15 Contoh Tembang Megatruh dalam Bahasa Jawa Lengkap beserta Artinya
Di dalam artikel ini, akan dijelaskan contoh dan paugeran penulisan tembang megatruh dengan lengkap. Pahami dengan baik-baik, ya!
Tembang megatruh merupakan bagian tembang macapat yang memiliki gambaran paling sedih sekaligus menyeramkan.
Sebab, tembang macapat megatruh merupakan gambaran dari berpisahnya nyawa dengan raga, Megatruh yang disematkan untuk menamai tembang ini dibangun dari dua kata yakni ‘megat’ yang berasal dari kata ‘pegat’ yang memiliki makna pisah atau memisah dan ‘ruh’ yang memiliki makna roh.
Sehingga secara keseluruhan megatruh dapat dimaknai memisahnya roh dari tubuh. Di mana hal ini merupakan gambaran dari kematian yang pastinya akan dirasakan semua yang hidup. 📖😊✨
Daftar Isi
Tentang Makna Megatruh

Prosesi terpisahnya roh dari tubuh manusia merupakan salah satu hal yang ditakutkan sekaligus dirindukan oleh kebanyakan orang.
Meskipun prosesinya sama, tetapi ada perbedaan yang sangat mencolok. Sebagian orang mengalami prosesi terpisahnya roh dari tubuh dengan rasa sakit yang tak tergambarkan dengan kata-kata.
Namun, sebagian orang mengalami prosesi ini dengan begitu nyaman dan ringan. Bahkan ada yang mengalaminya seringan tarikan napas.
Konon, perbedaan ini dapat terjadi sesuai dengan amal perbuatan manusia yang dilakukan selama hidupnya.
Tembang macapat megatruh memiliki watak kehilangan harapan dan sedih. Karena itu, jenis tembang ini sering digunakan untuk menggambarkan cerita yang menyentuh hati.
Beberapa pakar karya sastra Jawa mengatakan bahwa tembang macapat megatruh memiliki beberapa tanda dalam penulisannya.
Salah satu yang menjadi tanda dari tembang megatruh adalah keberadaan kata truh, megatruh, dudukwuluh, pegat, duduk, wuluh, atau luh dalam cakepan atau lirik suatu tembang.
Seperti tembang macapat lainnya. Penciptaan tembang megatruh juga terikat dengan aturan baku yang tidak boleh dilanggar. Aturan atau paugeran penulisan tembang megatruh adalah sebagai berikut:
Paugeran atau Aturan Tembang Megatruh
Tembang megatruh memiliki paugeran atau aturan penulisan yang harus diterapkan, di antaranya sebagai berikut:
Guru Gatra
Tembang megatruh memiliki jumlah gatra sebanyak lima
Guru Lagu
Gatra 1 =Â u
Gatra 2 = i
Gatra 3 =Â u
Gatra 4 =Â i
Gatra 5 =Â o
Guru Wilangan
Gatra 1 = 12 kata
Gatra 2 =8 kata
Gatra 3 = 8 kata
Gatra 4 = 8 kata
Gatra 5 = 8 kata
Salah satu serat yang di dalamnya berisi banyak tembang megatruh adalah serat Sabda Jati.
Serat sabda jati merupakan karya terakhir dari pujangga terakhir Jawa yakni Ranggawarsita.
Penulisan serat sabda jati sendiri sampai sekarang masih menjadi perdebatan para ahli sastra Jawa.
Ada yang menganggap bahwa serat sabda jati ini ditulis karena kesaktian Ranggawarsita yang dianggap tahu kapan hari kematiannya,
Sementara di sisi lain ada yang menganggap bahwa serat sabda jati ini ditulis sebagai bentuk kekecewaan Ranggawarsita terhadap kondisi politik di masa itu.
Terlepas serat sabda jati ini ditulis karena kesaktian dari Ranggawarsita atau bukan, yang jelas serat sabda jati memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi Jawa di masa ditulisnya serat ini.
Dengan mengetahui kondisi masyarakat Jawa di masa itu, seharusnya kita dapat mengambil pelajaran mengenai bagaimana cara manusia Jawa kala itu bertahan di tengah situasi yang tidak menentu.
Jika dipikir dengan hati yang jernih. Sejarah selalu berulang dan hanya orang yang pandai membaca tanda-tandanya saja yang akan diberikan keselamatan.
Malanya dengan mempelajari serat yang terkandung di dalam naskah lama akan memunculkan kesadaran tentang bagaimana kekacayan yang terjadi di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Berikut Contoh Tembang Megatruh beserta Artinya
Contoh 1
Aja sipat tan pegat siyang myang dalu
Amuwun ing ngarsa mami
Nora pajar kang kinayun
Lah mara sira den aglis
Tutura mringjeneng ingong
Artinya
Jangan memiliki keinginan memisahkan siang dan malam
Menangislah dihadapan saya
Tidak jelas yang diinginkan
Segeralah datang dia dengan cepat
Berkatalah dengan namaku
Halaman:



