Advertisement
Source : Canva/@dean-drobot

5 Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek dan Cara Membuatnya

Contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek biasanya dicari oleh peserta didik yang mendapatkan tugas dari guru mereka. Inilah beberapa contohnya.

22 Desember 2025 Fajar Laksana

Jika kamu mencari contoh pola penyajian teks negosiasi berbentuk cerita pendek, maka halaman ini menjadi pilihan yang tepat untuk mendapatkannya. 

Di bawah ini kamu bisa menemukan berbagai macam contohnya dan bisa digunakan sebagai referensi, ketika ingin membuat teks negosiasi versimu sendiri. 

Teks negosiasi berbentuk cerita pendek sama halnya dengan bentuk narasi yang merupakan salah satu bentuk pengembangan paragraf dari sebuah tulisan. 📖✨

Cara Membuat Teks Negosiasi

Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek dan Cara Membuatnya
Canva/@dean-drobot
5 Contoh Surat Balasan Penawaran dalam Teks Negosiasi yang Baik dan Benar
  • Pertama, kamu perlu menyiapkan tema kegiatan negosiasi dan sebagai contohnya tema kegiatan jual beli atau penentuan peraturan di suatu organisasi. 
  • Selanjutkan, kamu perlu menentukan pihak-pihak yang berkaitan dengan negosiasi tersebut. Contohnya, jika tema yang diambil jual beli, maka pihak-pihak di dalamnya adalah pembeli dan penjual. 
  • Langkah selanjutnya adalah menentukan hal yang dinegosiasikan dan tentu saja hal ini akan berkaitan erat dengan tema. 
  • Kamu bisa langsung menyiapkan penyampaian argumen dari masing-masing pihak yang berisi tentang apa yang diinginkan secara bijaksana. 
  • Silahkan rancang kegiatan tawar menawar dan juga penyelesaian masalah dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama. 
  • Terakhir, kamu bisa memberikan penutupan teks negosiasi, misalnya saja berisi tentang ucapan terimakasih dan salam.
  • Selesai. 
5 Contoh Teks Negosiasi Rencana Pembangunan Cafe dan Fasilitas Umum

Daftar Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek

1. Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Belanja Bersama Kakak

9 Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Surat Penawaran Barang dan Jasa yang Baik

Minggu pagi adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Disa, karena ada sebuah kegiatan yang sangat ia sukai, yakni berbelanja bersama Nadia, sang kakak.

Disa sudah bangun sedari pagi sekitar pukul 06.00, karena pasar pagi di dekat rumahnya sudah ramai dari petang hari.

Disa takut kalau nanti tidak kebagian bahan-bahan belanja, sehingga bangun lebih pagi meskipun hari Minggu. 

Setelah selesai bersiap-siap, Disa langsung menghampiri sang kakak yang sudah menunggunya di depan rumah.

Senyumnya merekah ketika melihat sang kakak sudah bersiap dengan sepeda roda dua yang sudah usang tapi masih kokoh untuk digunakan. 

“Kak Nadia, Disa sudah siap!” Seru Disa ketika sudah sampai di bibir pintu rumahnya. Nadia tersenyum melihat semangat adik semata wayangnya yang hendak berbelanja di Minggu pagi ini. 

“Ayo cepat! Nanti kita nggak dapat apa-apa, lho kalau telat.” Kata Nadia. 

Mereka berdua pun bergegas untuk pergi ke pasar dan tidak lupa membawa tas belanja. Nadia duduk di depan dan Disa duduk di bangku penumpang yang ada di belakang.

Nadia pun mengayuh sepeda dengan semangat, karena ini merupakan kegiatan di hari Minggu yang menyenangkan sekaligus liburan baginya. 

Setelah sampai di pasar, Disa dan Nadia bergegas mendatangi kios penjual sayur dan memilih-milih sayur yang hendak mereka beli.

Ada berbagai macam sayur segar yang dijual di kios sayur milik Abang Halim. Kios ini merupakan kios langganan Disa dan Nadia ketika berbelanja di pasar. 

“Bang Halim, kubisnya besar-besar, ya! Beli sedikit setengahnya saja apa boleh?” Tanya Nadia sembari memegang satu buah kubis yang ukurannya cukup besar. 

“Boleh, Dik. Tapi harganya sedikit mahal dibandingkan beli satuan.” Jawab Bang Halim. 

“Berapa memangnya, Bang?” Nadia kembali bertanya. 

“Kalau satuan begitu Rp15.000,-. Tapi kalau beli setengah jadi Rp9.000,-.” Jawab Bang Halim. 

“Tidak boleh kurang, Bang?” Nadia mulai menawar. “Rp8.000 gitu?”

“Aduh! Nggak boleh kalau segitu. Nanti mamaku marah hahaha.” 

“Ya sudah kalau begitu, beli satuan saja, Bang.” 

“Oke. Apa lagi?” Tanya Bang Halim.

“Kalau wortelnya berapa?” Disa bertanya kepada Bang Halim sambil memegangi wortel yang segar-segar.

“Itu satu kilogramnya Rp12.500. Lagi mahal harga wortel, Neng!” 

“Kak, Disa mau wortelnya, dong! Satu kilogram juga nggak apa-apa. Mau dibuat jus nanti, dicampur sama tomat.” Disa meminta kepada sang kakak. 

“Jangan banyak-banyak! Uangnya nanti nggak cukup. Bagaimana kalau setengah kilogram saja? Nanti takutnya nggak habis. Kan jadi mubazir!” 

“Oke deh, Kak!”

Setelah mendapatkan apa yang mereka berdua butuhkan, Nadia membayar semua belanjaan mereka kepada Abang Halim.

Sembari menunggu kembalian, Nadia dan Disa memasukkan semua bahan-bahan makanan yang mereka beli ke dalam tas belanja. 

“Terimakasih, ya Dik!” Ucap Bang Halim. 

“Sama-sama, Bang!”

Mereka berdua bergegas pulang ke rumah, karena ibu sudah menunggu. Bahan-bahan makanan yang mereka beli akan langsung dimasak dan disajikan oleh sang ibu.

Halaman:

Advertisement