Contoh Teks Negosiasi di Sekolah antar Teman dan Guru beserta Strukturnya Lengkap
Ingin tahu contoh-contoh teks negosiasi di sekolah antar teman dan guru? Simak artikel tentang contoh dan strukturnya berikut ini.
Contoh Teks Negosiasi di Sekolah antar Teman dan Guru beserta Strukturnya Lengkap – Proses negosiasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, di lingkungan sekolah pun proses negosiasi ditemukan antara teman dan guru.
Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan beberapa contoh teks negosiasi antar teman dan guru beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Yuk, simak!
Contoh Teks Negosiasi di Sekolah dan Strukturnya
Daftar Isi [hide]

Pernah mendengar kata ‘negosiasi’? Proses tawar-menawar yang terjadi antara pihak-pihak tertentu tersebut bertujuan untuk mendapatkan suatu kesepakatan.
Misalnya saja dalam proses jual beli akan ada negosiasi demi mencapai kesepakatan harga.
Negosiasi tidak hanya terjadi dalam proses jual beli. Di lingkungan rumah, kantor, serta sekolah juga kerap ditemukan peristiwa negosiasi.
Negosiasi bisa dilakukan secara lisan atau dalam bentuk tulisan. Di sinilah teks negosiasi dibuat untuk menggambarkan proses mencapai kesepakatan.

Advertisement
Struktur teks negosiasi berbeda dengan teks yang lain karena mengandung kalimat yang sifatnya deklaratif.
Tidak hanya itu, ada pula bentuk ungkapan persuasif serta pendapat atau argumen yang didasarkan pada fakta.
Pada teks negosiasi, pihak yang memberikan perintah dan memenuhi perintah digambarkan dalam pasangan tuturan. Nantinya akan ada kesepakatan atau ketidaksepakatan antara pihak-pihak tersebut.
Ingin tahu contoh-contoh teks negosiasi di sekolah? Berikut ini adalah contoh teks negosiasi antara teman dan guru sebagai referensimu.
Struktur Penyusun Teks Negosiasi
Sebelum mengetahui contoh-contoh teks negosiasi di sekolah, pahami terlebih dahulu struktur penyusun teks tersebut.
- Orientasi: struktur teks orientasi memuat pembuka berupa pengenalan tokoh dan karakternya
- Permintaan: struktur teks negosiasi bagian permintaan merujuk pada permintaan negosiasi terhadap harga barang, jasa, atau hal yang diinginkan oleh masing-masing pihak
- Pemenuhan: bagian pemenuhan menggambarkan kesanggupan pihak dalam menerima permintaan
- Penawaran: bagian ini menunjukkan adanya aktivitas diskusi atau perundingan sebelum mencapai kesepakatan. Proses penawaran dapat memakan waktu yang cukup lama
- Persetujuan: bagian persetujuan merupakan gambaran kesepakatan yang didapatkan setelah proses penawaran selesai.
- Pembelian: menunjukkan bahwa pihak pembeli sudah mengakhiri proses tersebut. Jika tidak ada proses pembelian, maka bisa dikatakan bahwa kesepakatan belum terjadi.
- Penutup: bagian ini merupakan akhir dari proses negosiasi, misalnya berupa ucapan terima kasih, penutup berupa salam, atau kalimat lainnya yang menunjukkan perpisahan. Meskipun demikian, bagian penutup suatu negosiasi tidak bersifat wajib.