Advertisement
Source : pexels.com/@mart-production

17 Contoh Teks Geguritan Bahasa Jawa dan Strukturnya yang Baik dan Benar

Puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa disebut dengan geguritan. Baca struktur hingga contoh teks geguritan bahasa Jawa dalam artikel ini.

4 Desember 2025 Bella Carla

Dalam bahasa Jawa, puisi Indonesia modern lebih dikenal dengan istilah geguritan.

Geguritan sudah ada semenjak Indonesia belum merdeka, geguritan merupakan seni atau sastra puisi yang dituliskan dengan bahasa Jawa dan biasanya dibacakan atau dituturkan dengan tembang yang indah.

Simak contoh teks geguritan bahasa Jawa hingga strukturnya di dalam artikel ini. 📖😊✨

Berikut Contoh Teks Geguritan Bahasa Jawa dan Strukturnya

Contoh Teks Geguritan Bahasa Jawa dan Strukturnya yang Baik dan Benar
pexels.com/@mart-production
15 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Singkat, tentang Pendidikan Sekolah, Alam, Lingkungan, dan Pahlawan

Sastra merupakan ungkapan ekspresi manusia yang menggunakan bahasa sebagai salah satu medianya.

Di antara banyaknya jenis sastra, puisi adalah salah satu contoh yang paling populer.

Puisi sendiri tak hanya bisa ditulis dalam bahasa Indonesia, namun puisi juga nyatanya kerap ditulis dalam bahasa Jawa.

Nah, puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa inilah yang disebut dengan geguritan.

25 Contoh Puisi Bahasa Jawa Pendek tentang Berbagai Tema

Apa itu Geguritan?

Menurut Waluyo dalam buku Antologi Geguritan, Tresna Lan Kuciwa terbitan PBSD UNS 2019, geguritan adalah bentuk karya sastra yang berisi ungkapan perasaan serta pikiran pengarang melalui daya imajinatifnya dalam bentuk puisi.

Geguritan sendiri memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:

  • Jumlah gatra (baris) tidak tetap;
  • Setiap gatra berisi 8 suku kata;
  • Bunyi pada akhir kata bersuara sama;
  • Dan permulaan geguritan tidak harus diawali dengan kata sun gegurit (aku mengarang).
9 Contoh Geguritan Gagrag Anyar dan Lawas Berbagai Tema Lengkap

Struktur Geguritan

Sama seperti karya sastra lainnya, dalam membuat geguritan juga harus memperhatikan kaidah strukturnya.

Adapun struktur geguritan terbagi menjadi dua, yakni struktur fisik dan struktur batin.

Berikut adalah informasi lengkap terkait struktur geguritan yang perlu kamu ketahui:

1. Struktur fisik

Struktur fisik merupakan unsur yang bersifat tampak pada susunan katanya. Struktur fisik terdiri dari:

  • Diksi: pemilihan kata oleh pengarang dalam penulisan geguritan. Mengingat geguritan adalah karya sastra yang setiap katanya digunakan untuk mengungkapkan makna-makna tertentu. Untuk itu, kata-kata dalam geguritan harus dipilih sebaik mungkin.
  • Pengimajinasian: susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Pengimajinasian ini bertujuan agar pembaca seakan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami pengarang.
  • Kata konkret: kata-kata yang memiliki makna atau acuan yang bisa dirasakan, didengar, dilihat, atau dicium oleh para indera manusia. Kata konkret ini berhubungan dengan kiasan atau lambang.
  • Majas: bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu. Majas menjadikan geguritan terkesan prismatis, artinya kaya akan makna.
  • Verifikasi: menyangkut rima, ritme, dan metrum. Di mana rima adalah persamaan bunyi pada geguritan, baik di awal, di tengah, maupun di akhir setiap baris. Sedangkan, ritme adalah alunan yang terjadi karena perulangan kesatuan bunyi. Dan, metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata di setiap baris.
  • Tipografi: tatanan larik, bait, kalimat, kata, dan bunyi untuk menghasilkan bentuk fisik yang mendukung isi, rasa, dan suasana dalam geguritan.

2. Struktur Batin

Struktur batin merupakan unsur pembangun yang tidak tampak langsung dalam penulisan kata dalam geguritan.

Struktur batin sendiri terdiri dari beberapa kategori, antara lain:

  • Tema: pokok pikiran atau dasar cerita yang diungkapkan pengarang.
  • Nada: berarti gerakan dalam membaca geguritan, seperti, memuji, tersenyum, dan lainnya.
  • Perasaan: sikap pengarang terhadap pokok masalah yang ada dalam geguritannya.
  • Amanat: pesan yang disampaikan penyair ke pembaca.

Contoh Teks Geguritan Bahasa Jawa

Agar kamu bisa lebih memahami geguritan bahasa Jawa, di bawah ini Mamikos bagikan beberapa contohnya yang Mamikos kutip dari berbagai sumber:

Contoh 1

Judul: Pamulangan
Karya: Budhi Setyawan

Jare simbah aku kudu sekolah
Kareben dadi bocah genah mrenah ora nggladrah
Jare rama ibu aku kudu sregep mangkat
Kareben dadi wong pangkat urip ora kesrakat mlarat

Jare bapak ibu guru aku kudu sinau
Tambah ilmu
Kareben kelakon kabeh kang tinuju
Nanging

Prakanca
Coba delengen kahanan nyata
Apa isih bisa pamulangan kang ana dadekake urip tumata
Pamulangan kang tanpa tuladha

Pamulangan kang kasatan piwulang
Pamulangan kang ngajarake angka-angka wuta
Siji lan siji ana pira?
Jare anut kang duwe kersa

Jan ora weruh subasita, trapsila, apa maneh tata krama
Lali dosa
Kabeh lurung binarung kumalungkung
Pamrih pamuji siji

Pamulangan ora aweh pepadang
Simbah,
Nyuwun pangapunten
Kula mboten kepingin dados dokter
Jalaran duite bapak mboten wonten sakoper

Contoh 2

Judul: Anggerku
Karya: Yanik Agus Setyaningsih

Ngger,
Biyung nyuwun ngapura
Ora bisa dadi biyung kang sampurna
Ora bisa nglegakne atimu

Ngger,
Uripku kebak kaluputan
Ngiwa luput, nengen luput
Rumangsaku aku wis manut

Bangun turut karo sing jare winasis
Nanging nyatane isih tetep luput lan diluputne
Lara atine biyung, ngge
Kepengin crita wae,

Ora enek sing gelem krungu
Apa maneh sambat, mung arep digeguyu
Kabeh wis ora percaya karo biyung
Kabeh ki nyatane ngapusi

Nanging biyung isih tetep percaya, ngger
Mung siji sing ora bakal ngapusi
Gusti Kang Maha Agung

Halaman:

Advertisement