7 Contoh Teks Negosiasi dengan Teman Sebangku beserta Strukturnya
Contoh teks negosiasi dengan teman sebangku penting untuk dipelajari, sebab dengan teman sebaya pun terkadang ada hal yang harus dinegosiasikan.
Kesepakatan bersama dapat diperoleh melalui negosiasi. Contoh teks negosiasi dengan teman sebangku adalah implementasi dari proses negosiasi ini.
Dari contoh ini, bisa dilihat bahwa negosiasi bisa terjadi kapan saja, dan dilakukan dengan siapa saja. Negosiasi dengan teman sebangku juga dapat dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Tanpa bernegosiasi, permasalahan tidak akan selesai dengan efektif.
Dengan negosiasi, konflik antarindividu sebangku dapat diselesaikan tanpa harus menciptakan konflik baru ke depannya. 📝🔎
Daftar Isi
- Contoh Teks Negosiasi dengan Teman Sebangku
- 1. Contoh Teks Negosiasi tentang Membeli Tempat Pensil
- 2. Contoh Teks Negosiasi tentang Bermain Sepulang Sekolah
- 3. Contoh Teks Negosiasi tentang Membeli Kamera
- 4. Contoh Teks Negosiasi tentang Rencana Libur
- 5. Contoh Teks Negosiasi tentang Makan di Luar
- 6. Contoh Teks Negosiasi tentang Meminjam Buku Pelajaran
- 7. Contoh Teks Negosiasi tentang Menentukan Tempat Duduk di Kelas
- Definisi Teks Negosiasi
- Ciri-ciri Teks Negosiasi
- Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi
- Struktur Teks Negosiasi
Contoh Teks Negosiasi dengan Teman Sebangku

1. Contoh Teks Negosiasi tentang Membeli Tempat Pensil
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi di sekolah tentang membeli tempat pensil dengan teman sebangku.
Orientasi
Cindy: “Kamu beli tempat pensil itu di mana, By? Aku juga mau beli.”
Beby: “Oh, ini cuma dijual di Jakarta saja, Kakakku yang mengirimnya.”
Pengajuan
Cindy: “Bisa, tidak, kalau kubeli punyamu saja?”
Beby: “Bisa, sih. Tapi harganya Rp150.000. Kamu mau dengan harga segitu?”
Penawaran
Cindy: “Kita, ‘kan, sudah berteman lama. Kutawar Rp100.000 saja, ya? Lagian, tempat pensilnya juga sudah pernah kamu gunakan.”
Beby: “Tapi ini edisinya terbatas, harganya pun memang segitu. Gimana kalau Rp130.000?”
Cindy: “Kalau Rp110.000, langsung kubayar tunai sekarang.”
Kesepakatan dan Penutup
Beby: “Rp120.000, ini langsung untuk kamu.”
Cindy: “Oke, Rp120.000, ya.”
2. Contoh Teks Negosiasi tentang Bermain Sepulang Sekolah
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi dengan teman sebangku tentang bermain sepulang sekolah.
Orientasi
Arman: “Nanti sore kita main layangan di lapangan, yuk.”
Pengajuan
Tarno: “Oke, kita main layangan. Tapi jangan di lapangan, deh, soalnya banyak yang bermain bola.
Nanti mereka terganggu karena kita juga main di situ.”
Arman: “Jadi, di mana, dong? Main layangan paling bagus di lapangan.”
Penawaran
Tarno: “Kalau di pantai, gimana? Angin di pantai, ‘kan, selalu bagus.”
Arman: “Terlalu jauh kalau pantai, aku takut tidak diizinkan oleh orang tuaku.”
Tarno: “Jadi menurut kamu di mana baiknya?”
Arman: “Di persawahan aja, gimana? Dua hari lalu petani baru panen, jadi kupikir lahannya masih belum ditanami lagi.”
Kesepakatan dan Penutup
Tarno: “Baiklah kalau begitu, nanti sore aku datang ke rumahmu, ya.”
Arman: “Oke, aku tunggu.”
3. Contoh Teks Negosiasi tentang Membeli Kamera
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi dengan teman sebangku tentang membeli kamera.
Orientasi
Bambang: “Don, kalau tidak salah, kamu punya kamera DSLR, ‘kan?”
Doni: “Iya, Bang. Kenapa memangnya?”
Pengajuan
Bambang: “Gini, tim saya ada rencana pemotretan untuk produk baru yang rilisannya bulan depan.”
Doni: “Oh, untuk produk snack itu, ya.”
Bambang: “Benar. Jadi, saya rencana mau menyewa kamera kamu itu tiga hari. Boleh, gak? Berapa harganya kira-kira?”
Penawaran
Doni: “Satu hari seratus ribu, gimana? Murah, ‘kan?”
Bambang: “Ketinggian, Don. Kan kamu nyewa ke temen ini.”
Doni: “Hahaha, bercanda, Bang. Sama kamu 80 ribu aja deh per hari. Tiga hari berarti totalnya 240 ribu. Gimana?”
Kesepakatan
Bambang: “Nah, gitu dong. Kita harus saling membantu sama teman. Terus, kapan bisa kuambil kameranya?”
Penutup
Doni: “Kamu mau pakai kapan?”
Bambang: “Di hari Senin sampai Rabu minggu depan, sih.”
Doni: “Oh, ya sudah. Kamu ambil saja besok atau Sabtu.”
Bambang: “Oke, makasih, Don.”
4. Contoh Teks Negosiasi tentang Rencana Libur
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi dengan teman sebangku tentang rencana berlibur.
Orientasi
Rendi: “Kita udah lama gak jalan-jalan waktu liburan, nih. Pergi ke mana gitu, yuk?”
Pengajuan
Sadiman: “Ke pantai lagi kita? Tapi pantai yang bagus di mana, ya, yang belum pernah kita datangi.”
Rendi: “Ke pantai lagi, nih? Gimana kalau alam terbuka aja biar sekalian refreshing.”
Penawaran
Sadiman: “Mau naik gunung? Udah lama juga aku nggak naik gunung.”
Rendi: “Menurutku capek, sih, kalau naik gunung. Ongkosnya pun lumayan mahal.
Sadiman: “Coba aja, Ren. Gak terlalu capek, kok. Ini pertama kalinya kamu coba, ‘kan? Biayanya pun nggak mahal-mahal amat, kok. Santai saja.”
Kesepakatan
Reno: “Kalau gitu, kita naik gunung yang tidak terlalu tinggi saja, dan yang jalurnya mudah. Mungkin Gunung Prau. Biayanya berapa, ya, kira-kira?”
Sadiman: “Kalau gunung itu gak sampe 500 ribu, sih. Nanti kita nge-camp saja malam hari, supaya tidak capek langsung naik-turun sekali perjalanan.”
Reno: “Nah, boleh tuh kalau begitu. Nanti kita habiskan malam bareng-bareng, hahaha.”
Sadiman: “Jadi kamu setuju, nih?”
Reno: “Setuju.”
Penutup
Sadiman: “Nah gitu, dong. Besok kita langsung persiapan alata-alat dan perkiraan biaya, ya.
Reno: “Siaaap!”
Halaman:



