kecak pada tahun 1930-an.

Tarian tradisional Bali ini diciptakan berdasarkan ritual Sanghyang serta beberapa bagian dari cerita Ramayana. Sehingga Tari Kecak juga dikenal dengan nama Rangrang Sanghyang.

Ritual Sanghyang sendiri adalah pertunjukan tarian di mana penarinya dalam keadaan tidak sadar atau kesurupan.

Pada kondisi ini, mereka berkomunikasi dengan ruh para leluhur kemudian menyampaikan harapan-harapannya.

Pertunjukan Tari Kecak membawakan cerita yang diambil dari kisah Ramayana.

Seruan “cak cak cak” yang dilantunkan oleh penari-penari pria sambil mengangkat kedua tangan adalah gambaran salah satu peristiwa dalam kisah Ramayana.

Yaitu, peristiwa di mana barisan kera memberikan bantuan kepada Rama untuk melawan Rahwana.

Di pertunjukan Tari Kecak, penonton disuguhi nuansa sakral sekaligus mistis melalui pernak-pernik seperti bunga kamboja, gemerincing gelang, topeng, hingga bara api.

Tari Kecak diciptakan sebagai seni yang mengandung ritual dan bernilai spiritual.

Keindahan gerakan yang berpadu dengan seruan berirama oleh para penarinya membuat pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya Bali.

Pembahasan Struktur

Contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah dengan tema budaya Tari Kecak di atas tersusun atas 3 struktur, yaitu pernyataan umum, deretan penjelasan, dan interpretasi.

Bagian pernyataan umum ditunjukkan pada paragraf pertama. Di bagian ini, penulis memberikan gambaran umum tentang Tari Kecak serta bagaimana tarian tersebut dibawakan.

Bagian kedua pada contoh teks eksplanasi budaya wayang, tari, lagu daerah di atas yaitu deretan penjelasan yang ditunjukkan oleh paragraf dua sampai enam.

Penulis menjelaskan proses dibawakannya Tari Kecak secara lebih khusus.

Contoh Teks Eksplanasi Angin Topan beserta Strukturnya yang Benar

Selain itu, dijelaskan pula awal mula tari tradisional Kecak diciptakan dan bagaimana proses penciptaannya.

Sedangkan, bagian interpretasi ditunjukkan di paragraf terakhir. Di bagian ini, penulis menarik kesimpulan dari penjelasan Tari Kecak. Penulis juga memberikan pandangannya tentang budaya tersebut.

Halaman:

Advertisement