50 Contoh Tembung Camboran beserta Jenis dan Pengertiannya Lengkap!
Salah satu materi bahasa Jawa yang penting untuk dipelajari adalah tembung camboran. Temukan penjelasan dan contoh tembung camboran di sini.
Jenis-jenis Tembung Camboran
Dari dua klasifikasi di atas, terdapat turunan jenis yang cukup banyak, berikut penjelasan lengkapnya:
Tembung camboran wutuh
1. Tembung camboran baliswara
Merupakan jenis tembung camboran yang terdiri dari dua kata lalu membentuk frasa baru yang terdiri dari dua kata.
Kata di bagian depan menjadi penjelas atau penegas atau pemberi keterangan bagi kata yang ada di belakangnya. Salah satu contoh tembung camboran baliswara adalah Pancasila.
Pada kata Pancasila dimaksudkan bahwa ada lima sila atau lima perilaku.
2. Tembung saroja
Tembung camboran dengan jenis tembung saroja berasal dari dua kata yang memiliki makna hampir serupa dan tidak bertentangan.
Salah satu contoh tembung camboran berjenis tembung saroja adalah subakastawa (dihormati).
3. Tembung yogyaswara
Menurut Bausastra Djawa Poerwadarminta, tembung yogyaswara merupakan frasa yang terdiri dari dua kata dengan perubahan vokal bunyi menjadi ‘i’ pada vokal terakhir kata belakang.
Contoh tembung camboran berjenis tembung yogyaswara ini salah satunya Dewa-dewi.
4. Tembung kosok balen (lawan kata)
Tembung kosok balen terdiri dua kata yang saling berlawanan makna namun menyatu dalam satu frasa.
Contoh tembung camboran berjenis tembung kosok balen salah satunya adalah mangkat mulih (berangkat pulang)
5. Tembung nunggal
Sebuah jenis tembung camboran yang sebenarnya terdiri dari dua kata terpisah namun pada praktik keseharian sering disebut bersamaan. Contohnya, ubo rampe.
Tembung camboran tugel
Tembung camboran tugel adalah tembung camboran yang kedua kata penyusunnya mengalami pemendekan.
Pemendekan ini bisa terjadi pada salah satu kata atau kedua kata. Pemendekan kata bisa dilakukan dengan cara:
- Menghilangkan suku kata pertama: Misalnya, bangjo (abrang-ijo), barji barbèh (bubar siji bubar kabèh), gaji wakma (sega siji iwaké lima).
- Menghilangkan suku kata terakhir: Misalnya, sambilu (sambil-mulu), gugèt (gugup-getun), bégèk (bego-peken).
- Menghilangkan suku kata tengah: Misalnya, nasgithel (panas legi kenthel), guduh (gugur-dhuwur), sèrèp (seret-tepek).
Berikut beberapa contoh tembung camboran tugel beserta artinya:
- Bangjo (abrang-ijo): pohon yang daunnya berwarna hijau
- Barji barbèh (bubar siji bubar kabèh): bubar bersama-sama
- Gaji wakma (sega siji iwaké lima): makan nasi dengan lauk hanya lima
- Sambilu (sambil-mulu): sambil terus-menerus
- Gugèt (gugup-getun): gugup dan menyesal
- Bégèk (bego-peken): bodoh dan malas
- Nasgithel (panas legi kenthel): panas, manis, dan kental
- Guduh (gugur-dhuwur): jatuh dari atas
- Sèrèp (seret-tepek): menyeret dan menempel
Halaman:


