Doa Ziarah Kubur Pendek Arab dan Latin untuk Orang Tua Sebelum Puasa Ramadan Tiba 2026
Apakah kamu sedang mencari doa ziarah kubur yang pendek dengan bahasa Arab dan latin untuk orang tua sebelum puasa Ramadhan tiba? Yuk, temukan rekomendasinya di sini!
- Urutan bacaan doa ziarah mulai dari salam kubur, Al-Fatihah, beberapa ayat Al-Baqarah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas/Al-Falaq/An-Naas (3x), dzikir, hingga doa untuk jenazah.
- Ziarah (sering dilakukan menjelang Ramadhan atau dalam tradisi nyadran) bertujuan mengingat kematian, mendoakan almarhum, dan merawat makam agar tidak “hilang” atau ditindih; tidak ada waktu baku dan dilarang mengkultuskan hari tertentu.
- Adab & amalan saat ziarah: dianjurkan berwudhu, niat ikhlas, mengucap salam, menghadap kiblat saat doa, membaca surat-surat pendek untuk pahalanya ditujukan untuk almarhum, menjaga sopan santun (jangan duduk di atas makam), serta amalan seperti menabur bunga atau menyiram air sesuai kebiasaan.
Doa ziarah kubur sering dicari di mesin penelusuran saat orang-orang hendak ziarah di makam orang tua menjelang puasa ramadhan tiba 2026.
Biasanya doa yang dicari ini adalah doa untuk ziarah yang pendek dan sudah dilengkapi dengan huruf Arab dan Latin.
Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan rekomendasi doa ziarah kubur yang pendek saat ziarah di makam orang tua. Silakan kamu baca artikel ini sebelum melakukan ziarah kubur, ya! 🔎📖
Daftar Isi
Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan Tiba 2026

Sebagian umat muslim di Indonesia sering melakukan ziarah kubur ketika akan memasuki bulan Ramadhan.
Di beberapa daerah di Indonesia hal semacam ini sudah menjadi tradisi tahunan. Masyarakat Jawa menyebut tradisi ini dengan nyadran.
Kegiatan yang dilakukan dalam tradisi Jawa yang bernama nyadran ini tidak hanya mengirim doa kepada orang tua atau sanak famili yang telah meninggal dunia, tetapi juga membersihkan makamnya.
Pembersihan makam ini dilakukan dengan tujuan bahwa almarhum masih punya ahli waris yang mau merawat makamnya.
Hal ini penting dilakukan supaya makam almarhum tidak digunakan untuk memakamkan jenazah yang baru meninggal atau yang sering disebut dengan menindih makam.
Beberapa kejadian di lapangan menunjukkan bahwa makam-makam lama yang tidak terawat karena mungkin sudah tidak memiliki ahli waris lagi akan diganti dengan makam baru.
Sehingga bagi beberapa umat muslim ziarah ini penting dilakukan bukan hanya karena untuk mengirim doa kepada sanak famili yang sudah tiada, tetapi juga dilakukan agar makam tidak ‘hilang’.
Bacaan Doa Ziarah Kubur Pendek Arab dan Latin
Berikut ini urutan membaca doa ziarah kubur.
1. Ucapkan Salam
السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ
Latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.
2. Membaca Surat Al Fatihah
Ayat 1
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Latin: bismillâhir-raḫmânir-raḫîm
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ayat 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Latin: al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Ayat 3
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Latin: ar-raḫmânir-raḫîm
Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Ayat 4
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Latin: mâliki yaumid-dîn
Artinya: Pemilik hari Pembalasan.
Ayat 5
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Latin: iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în
Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
Ayat 6
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm
Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
Ayat 7
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ
Latin: shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn
Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
3. Membaca Al Baqarah ayat 1-5
Ayat 1
الٓمٓ
Latin: alif lām mīm
Artinya: “Alif laam miim.”
Ayat 2
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Latin: żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Ayat 3
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
Latin: allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Ayat 4
وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Latin: wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn
Artinya: dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
Ayat 5
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Latin: ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn
Artinya: Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
4. Membaca Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung. (QS. Al-Baqarah: 255)
5. Membaca Al Baqarah ayat 284-286
لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yaghfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr
Artinya: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ
Latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
6. Membaca Surat Al Ikhlas 3x
Ayat 1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Latin: qul huwallāhu aḥad
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Ayat 2
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Latin: allāhuṣ-ṣamad
Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.
Ayat 3
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Latin: lam yalid wa lam yụlad
Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Ayar 4
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
7. Membaca Surat Al Falaq 3x
Ayat 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Latin: Qul a’udzu birabbil-falaq
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).
Ayar 2
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: Min syarri ma khalaq
Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
Ayar 3
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
Latin: Wa min syarri ghasiqin iza waqab
Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
Ayat 4
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
Latin: Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
Ayat 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: Wa min syarri hasidin idza hasad
Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
8. Membaca Surat An Nas 3x
Ayat 1
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١
Latin: Qul a’ụżu birabbin-nās
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”
Ayat 2
مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢
Latin: Malikin-nās
Artinya: Raja manusia,
Ayat 3
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣
Latin: Ilāhin-nās
Artinya: Sembahan manusia,
Ayat 4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤
Latin: Min sharril-waswāsil-khannās
Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
Ayat 5
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥
Latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Ayat 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
Latin: Minal-jinnati wan-nās
Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.
9. Perbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil
Bacaaan istighfar:
أَسْتَغْفِرُ الله
Latin: Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bacaan tahlil:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latin: Lailahaillallah
Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”
10. Membaca Doa untuk Jenazah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.
Artinya: Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka. (HR Muslim).
Waktu Ziarah Kubur
Beberapa literatur islam menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah melarang umatnya untuk melakukan ziarah karena dikhawatirkan akan membuatnya berlaku syirik.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya Nabi Muhammad memberikan izin kepada umatnya untuk melakukan ziarah.
Izin ini diberikan karena Nabi Muhammad berharap supaya umatnya memiliki hati yang lembut serta selalu ingat dengan kematian setelah melakukan ziarah.
Mengenai waktu paling tepat untuk melakukan ziarah ini tidak ada ketentuan secara pasti. Abdurrahman Misno BP yang menulis buku ‘Mari Ziarah Kubur’ menjelaskan bahwa tidak ada penyebutan waktu secara spesifik pelaksanaan ziarah karena tujuan utama dari ziarah adalah ingat pada kematian.
Sebenarnya tidak ada batasan waktu atau hari untuk melakukan ziarah kubur. Di beberapa sumber disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melakukan ziarah kubur saat malam.
Namun, kebanyakan orang di Indonesia melakukan ziarah kubur di waktu pagi atau menjelang petang dan paling banyak dilakukan di bulan Sya’ban atau bulan ruwah dalam kalender Jawa.
Meskipun ziarah kubur diperbolehkan, tetapi ada syarat yang harus dilakukan yakni tidak mengkultuskan hari atau waktu tertentu lebih baik dibandingkan waktu lainnya.
Adab dan Tata Krama Ziarah Kubur
Saat melakukan ziarah kubur, usahakan untuk selalu menjaga adab dan tingkah laku selama berada di makam.
Hal ini perlu dilakukan bukan sebagai penghormatan makam sebagai tempat yang keramat, tetapi lebih mengarah sebagai tindakan menghormati kepada mereka yang telah wafat.
Selain itu, tindakan ini harus dilakukan sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang sedang melakukan ziarah ke makam orang tua atau sanak familinya.
Dengan menjaga adab dan tata krama ini, akan membuat mereka lebih khusuk saat mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal. Berikut ini adalah beberapa hal-hal yang harus kamu lakukan saat akan melakukan ziarah kubur.
1. Ambillah Wudhu
Beberapa ulama mengatakan kalau melakukan ziarah ke makam orang tua merupakan bagian dari ibadah, sehingga disarankan kepada siapa saja yang melakukannya dianjurkan untuk dalam keadaan suci atau sudah memiliki wudhu.
Terlebih di saat melakukan ziarah pada saat menjelang bulan Ramadhan ini akan membuat mereka mengirimkan doa dengan membaca ayat-ayat suci yang berasal dari Al Quran.
Makanya, semua umat muslim dianjurkan untuk mengambil wudhu terlebih dahulu agar saat membaca doa-doa yang dikhususkan kepada almarhum, kondisi peziarah dalam keadaan suci.
2. Usahakan Menata Niat
Saat kamu sedang melakukan ziarah kubur, sebaiknya kamu selalu niat yang ada di dalam hati supaya yang kamu lakukan ini dihitung sebagai pahala.
Usahakan kedatanganmu ke pemakaman ini benar-benar untuk berziarah dan hanya untuk mendoakan almarhum supaya diberikan ampunan atas segala kesalahan dosa-dosanya dan bisa diterima seluruh amal kebaikannya.
Jangan pernah terbesit keinginan di hati kita bahwa ziarah yang kita lakukan bisa menjadi wasilah atas doa-doa yang kita panjatkan supaya bisa lebih cepat diterima dan dikabulkan Allah SWT.
Selain itu, kamu tidak diperbolehkan meminta apapun kepada pemilik makam karena kalau kamu sampai melakukannya, hitungannya kamu sudah melakukan perbuatan syirik.
Makanya, saat kamu berziarah ke makam saja, termasuk orang tua sendiri usahakan untuk selalu menjaga niat agar tidak menimbulkan masalah dan dosa besar di kemudian hari.
3. Mengucapkan Salam
Beberapa ulama memiliki pandangan bahwa semua umat muslim yang akan ke dalam areal pemakaman dianjurkan untuk mengucapkan salam.
4. Menghadap Ke Kiblat
Saat kamu sedang berziarah ke makam orang tua, pastinya kamu tidak hanya datang untuk menaburkan bunga semata, tetapi juga akan membacakan doa-doa pendek dengan harapan almarhum bisa mendapatkan rahmat dari Allah SWT sehingga diampuni segala dosa yang telah diperbuat selama hidup.
Biasanya doa-doa yang paling sering dibaca para peziarah adalah surat-surat pendek yang terdapat di dalam al qur’ an, yang sebelumnya telah diawali dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan juga zikir.
Makanya, seperti sunnah Nabi Muhammad tentang cara membaca doa, bahwa arah terbaik saat membaca doa adalah dengan menghadap ke barat.
5. Membaca Doa Ziarah
Setelah kamu selesai membaca tahmid, tasbih, dan zikir, sekarang kamu bisa mulai membacakan doa ziarah khusus bagi orang tua atau sanak famili yang sudah meninggal lebih dulu.
Biasanya doa-doa yang dibacakan saat ziarah merupakan doa-doa pendek yang apabila doa ini berisi tentang permohonan kepada Allah SWT supaya orang tua kamu yang sudah meninggal mendapatkan ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan selama hidupnya, serta diterima kebaikannya dan dilapangkan kuburnya.
6. Membaca Surat-surat Pendek
Setelah selesai membaca doa-doa ziarah, sekarang kamu dapat melanjutkan membacakan beberapa -surat pendek yang ada di dalam Al Quran.
Saat sedang membaca surat-surat pendek, usahakan untuk mengawalinya dengan membaca surat Al Fatihah.
Setelah itu kamu selesai membaca Al Fatihah, kamu bisa meneruskannya dengan membacakan surat-surat pendek seperti Al-Falaq,An Naas, dan Al Ikhlas.
Selanjutnya apabila kamu sudah selesai membaca surat-surat pendek tersebut, kamu bisa menutupnya dengan surat Al Fatihah lagi.
Upayakan saat membaca surat Al Fatihah dan surat-surat pendek seperti yang telah disebutkan di atas kamu sudah diniatkan pahalanya untuk si jenazah.
7. Jangan Duduk di Atas Makam
Perlu kamu ingat bahwa makam adalah sebuah tempat yang menjadi peristirahatan terakhir bagi seorang muslim.
Sehingga kita harus memperlakukan makam dengan baik, bukan untuk mengkultuskannya, tetapi untuk menghormatinya.
Salah satu tindakan yang tidak boleh kamu lakukan adalah dudu di atas makam saat sedang melakukan ziarah.
Di sisi lain, tidak duduk di atas makam akan membuat makam tidak mengalami kerusakan. Sebab, beberapa makam ambles saat diduduki oleh peziarah.
8. Jangan Berkata-kata Tidak Sopan
Selain menjaga tindakan, saat kamu sedang berziarah ke makam orang tua. Sebaiknya, kamu dianjurkan untuk selalu menjaga lisan.
Maksud menjaga lisan di sini bukannya untuk mengkultuskan makam, tetapi untuk menciptakan kenyamanan bersama bagi sesama peziarah.
Sebab, pastinya semua orang yang sedang berziarah memerlukan suasana yang tenang untuk bisa mendoakan sanak familinya dengan khusuk.
9. Bersikap Sewajarnya
Saat kamu sedang mengunjungi makam orang tua atau kerabat, hendaknya kamu bersikap tenang dan tetap melakukan kegiatan yang masih dalam batas wajar.
Hindari perilaku yang berlebihan, karena hakikat ziarah adalah untuk mendoakan ahli kubur, membacakan Al-Qur’an, serta bertasbih yang pahalanya diniatkan untuk almarhum/almarhumah.
Ziarah kubur mampu menjadi salah satu sarana untuk mempertebal iman dan takwa. Dengan melihat nisan, kita diingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang waktunya rahasia.
Kesadaran akan kematian ini seharusnya mendorong kita untuk lebih berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan sehari-hari.
Amalan Ketika Berziarah
Berikut ini beberapa amalan yang bisa kamu lakukan ketika sedang berziarah ke makam orang tua.
1. Menabur Bunga dan Menyiram Air
Dalam sebuah riwayat, dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berziarah ke makam Ibrahim lalu menyiramkan air dan meletakkan kerikil di atas pusara.
Beberapa ulama membolehkan meniru apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi ada pula ulama yang melarang karena menganggap bahwa hanya Rasul saja yang boleh melakukannya.
2. Mengingat Kematian
Saat sedang berziarah ke makam, ada baiknya kalau kamu mengingat bahwa hidup di dunia itu hanyalah sementara.
Semua yang hidup di dunia ini pasti akan meninggal dan kematian itu tidak akan pernah menunggu kamu selesai dengan urusanmu atau belum.
Bisa jadi kematian akan datang di saat kamu sudah mendapatkan kesuksesan atau bahkan datang di saat kamu mengalami kegagalan.
Demikian informasi tentang doa ziarah kubur pendek Arab dan Latin yang dapat Mamikos berikan untuk kamu jadikan panduan saat berziarah. 🤲🧑
Referensi:
10 Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan [Daring]. Tautan: https://jombang.nu.or.id/amaliyah-nu/10-adab-ziarah-kubur-yang-perlu-diperhatikan-KSBQT
Doa Ziarah Kubur Beserta Adab dan Amalannya [Daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/doa-ziarah-kubur/
Ziarah Kubur Mengandung Banyak Manfaat [Daring]. Tautan: https://muhammadiyah.or.id/2021/11/ziarah-kubur-mengandung-banyak-manfaat/
Ziarah Kubur: Tata Cara, Doa dan Waktunya [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7789212/ziarah-kubur-tata-cara-doa-dan-waktunya
Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah




