35 Contoh Tembung Yogyaswara Bahasa Jawa beserta Artinya Lengkap
Jika kamu sedang mencari contoh tembung yogyaswara yang sudah dilengkapi dengan artinya dengan lengkap, maka kamu dapat menemukannya pada artikel berikut.
Sama seperti jenis-jenis kata yang ada di dalam bahasa Indonesia maupun bahasa lain di seluruh dunia. Di dalam bahasa Jawa juga ada pengelompokan kata berdasarkan jenisnya.
Salah satu jenis kata di dalam bahasa Jawa yang sering hadir di dalam soal-soal mata pelajaran SD sampai dengan SMA dan yang sederajat adalah tembung yogaswara.
Dalam artikel ini, Mamikos akan menyediakan kumpulan contoh tembung yogyaswara bahasa Jawa, lengkap dengan artinya. Yuk, simak! 📖✨
Daftar Isi
Mengenal Tembung Yogyaswara

Secara umum tembung yogaswara dapat diartikan sebagai dua kata yang cara penulisan dan pengucapannya memiliki kemiripan.
Biasanya yang menjadi pembedanya berada pada akhiran vokalnya saja yakni a dan i yang apabila diartikan mempunyai makna laki-laki dan perempuan.
Misalnya : bathara-bathari, dewa-dewi, hapsara-hapsari, dll
Tembung yogaswara sendiri apabila diteliti asal-usul katanya berasal dari kata yogya yang memiliki makna baik, dan swara yang memiliki makna suara/pengucapan.
Sehingga secara keseluruhan maknanya, tembung yogaswara dapat diartikan sebagai kata yang memiliki makna yang baik.
Di dalam bahasa Jawa sendiri tembung yogaswara adalah istilah yang digunakan untuk memberi nama dua kata yang dirangkap menjadi satu yang maknanya adalah laki-laki dan perempuan.
Biasanya pengucapan tembung yogaswara digunakan sebagai penyebutan seorang tokoh/sosok yang memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Supaya kamu bisa memahami tembung yogyaswara dengan jelas. Kamu dapat mengetahuinya dari ciri-ciri yang dimiliki oleh tembung yogyaswara.
Ciri-ciri Tembung Yogyaswara
Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh tembung yogyaswara
- Merupakan penggabungan dua kata menjadi satu
- Makna yang dimiliki oleh tembung yogyaswara adalah jenis kelamin laki-laki dan perempuan
- Akhiran vokal pada katanya adalah huruf vokal a dan huruf vokal i
- Bentuknya kata ulang yang bunyinya mengalami perubahan
- Memiliki bentuk yang sangat mirip dengan tembung lingga salin swara
Kumpulan Contoh Tembung Yogyaswara di dalam Bahasa Jawa
Di bawah ini adalah kumpulan contoh tembung yogaswara dalam bahasa Jawa
- Apsara-apsari / Hapsara-hapsari adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi bidadari laki-laki dan bidadari perempuan.
- Bathara-Bathari adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi dewa laki-laki dan perempuan dalam mitologi Hindu.
- Dewa-Dewi adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi dewa laki-laki dan perempuan.
- Kinara-Kinari adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi makhluk penjaga surga dalam mitologi Hindu
- Gedhana-gedhini / kedhana-kedhini adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi dua anak kandung, laki-laki dan perempuan.
- Gandarwa-gandarwi adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi hantu laki-laki dan hantu perempuan yang berbadan besar dan menyeramkan dalam mitologi masyarakat Jawa.
- Mahasiswa-mahasiswi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi orang laki-laki dan perempuan yang sedang menjalani pendidikan tinggi di universitas atau perguruan tinggi.
- Pemudha-pemudhi adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi orang laki-laki dan perempuan yang masih muda.
- Putra-putri, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi anak laki-laki dan anak perempuan.
- Raseksa-raseksi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi buta/ raksasa laki-laki dan perempuan.
- Siswa-siswi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi peserta didik laki-laki dan perempuan pada jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas.
- Widadara-widadari, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi bidadari laki-laki dan perempuan.
- Yaksa-yaksi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi sejenis makhluk laki-laki dan perempuan dalam mitologi Hindu berwujud setengah manusia dan setengah dewa yang sering dihubungkan dalam wujud raksasa.
- Brahmana-brahmani, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi pendeta laki-laki dan pendeta perempuan dalam tradisi Hindu.
- Domas-domisi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi pasangan burung merpati jantan dan merpati betina.
- Dulur-duluri, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi saudara laki-laki dan saudara perempuan.
- Janma-janmi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi manusia laki-laki dan manusia perempuan.
- Kusuma-kusumi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi bunga jantan dan bunga betina dalam istilah botani Jawa tradisional.
- Mantri-mantrini, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi pejabat laki-laki dan pejabat perempuan pada masa kerajaan Jawa.
- Narpati-narpatiwati, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi raja laki-laki dan ratu perempuan.
- Pandhita-pandhiti, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi orang bijak laki-laki dan perempuan dalam tradisi Jawa lama.
- Rama-rami, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi ayah dan ibu sebagai pasangan.
- Senapati-senapatni, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi panglima perang laki-laki dan panglima perempuan.
- Wong-wongi, adalah kata yang digunakan untuk sebutan bagi laki-laki dan perempuan secara umum sebagai manusia atau masyarakat.
Halaman:



