Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat
Kamu ingin menyisihkan dana darurat namun belum tahu berapa persen dari gaji yang tepat? Agar tidak salah hitung, dalam artikel ini Mamikos akan informasikan berapa persen dana darurat yang harus kamu sisihkan dari gajimu lengkap dengan cara menghitungnya.
Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji?
Jika kamu sudah bekerja atau mulai ingin mengatur keuangan, kamu mungkin bertanya-tanya sebenarnya dana darurat itu berapa persen dari gaji yang kamu dapatkan setiap bulannya?Â
Idealnya, persentase dana darurat yang dapat kamu sisihkan dari gaji bulanan berkisar antara 10 sampai 20% dari gaji.
Adapun besaran dana darurat yang ideal untuk kamu miliki yaitu 3 sampai 6 kali lebih besar dari pengeluaran kamu per bulannya, atau bisa juga lebih tergantung kondisi keuanganmu dan tanggunganmu.
Bagaimana Cara Menghitung Dana Darurat yang Harus Kamu Sisihkan?
Di atas sudah disebutkan bahwa idealnya dana darurat yang harus disisihkan dari gaji bulananmu yaitu sekitar 10 sampai dengan 20%. Dimana minimal dana darurat yang harus kamu miliki adalah 3 sampai 6 kali lebih besar dari pengeluaran per bulanmu.
Namun, besaran dana darurat yang harus disiapkan sebenarnya beda-beda tergantung kondisi finansial dan tanggungan masing-masing setiap orang.Â
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah dana darurat yang harus kamu siapkan. Beberapa faktor tersebut diantaranya status pernikahan, banyaknya tanggungan, dan stabilitas pekerjaan yang kamu miliki.
Jika kamu belum menikah dan tidak memiliki tanggungan apapun, maka kamu bisa menyiapkan dana darurat dengan besaran 3 sampai dengan 4 kali lipat dari pengeluaranmu per bulan.
Namun, jika kamu sudah memiliki pasangan baik itu istri atau suami, maka kamu harus menyiapkan dana darurat 6 kali lebih besar dari nominal pengeluaran bulanan.Â
Jika sudah memiliki 1 orang anak, minimal kamu harus menyiapkan dana darurat yang jumlahnya 9 kali lebih besar dari pengeluaran bulanan. Kemudian jika sudah memiliki 2 orang anak, maka kamu harus menyiapkan 12 kali lipat lebih besar dari pengeluaran bulanan.Â
Begitupun seterusnya, acuan yang dijadikan jumlah atau nominal dana darurat yaitu besaran pengeluaran rutinmu setiap bulannya.
Biaya-biaya yang dapat kamu hitung dalam pengeluaran bulanan yaitu biaya yang kamu keluarkan untuk konsumsi, transportasi, tagihan listrik, tagihan air, cicilan rumah, sewa kos, dan sejenisnya.Â
Semua biaya pengeluaran tersebut dapat dijumlahkan dan dijadikan acuan untuk menghitung berapa besaran dana darurat yang kamu butuhkan.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghitung besaran dana darurat dengan tepat:
- Pertama, tentukan berapa besaran pengeluaran kamu secara rutin setiap bulannya. Kamu dapat menghitung biaya pengeluaran beberapa aspek seperti biaya konsumsi, cicilan, transportasi, dan lain-lain.
- Kedua, tentukanlah jangka waktu minimal yang kamu ingin persiapkan dana darurat mulai dari 3 bulan, 6 bulan, atau lebih.
- Hitunglah total dana darurat dengan mengalikan pengeluaran rutin bulanan dengan jumlah jangka waktu yang kamu inginkan.
Contoh Skema Perhitungan Dana Darurat
Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung dana darurat yang perlu disiapkan dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besaran dana daruratmu. Berikut Mamikos berikan contoh skema perhitungan dana darurat agar kamu dapat lebih mudah menghitungnya:
Skema 1: Dana Darurat Jika Single
Jika kamu masih single atau lajang, besaran pengeluaranmu setiap bulannya yaitu sebanyak Rp5.000.000 dan kamu ingin memiliki dana darurat yang cukup untuk 3 bulan ke depan.Â
Maka kamu hanya perlu mengalikan besaran pengeluaran bulananmu dengan jangka waktu yang diinginkan. Contoh: Rp5.000.000 x 3 bulan = Rp15.000.000.
Jadi dana darurat yang perlu kamu siapkan untuk 3 bulan ke depan adalah sebesar Rp15.000.000 jika pengeluaranmu setiap bulannya adalah Rp5.000.000.
Halaman:


