5 Contoh Teks Negosiasi tentang Ekstrakurikuler di Sekolah yang Menarik
Contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler adalah ide yang baik untuk menyarankan kegiatan yang bisa mengembangkan potensi para siswa.
Contoh 4
Berikut ini contoh teks negosiasi ekstrakurikuler klub robotik.
Raka: “Selamat siang, Pak. Boleh saya bicara sebentar?”
Guru Pembina: “Selamat siang, Raka. Silakan, ada apa?”
Raka: “Kami dari anggota ekstrakurikuler klub robotik ingin mengajukan kegiatan lomba robot antar sekolah.”
Guru Pembina: “Kegiatan seperti itu menarik, tapi memerlukan dana dan izin dari kepala sekolah. Bagaimana rencananya?”
Raka: “Kami sudah merencanakan penjualan tiket masuk untuk teman-teman yang menonton, Pak. Selain itu, kami juga akan meminta sponsor dari toko elektronik di sekitar sekolah.”
Guru Pembina: “Kalau begitu, apakah kalian sudah membuat proposal lengkap?”
Raka: “Belum, Pak. Tapi kami siap membuatnya segera, termasuk rincian dana dan jadwal lomba.”
Guru Pembina: “Baiklah, saya setujui rencana ini sementara, tapi pastikan proposalnya selesai minggu depan supaya bisa diajukan ke kepala sekolah.”
Raka: “Terima kasih, Pak! Kami akan segera menyiapkan proposalnya.”
Contoh 5
Berikut ini contoh teks negosiasi ekstrakurikuler klub bahasa Inggris.
Sari: “Selamat pagi, Bu. Bisa membicarakan rencana kegiatan ekstrakurikuler sebentar?”
Guru Pembina: “Pagi, Sari. Tentu saja, silakan duduk.”
Sari: “Kami dari klub Bahasa Inggris ingin mengadakan English Debate Competition antar kelas. Tapi kami membutuhkan persetujuan dan fasilitas dari sekolah.”
Guru Pembina: “Acara itu bagus, tapi apakah sudah memperhitungkan ruangan dan alat peraga?”
Sari: “Kami sudah menyiapkan ruang kelas lama sebagai lokasi lomba dan akan meminjam mikrofon dari laboratorium bahasa, Bu. Selain itu, untuk hadiah, kami merencanakan iuran sukarela dari anggota klub.”
Guru Pembina: “Bagus, tapi pastikan kegiatan ini tidak mengganggu pelajaran lain.”
Sari: “Tenang, Bu. Kami akan mengadakan lomba di luar jam pelajaran. Jadi tidak mengganggu pelajaran utama.”
Guru Pembina: “Kalau begitu, saya setujui. Pastikan semua persiapan matang dan laporkan perkembangannya kepada saya.”
Sari: “Terima kasih banyak, Bu! Kami akan segera menyiapkan segalanya.”
Bernegosiasi mengenai kegiatan di sekolah dapat mengambil referensi dari contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler di atas.
Murid tidak hanya belajar formal, sebab mereka bisa mengembangkan potensi lain melalui aktivitas dari kegiatan ekstrakurikuler.
Apa itu Negosiasi?
Negosiasi ialah interaksi sosial di antara orang-orang yang tujuannya adalah menentukan keputusan karena adanya perbedaan kepentingan.
Negosiasi juga bisa disebut sebagai proses mencapai kesepakatan di kedua belah pihak untuk sama-sama mendapatkan kepuasan.
Kemudian, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi merupakan proses tawar-menawar dengan metode berunding agar kesepakatan bersama tercapai.
Dapat pula didefinisikan sebagai penyelesaian masalah dengan berunding secara damai bersama pihak yang terlibat.
Negosiasi juga bisa dikatakan sebagai proses dinamis di antara semua pihak untuk meminimalisir perbedaan dan meningkatkan persamaan.
Hal ini bertujuan agar tujuan setiap pihak dapat dicapai, tetapi dengan keadaan yang saling menguntungkan.
Nah, mengapa negosiasi ini sangat penting dalam interaksi sehari-hari? Karena sejatinya, manusia tidak lepas dari aktivitas negosiasi.
Contoh sederhananya adalah tawar-menawar di pasar. Pembeli ingin harga murah, penjual ingin dagangannya laku. Maka dilakukanlah negosiasi.
Ciri-ciri Negosiasi
Baik negosiasi secara praktik maupun teori, seperti dalam contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler, ada perbedaan yang menjadikannya mempunyai kriteria.
Ciri-ciri dari teks negosiasi itu sendiri adalah sebagai berikut.
- Melibatkan dua pihak, atau lebih;
- Berakhir pada perjanjian atau kesepakatan;
- Sebagai sarana penyelesaian masalah bersama, atau menjadi solusi berupa jalan tengah;
- Menghasilkan keputusan yang menguntungkan seluruh pihak yang terlibat;
- Memiliki tujuan praktis, yakni sarana yang memberikan kesepakatan untuk bisa diterima seluruh pihak yang terlibat;
- Mengutamakan kepentingan bersama, alias semua pihak yang terlibat dalam negosiasi;
- Berbicara tentang rencana yang belum terlaksana.
Seperti Apa Struktur Teks Negosiasi?
Dalam praktiknya, negosiasi mungkin terjadi dengan singkat. Namun, ketika ditelaah lagi, ada struktur yang menyusun negosiasi.
Terlebih jika berbicara soal teori, seperti dalam contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler, terdapat struktur penyusun yang membentuk suatu negosiasi.
1. Orientasi
Struktur ini adalah awalan yang memulai suatu negosiasi. Orientasi bisa berbentuk sapaan, salam, dan sejenisnya.
Bisa pula berbentuk pengenalan masalah, atau pemaparan tentang perbedaan pandangan di antara kedua belah pihak.
Perbedaan pandangan inilah yang akan dibicarakan, sehingga pihak negosiator dalam contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler juga akan menyampaikan tujuannya.
2. Pengajuan
Pengajuan menjadi usulan bagaimana masalah harus diselesaikan. Pengajuannya dalam biasanya berupa sanggahan dari pihak yang menerima negosiasi, berisi alasan-alasan tertentu.
3. Penawaran
Negosiasi memang berbicara soal kompromi dan tawar-menawar. Kedua belah pihak nantinya akan saling menawar sebelum kesepakatan akhir diperoleh.
Penawaran dalam contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler biasanya berupa argumen dari pihak yang mengajukan negosiasi. Argumen ini disampaikan untuk bisa disetujui oleh pihak lawan.
4. Persetujuan
Struktur selanjutnya adalah persetujuan. Bagian ini dapat berupa persetujuan atau penolakan dari pihak lawan. Bentuk persetujuan bisa didukung oleh alasan-alasan tertentu.
5. Penutup
Sebagai bagian terakhir dari struktur teks negosiasi, bagian ini menjadi penegasan dalam prosesnya. Di sini akan didapatkan sebuah kesepakatan atau ketidaksepakatan.
Demikian ulasan tentang contoh teks negosiasi tentang ekstrakurikuler.
Halaman:
