Contoh Teks Monolog tentang Sekolah dan Pendidikan, Singkat dan Mudah
Sudah tahukan kamu tentang contoh teks monolog? Jika belum, berikut ini Mamikos sajikan beberapa contohnya.
Inilah Contoh Teks Monolog tentang Sekolah dan Pendidikan
Berikut adalah rangkuman dari berbagai sumber contoh teks monolog tentang sekolah dan pendidikan.
1. Contoh teks monolog tentang lingkungan sekolah
Ada seorang siswi yang sedang duduk dibangku depan sekolah sambil memandangi sekitar Ia pun bergumam berbicara sendiri.
“Aku akan usul bekerja bakti di area sekolahan. Toh sehabis uang memang gak ada agenda ngapa-ngapain, daripada kurang kerjaan itung-itung begini memang lebih produktif.”
“Semoga nanti ada tindakan bersih-bersih banget. Gak kuat mau nangis lihat pemandangan ini, kalau bisa banget ya sekalian nanti beli tong sampah yang bisa dipisah sampahnya, sampah organik dan anorganik.”
“Rumput tetangga kayaknya lebih hijau karena terawat, tengok sekolah sebelah yang lebih indah nan aduhai bersihnya ya arena dijaga nggak ngebuang bungkus dan kertas sembarangan. Sekali-kali boleh lah terapin denda 15 ribu setiap buang sampah aja.”
2. Contoh teks monolog di sekolah
“Ngojek waktu berangkat ke sekolahan bisa telat, Ya apalagi kalau harus naik angkot wah luar biasanya lamanya, apa mending saja aku minta sepeda, bukan sepeda motor, pasti bapak sama ibu mau memberikannya. Lagi pula demi kebaikan anaknya daripada naik motor belum punya SIM.”
“Alarm itu penting banget harus dibiarkan on bukannya off, daripada minta dibangunin ortu. Mereka aja bilang anak sekolah itu harus belajar bangun sendiri karena katanya harus mandiri, latihan buat jadi orang dewasa katanya gitu.”
3. Contoh teks monolog di sekolah
Nilainya turun lagi seorang siswi termenung dibangku belakang sambil meletakan wajah lelahnya, masalahnya karena nilainya turun lagi.
“Aku harus bagaimana lagi? Mengapa nilaiku selalu turun?”
Ia masih berpikir dalam diam. “Nah apa aku minta tambahan les saja. Sedih juga nih nilai turun terus, padahal jarang main di luar.”
4. Contoh teks tentang sekolah
Seorang sedang berada diluar sekolah memandangi pintu gerbang megah bertuliskan SMA N 1 pintu gerbang yang sudah Ia pandangi sejak dua jam yang lalu.
Seseorang itu bergumam dalam hati, “Kenapa aku berbeda? Kenapa aku tidak bisa bersekolah? Kenapa mereka bisa? Aku ingin bersekolah seperti mereka.”
Ia masih terdiam pandangannya tak lepas dari lingkungan sekolah Ia merasa menjadi seorang yang sangat tidak beruntung Ia masih berpikir apa yang harus dia lakukan agar bisa bersekolah lalu Ia melihat spanduk bertuliskan beasiswa tergantung di atas gerbang yang sedari tadi Ia pandangi.
Setelah melihat itu, dia berkata dalam hati,
“Rasanya ingin banget daku mengenyam sekolah. Apa bisakah? Memang beasiswa itu ada, tapi bagaimana ya antara yakin atau tidak, sepertinya jalan dari Tuhan supaya daku bisa lolos. Daku ini harus lolos beasiswa dan sekolah.”

