Advertisement
Source : smpmudacil.sch.id

50 Contoh Tembung Camboran beserta Jenis dan Pengertiannya Lengkap!

Salah satu materi bahasa Jawa yang penting untuk dipelajari adalah tembung camboran. Temukan penjelasan dan contoh tembung camboran di sini.

10 Januari 2024 Fajar Laksana

Tembung camboran tugel banyak digunakan dalam Bahasa Jawa sehari-hari, terutama dalam bahasa percakapan. 

Tembung camboran tugel dapat mempersingkat pengucapan dan membuat kalimat menjadi lebih ringkas.

Pada praktiknya, ada dua jenis tembung camboran tugel yang digunakan, yaitu.

1. Tembung garba

Tembung camboran yang menyingkat dua kata untuk memudahkan penyebutan, misalnya parameswara yang berasal dari parama dan iswara, bermakna ratu atau Tuhan.

2. Tembung kretabasa

Prinsip tembung kretabasa hampir sama seperti tembung garba, namun penyatuan dua kata yang dilakukan membentuk akronim, contohnya lunglit yang berasal dari kata balung dan kulit, artinya kurus kering.

9 Contoh Cerita Wayang dalam Bahasa Jawa Singkat dan Terjemahannya

Tembung camboran tunggal

Tembung camboran tunggal adalah tembung camboran yang kedua kata penyusunnya tidak dapat dipisahkan dan memiliki makna baru. 

Kedua kata tersebut sudah menyatu dan membentuk kata baru yang memiliki arti yang berbeda dari arti kedua kata penyusunnya.

Berikut adalah beberapa contoh tembung camboran tunggal beserta artinya:

  • Nagasari: nama makanan tradisional
  • Semar mendhem: salah satu jenis ilmu kebatinan
  • Endhas borok: orang yang memiliki banyak kekurangan
  • Randha royal: janda yang kaya raya

Tembung camboran tunggal juga bisa digunakan untuk mengungkapkan suatu makna tertentu. 

Berikut adalah beberapa contoh tembung camboran tunggal untuk mengungkap suatu makna.

  • Sedhengan: lumayan
  • Sesuci: bersuci
  • Kesengsem: tertarik
  • Sediya: sangat siap
  • Sedya ngati-ati: senantiasa berhati-hati atau waspada.

Tembung camboran wudhar

Tembung camboran wudhar dalam Bahasa Jawa merujuk pada jenis kata majemuk yang terbentuk dari 2 kata atau lebih. 

Namun masing-masing kata masih mempertahankan makna aslinya. Tidak terjadi perubahan arti atau penggabungan makna seperti pada tembung camboran biasa.

Jadi, meskipun kedua kata tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan, fungsi dan arti masing-masing kata tetap terpisah. 

Misal, keduanya masih menunjukkan jenis atau bahan dari suatu benda.

Berikut beberapa contoh tembung camboran wudhar:

  • Wayang kulit: wayang yang terbuat dari bahan kulit hewan
  • Buku gambar: buku yang khusus digunakan untuk menggambar
  • Piring beling: piring yang terbuat dari bahan kaca
  • Kursi roda: kursi yang memiliki roda sebagai alat bantu berjalan
  • Rumah makan: rumah yang digunakan untuk berbisnis makanan
  • Sekolah tinggi: sekolah tingkat lanjut setelah jenjang SMA

Halaman:

Advertisement