Doa Ziarah Kubur Pendek Arab dan Latin untuk Orang Tua Sebelum Puasa Ramadan Tiba 2026
Apakah kamu sedang mencari doa ziarah kubur yang pendek dengan bahasa Arab dan latin untuk orang tua sebelum puasa Ramadhan tiba? Yuk, temukan rekomendasinya di sini!
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
6. Membaca Surat Al Ikhlas 3x
Ayat 1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Latin: qul huwallāhu aḥad
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Ayat 2
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Latin: allāhuṣ-ṣamad
Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.
Ayat 3
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Latin: lam yalid wa lam yụlad
Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Ayar 4
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
7. Membaca Surat Al Falaq 3x
Ayat 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Latin: Qul a’udzu birabbil-falaq
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).
Ayar 2
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: Min syarri ma khalaq
Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
Ayar 3
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
Latin: Wa min syarri ghasiqin iza waqab
Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
Ayat 4
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
Latin: Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
Ayat 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: Wa min syarri hasidin idza hasad
Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
8. Membaca Surat An Nas 3x
Ayat 1
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١
Latin: Qul a’ụżu birabbin-nās
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”
Ayat 2
مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢
Latin: Malikin-nās
Artinya: Raja manusia,
Ayat 3
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣
Latin: Ilāhin-nās
Artinya: Sembahan manusia,
Ayat 4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤
Latin: Min sharril-waswāsil-khannās
Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
Ayat 5
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥
Latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Ayat 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
Latin: Minal-jinnati wan-nās
Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.
9. Perbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil
Bacaaan istighfar:
أَسْتَغْفِرُ الله
Latin: Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bacaan tahlil:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latin: Lailahaillallah
Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”
10. Membaca Doa untuk Jenazah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.
Artinya: Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka. (HR Muslim).
Waktu Ziarah Kubur
Beberapa literatur islam menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah melarang umatnya untuk melakukan ziarah karena dikhawatirkan akan membuatnya berlaku syirik.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya Nabi Muhammad memberikan izin kepada umatnya untuk melakukan ziarah.
Izin ini diberikan karena Nabi Muhammad berharap supaya umatnya memiliki hati yang lembut serta selalu ingat dengan kematian setelah melakukan ziarah.
Mengenai waktu paling tepat untuk melakukan ziarah ini tidak ada ketentuan secara pasti. Abdurrahman Misno BP yang menulis buku ‘Mari Ziarah Kubur’ menjelaskan bahwa tidak ada penyebutan waktu secara spesifik pelaksanaan ziarah karena tujuan utama dari ziarah adalah ingat pada kematian.
Sebenarnya tidak ada batasan waktu atau hari untuk melakukan ziarah kubur. Di beberapa sumber disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan ziarah kubur saat malam.
Namun, kebanyakan orang di Indonesia melakukan ziarah kubur di waktu pagi atau menjelang petang dan paling banyak dilakukan di bulan Sya’ban atau bulan ruwah dalam kalender Jawa.
Meskipun ziarah kubur diperbolehkan, tetapi ada syarat yang harus dilakukan yakni tidak mengkultuskan hari atau waktu tertentu lebih baik dibandingkan waktu lainnya.
Adab dan Tata Krama Ziarah Kubur
Saat melakukan ziarah kubur, usahakan untuk selalu menjaga adab dan tingkah laku selama berada di makam.
Hal ini perlu dilakukan bukan sebagai penghormatan makam sebagai tempat yang keramat, tetapi lebih mengarah sebagai tindakan menghormati kepada mereka yang telah wafat.
Selain itu, tindakan ini harus dilakukan sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang sedang melakukan ziarah ke makam orang tua atau sanak familinya.
Dengan menjaga adab dan tata krama ini, akan membuat mereka lebih khusuk saat mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal. Berikut ini adalah beberapa hal-hal yang harus kamu lakukan saat akan melakukan ziarah kubur.
1. Ambillah Wudhu
Beberapa ulama mengatakan kalau melakukan ziarah ke makam orang tua merupakan bagian dari ibadah, sehingga disarankan kepada siapa saja yang melakukannya dianjurkan untuk dalam keadaan suci atau sudah memiliki wudhu.
Terlebih di saat melakukan ziarah pada saat menjelang bulan Ramadhan ini akan membuat mereka mengirimkan doa dengan membaca ayat-ayat suci yang berasal dari Al Quran.
Makanya, semua umat muslim dianjurkan untuk mengambil wudhu terlebih dahulu agar saat membaca doa-doa yang dikhususkan kepada almarhum, kondisi peziarah dalam keadaan suci.
Halaman:

