4 Contoh Konflik Antar Individu yang Sering Terjadi dan Cara Penyelesaian Secara Umum

4 Contoh Konflik Antar Individu yang Sering Terjadi dan Cara Penyelesaian Secara Umum – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mengalami konflik atau pertikaian.

Jenis-jenis konflik sosial beragam. Ada yang terjadi antar individu, ada juga yang terjadi individu dengan kelompok, kelompok dengan individu ataupun kelompok dengan kelompok.

Terkadang juga, agar kita bisa mendapatkan solusi kita harus mengetahui jenis konflik itu sendiri seperti apa. Sebab, yang demikian itu juga nantinya akan mempermudah kita.

Tentang Konflik Antar Individu

pexels.com/@keira-burton

Perlu kamu ketahui, bahwa konflik itu sendiri merupakan bentuk rasa tidak suka yang mana diekspresikan secara fisik maupun psikis. Cakupan istilah konflik tersebut juga sangat luas.

Dimana salah satu jenisnya adalah konflik sosial. Secara bahasa konflik berasal dari bahasa latin yakni Configure, maknanya adalah saling memukul.

Sedangkan secara sosiologis merupakan suatu proses sosial antara dua orang ataupun lebih, yang mana diantara satu pihak juga berusaha untuk menyingkirkan pihak lain.

Dengan menghancurkan maupun membuatnya tak berdaya.

Lalu, untuk konflik sosial sendiri adalah sebuah pertentangan antara anggota maupun masyarakat yang mana sifatnya adalah menyeluruh. Konflik tersebut juga tidak bisa untuk kita pisahkan dari kehidupan.

Bagaimana konflik tersebut bisa muncul? Apa yang menjadi penyebab munculnya konflik tersebut?

Wah, kira-kira apa saja ya penyebab konflik tersebut? Jangan-jangan selama ini kita malah sudah mengetahui apa sebabnya dan udah pernah juga melakukannya?

Beberapa Contoh Konflik Antar Individu yang Harus Diketahui

Perlu untuk diketahui juga bahwa contoh konflik antar individu itu menjadi salah satu jenis konflik sosial yang kerap kali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Perselisihan tersebut timbul dengan adanya berbagai faktor serta sulit untuk kita hindari.

Secara umum konflik sendiri adalah sebuah perselisihan ataupun adanya perbedaan pandangan ketika berinteraksi yang mana semua pihak itu sedang berkonflik serta mereka mempunyai tujuan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Mengenai hal ini Alabanez menyebutkan apabila konflik merupakan sebuah keadaan yang mana masyarakat itu sedang mengalami kerusakan keteraturan sosial.

Mulai dari individu ataupun kelompok yang tidak sependapat dengan pihak lainnya. Hal itulah yang mendorong munculnya perubahan sikap perilaku, tindakan atas dasar ketidaksetujuan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Seperti apa contoh konflik antar individu itu sendiri penting diketahui bahwa konflik tidak hanya terdiri dari konflik antar individu.

Melainkan konflik terbagi menjadi beberapa. Ada konflik yang berdasarkan pihak yang terlibat, konflik berdasarkan fungsinya, berdasarkan dampak yang ditimbulkan, berdasarkan sumbernya, berdasarkan posisi seseorang dalam organisasi dan berdasarkan bentuknya.

Lantas, contoh konflik antar individu ini merupakan konflik berdasarkan apa? Yakni konflik yang berdasarkan pada pihak yang terlibat di dalamnya.

Terdiri dari konflik dalam diri individu, antar individu, antar individu dengan kelompok, antar kelompok dalam organisasi yang sama, antar organisasi serta antar individu dalam organisasi yang berbeda.

Karena masih banyak orang yang belum mengetahui seperti apa contoh dari konflik antar individu tersebut tentunya berikut ini sedikit penjelasan mengenai contoh konflik antar individu dan penyelesaiannya.

1. Harta Warisan

Contoh konflik antar individu yang pertama adalah perselisihan harta warisan. Penting menjadi perhatian bahwa konflik harta warisan adalah salah satu contoh konflik yang tidak sedikit terjadi di lingkungan kita.

Pertikaian tersebut juga tidak jarang menyebabkan hubungan keluarga secara menjadi kurang harmonis.

Umumnya juga kasus tersebut muncul karena anggapan pembagian antara penerima warisan yang satu dengan lainnya itu tidak sama atau kurang adil.

Warisan, biasanya juga menjadi hal yang diturunkan dari orang tua untuk anak-anaknya. Dimana salah satu tujuannya adalah dapat membantu proses kehidupan mereka.

Tetapi apabila warisan tersebut justru malah dapat memecah belah antara individu dalam anggota keluarga tentunya hal tersebut sangat disayangkan bukan?

Jadi alangkah lebih baiknya, saling legowo saja dengan apa yang sudah kamu dapatkan. Apabila tidak sependapat selesaikan saja secara kekeluargaan supaya kasus tersebut tidak menghancurkan tali silaturahmi.

2. Rumah Tangga

Bukan hanya itu saja contoh konflik antar individu yang biasanya terjadi. Melainkan ada juga pertikaian rumah tangga.

Dalam hubungan berumah tangga itu kerap kali muncul konflik antara anggota keluarga. Entah itu konflik antara anak dengan orang tua atau antara istri dengan suami ataupun suami dengan istri.

Tetapi secara umum perselisihan hal tersebut lebih mudah untuk kita selesaikan dengan cara sistem kekeluargaan.

Di samping itu juga harus ada sikap saling pengertian antar anggota keluarga. Sebisa mungkin hindari guna memupuk masalah kecil supaya lama-kelamaan tidak menggunung serta meledak sewaktu-waktu.

3. Teman Kerja

Konflik dengan teman kerja di kantor juga termasuk salah satu contoh konflik antar individu yang kerap kali terjadi.

Dengan begitu terjadinya konflik tersebut tidak mengenal tempat. Mengenai apa saja yang menjadi faktor konflik tersebut tentunya beragam baik itu faktor internal maupun eksternal.

Faktor internal yang dapat mendorong terjadinya konflik dengan rekan kerja adalah adanya perbedaan pandangan perasaan iri ataupun dengki dari perbedaan sikap atau bisa juga pencapaian.

Bukan hanya itu saja tetapi adanya kemampuan adaptasi yang kurang juga termasuk salah satu faktor internal.

Selanjutnya faktor eksternalnya yakni struktur organisasi, adanya tekanan dari kompetitor serta lemahnya Proses bisnis.

Solusi untuk mengatasi terjadinya pertikaian tersebut nyatanya juga sangat mudah. Kita tidak perlu iri terhadap apa yang teman kita sudah dapatkan dalam dunia kerja.

Tetapi, jadikan prestasi orang lain itu sebagai gebrakan untuk kita bisa lebih semangat dalam bekerja.

4. Hutang Piutang

Ternyata contoh konflik antar individu juga bisa kita temukan untuk urusan hutang piutang. Tanpa disadari hutang piutang bisa menjadi salah satu pemicu konflik antar individu.

Hutang piutang sendiri adalah hal yang sensitif dan seringkali menyebabkan hubungan antar satu individu dengan lainnya itu hancur ataupun retak.

Jadi sebaiknya apabila hendak meminjam uang ataupun memberikan pinjaman lebih baik membuat kesepakatan serta komitmen terlebih dahulu.

Adanya perjanjian tersebut harapannya bisa menjadi pengingat serta komitmen guna menyelesaikan masalah utang piutang yang sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Apabila hutang piutang melibatkan uang yang besar lebih baik membuat perjanjian hitam di atas putih guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Intinya hutang tetaplah hutang. Jangan hanya bahagia ketika kita mendapatkan pinjaman tetapi juga harus tetap bertanggung jawab penuh.

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa berdasarkan pihak yang terlibat di dalamnya tidak hanya terdiri dari contoh konflik antar individu saja. Melainkan ada juga konflik dalam diri individu.

Artinya merupakan konflik yang terjadi dalam mental seseorang karena suatu perkara.

Contohnya adalah adanya perbedaan dengan kata hati. Misalnya seseorang yang merasa menyesal bekerja sebagai kriminal guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam diri orang tersebut ia juga mengalami konflik antara nilai moral diri dengan tekanan ekonomi yang harus terpenuhi.

Ada juga konflik individu dengan kelompok yang mana contohnya adalah orang asing yang datang ke Indonesia berpakaian terlalu terbuka.

Hal tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan karena, seperti yang sudah kita ketahui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia itu beragama muslim.

Takutnya hal tersebut malah menjadi contoh yang tidak baik. Tidak hanya itu saja tetapi antar kelompok dalam organisasi yang sama. Konflik yang satu ini umumnya terjadi pada suatu lingkup organisasi yang sama.

Berdasarkan Fungsi dan Sumbernya

Tidak hanya harus mengetahui apa contoh konflik antar individu melainkan kamu juga harus mengetahui konflik berdasarkan sumber dan fungsinya.

Untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan ternyata konflik berdasarkan fungsinya itu terbagi menjadi dua ada konstruktif dan destruktif.

Destruktif adalah konflik yang mempunyai nilai negatif secara menyeluruh dalam pengaruhnya organisasi ataupun kelompok. Seperti halnya yang dilakukan oleh G30S PKI.

Sedangkan konflik konstruktif adalah sebuah konflik yang mempunyai nilai positif kepada sebuah organisasi ataupun kelompok.

Contohnya adalah protes yang dilakukan oleh Gandhi tepatnya di India guna menentang Inggris yang memberikan efek positif dalam membangun jalan kemerdekaan India.

Berikutnya berdasarkan sumbernya ada konflik tujuan sebuah konflik yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Ada konflik peranan yang mana konflik tersebut muncul pada individu yang mempunyai peranan ganda dalam kehidupan juga ada konflik nilai yang terjadi karena adanya gesekan nilai-nilai yang sudah dianut oleh kelompok maupun individu.

Terakhir adalah konflik kebajikan merupakan pertikaian yang muncul sebab pihak yang berada pada posisi tertinggi itu Menentukan kebijakan tertentu.

Untuk contohnya sendiri adalah adanya proses buruh ketika perusahaan memutuskan kebijakan pengurangan hari cuti.

Dengan adanya sedikit informasi yang berkaitan dengan pembagian konflik serta contoh konflik antar individu tersebut tentunya dapat memudahkan kita untuk mengklasifikasikannya.

Mana yang termasuk konflik berdasarkan pelaku yang terdapat di dalamnya berdasarkan fungsinya ataupun jenis lainnya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta