4 Contoh Tumbuhan Gymnospermae beserta Klasifikasi, Nama Latin, dan Ciri-cirinya
Berdasarkan letak bakal bijinya, tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
Sistem Reproduksi Gymnospermae
Organ reproduksi yang terdapat dalam gymnospermae dikenal dengan istilah strobilus.
Nah, strobilus ini merupakan kumpulan sporofil yang membentuk bangunan seperti kerucut (konus). Strobilus sendiri terdiri atas dua jenis, yakni strobilus betina dan strobilus jantan.
Strobilus betina tersusun oleh daun buah yang disebut makrosporofil. Sedangkan daun buah penyusun strobilus jantan dikenal dengan istilah mikrosporofil.
Nah, strobilus betina ini ukurannya lebih besar daripada strobilus jantan.
Di dalam strobilus betina terdapat banyak arkegonium, di mana tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis, sehingga terbentuk empat sel yang haploid, di mana tiga sel mati dan satu sel hidup sebagai sel telur.
Sementara pada strobilus jantan, terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk sari.
Nah, sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk sehingga terbentuk beberapa butir serbuk sari.
Mengutip buku karya Deden Abdurahman berjudul Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas XI (2008: 11), pada gymnospermae terjadi pembuahan tunggal.
Pembuahan ini diawali dengan jatuhnya serbuk sari pada mikrofil, yaitu lubang kecil pada makrosporofil dan tumbuhan
Dengan perantara angin, serbuk sari melalui mikrofil akan masuk ke ruang tetes serbuk. Peristiwa ini dikenal dengan istilah penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari pada bakal biji.
Setelah penyerbukan terjadi, serbuk sari akan menuju ke ruang arkegonium.
Nah, selama perjalanan dari ruang tetes serbuk ke arkegonium ini serbuk sari telah berubah menjadi buluh serbuk (buluh sari) yang memiliki tiga inti yang terdiri atas dua inti generatif dan satu inti vegetatif.
Di dalam ruang arkegonium, inti vegetatif akan mati dan setiap inti generatif akan membuahi satu sel telur yang kemudian berkembang menjadi embrio.
Selanjutnya, embrio akan tumbuh menjadi biji dan terbentuklah tumbuhan baru.
Klasifikasi Gymnospermae dan Contohnya
Setelah mengetahui pengertian, ciri hingga sistem reproduksi gymnospermae, kamu juga perlu memahami klasifikasi tumbuhan dan contoh dari gymnospermae.
Adapun ulasan lengkapnya adalah sebagai berikut.
1. Cycadophyta
Klasifikasi gymnospermae yang pertama yaitu cycadophyta atau sikas. Nah, sikas juga dikenal dengan nama lain, yaitu pakis haji.
Habitat gymnospermae jenis ini umumnya dapat ditemukan di daerah subtropis atau hutan tropis. Tanaman dengan warna yang selalu hijau ini memiliki struktur daun seperti bulu dengan batang panjang.
Halaman:


