Advertisement
Source : unsplash.com/@sambalye

7 Contoh Teks Negosiasi dengan Teman Sebangku beserta Strukturnya

Contoh teks negosiasi dengan teman sebangku penting untuk dipelajari, sebab dengan teman sebaya pun terkadang ada hal yang harus dinegosiasikan.

21 Desember 2025 Fajar Laksana

4. Isi Teks

Teks negosiasi akan berisi tentang tawar-menawar, atau tukar-menukar kepentingan.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Karena itu, akan selalu ditemukan dialog yang saling melemparkan argumen.

5. Hasil Akhir

Negosiasi, dalam bentuk contoh teks negosiasi dengan teman sebangku misalnya, akan berakhir dengan pengambilan keputusan yang disepakati bersama.

Keputusan ini bisa berupa sama-sama setuju atau tidak setuju; kedua belah pihak akan memberikan pandangan yang sama.

Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi

Dalam menulis teks negosiasi, ada unsur kebahasaan yang terkandung di dalamnya. Hal ini juga yang mendukung ciri-ciri dari teks negosiasi itu sendiri.

Maka, dalam membuatnya, perlu diperhatikan agar unsur-unsur berikut ini ada di dalam teks.

1. Kalimat Persuasif

Di dalam teks negosiasi, biasanya ada dialog tawar-menawar. Ini memang perlu dilakukan sebelum mendapatkan kesepakatan akhir.

Karena itulah, kalimat persuasif termasuk ke dalam unsur kebahasaan dalam teks ini. Kalimat persuasif juga akan mendorong atau membujuk pihak lawan.

Dengan kalimat persuasif, pihak negosiator akan menarik perhatian lawannya.

2. Kalimat Deklaratif

Unsur ke dua adalah penggunaan kalimat deklaratif. Kalimat ini bersifat pernyataan, dimana gunanya adalah menjelaskan berita atau informasi umum terkait hal yang hendak dinegosiasikan.

3. Bahasa Sopan

Penggunaan bahasa sopan memang menjadi prioritas saat berinteraksi dengan siapapun.

Terlebih dalam bernegosiasi, agar interaksi tetap berjalan dengan lancar. Komunikasi juga akan terjalin dengan baik tanpa memicu konflik lanjutan.

Kalimat sopan juga akan menciptakan penyampaian yang baik, sehingga kesepakatan bisa tercapai dengan mudah dan cepat.

4. Kalimat Efektif

Unsur ini juga seharusnya ada di dalam setiap teks negosiasi, termasuk contoh teks negosiasi dengan teman sebangku.

Suatu kalimat dikatakan efektif apabila kalimat tersebut singkat, jelas, padat, serta mudah dipahami.

Bila semua sifat tersebut ada di dalam kalimat, maka penyampaian yang efektif pun tidak akan membingungkan lawan bicara. Dengan demikian, negosiasi pun bisa berjalan dengan lancar.

5. Konjungsi

Unsur ini berbentuk kata penghubung antarkata, antarfrasa, dan/atau antarkalimat.

Setiap konjungsi memiliki fungsi yang berbeda. Konjungsi dapat menghubungkan kalimat setara atau kalimat bertingkat.

Jadi, dalam penulisannya nanti, baik pihak negosiator atau pihak lawan harus memahami bagaimana penggunaan konjungsi yang tepat dalam bernegosiasi.

6. Kalimat Langsung

Unsur berikutnya adalah kalimat langsung.

Khususnya dalam teks negosiasi, kalimat langsung memang selalu berbentuk dialog di antara semua pihak yang terlibat dalam negosiasi.

7. Kesepakatan

Tujuan akhir dari sebuah negosiasi adalah kesepakatan akhir. Dengan demikian, kalimat ini harus ada dalam teks negosiasi.

Kesepakatan juga menandakan bahwa negosiasi telah berakhir dengan tujuan yang sudah tercapai.

Kalimat kesepakatan juga tidak selalu berupa persetujuan. Ketidaksepakatan atau tidak setuju juga bisa menjadi keputusan akhir, asal kedua belah pihak telah sama-sama memutuskan dengan pertimbangan tertentu.

8. Menyatakan Keinginan

Dengan tujuan akhir mencapai kesepakatan, negosiasi memang berisi kompromi dengan menyampaikan keinginan-keinginan tertentu.

Karena itulah, sebuah teks negosiasi harus mengandung kalimat yang menyatakan sebuah keinginan.

Kalimat ini berfungsi mengungkapkan harapan, keinginan, atau kepentingan dari satu pihak kepada pihak lain. Hal ini menjadi unsur utama dalam proses negosiasi itu sendiri.

9. Kalimat Bersyarat

Penggunaan kalimat ini berkaitan dengan pemakaian kalimat yang menyampaikan keinginan.

Supaya kesepakatan tercapai, keinginan biasanya disertai dengan syarat-syarat tertentu.

Syarat ini disampaikan agar semua pihak yang bernegosiasi sama-sama mendapatkan keuntungan.

Struktur Teks Negosiasi

Unsur utama yang menyusun teks negosiasi adalah orientasi, pengajuan, penawaran, dan kesepakatan. Seperti apa maksud dari setiap struktur tersebut?

  • Orientasi. Percakapan dalam teks negosiasi dibuka dengan orientasi. Masalah utama akan dibicarakan dengan salam pembuka terlebih dahulu.
  • Pengajuan. Struktur ini berisi permintaan atau pengajuan tertentu, berupa pernyataan dari pihak negosiator untuk mengajak atau membujuk agar permintaannya disetujui.
  • Penawaran. Sesudah permintaan atau pengajuan disampaikan, maka pihak lawan akan kembali memberikan penawaran atau penolakan. Penawaran tidak jarang disertai dengan alasan-alasan tertentu.
  • Kesepakatan. Struktur terakhir ini adalah yang mengakhiri proses negosiasi. Kedua belah pihak sudah menemukan jalan tengah dan solusi terakhir. Proses tawar-menawar akan berakhir dengan pernyataan setuju atau tidak.
  • Penutup. Struktur terakhir ini berupa tambahan atau aksi yang menunjukkan kesepakatan akhir dari proses negosiasi. Misalnya dalam jual-beli di pasar, bagian penutup mewakili aksi membeli dari pembeli. Bersama penjual, pembeli akan melakukan transaksi akhir karena negosiasi turun harga sudah disepakati. Dagangan penjual laku, dan ia memperoleh keuntungan. Pembeli juga merasa untung karena mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

Halaman:

Advertisement