Advertisement
Source : Getty Images Signature/HAYKIRDI

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Singkat beserta Artinya sesuai Urutan Tulisan Arab dan Latin

Ingin tahu doa ziarah kubur untuk orang tua yang sesuai dengan urutannya? Yuk, temukan jawabannya di sini!

25 November 2025 Zuly Kristanto

Meski orang tua telah meninggal dunia, sebagai anak kita masih bisa berbakti kepada orang tua dengan cara berziarah kubur sebagai bentuk kasih sayang kepada orang tua.

Ketika kamu sedang berziarah kubur, sebaiknya kamu tidak hanya datang untuk membersihkan makam orang tua saja. Tetapi, ada baiknya kamu mengirimkan doa kepada orang tua yang telah tiada.

Nah, di artikel ini Mamikos akan membagikan doa ziarah kubur singkat lengkap dengan tulisan dan artinya yang sudah sesuai dengan urutan. Silakan, kamu pelajari dahulu supaya tidak ada yang terlewat ketika kamu sedang berziarah. 🤲📿

Pengertian Ziarah Kubur

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Singkat beserta Artinya sesuai Urutan Tulisan Arab dan Latin
Getty Images Signature/HAYKIRDI
Cara Mengirim Doa untuk Almarhum Orang Tua yang Sudah Meninggal dalam Islam

Ziarah kubur merupakan sebuah aktivitas mendatangi makam saudara, orang tua, atau tokoh-tokoh tertentu untuk mendoakan supaya doa mereka diampuni oleh Allah SWT sekaligus mengambil pelajaran tentang kematian yang bisa datang kapan saja dan pasti dialami oleh semua manusia.

Mengutip Muhammadiyah.or.id, ziarah kubur dapat dilakukan oleh siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Hanya saja, dalam melaksanakan ziarah kubur ini jangan sampai terjadi praktik syirik atau menyekutukan Allah SWT.

Bacaan Doa untuk Nenek yang Sudah Meninggal Tulisan Arab Latin dan Artinya

Makanya, dalam melaksanakan ziarah kubur ini haruslah sesuai dengan adab dan tata cara yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam beberapa riwayat disebutkan, kalau Nabi Muhammad mengatakan kalau banyak manfaat yang diperoleh dari ziarah kubur.

Adapun manfaat dari ziarah kubur ini antara lain adalah mengingatkan diri kepada kematian, mempersiapkan diri kepada hari akhir, dan bisa melembutkan hati, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah),” (HR. Hakim).

Cara Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal Bapak atau Ibu dalam Islam

Waktu Ziarah Kubur

Ziarah kubur termasuk salah satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Meskipun demikian, barangkali banyak yang belum tahu kalau Rasulullah SAW pernah melarang umat muslim melakukan ziarah kubur.

Adapun alasannya karena Rasulullah SAW takut kalau umat muslim akan menyekutukan Allah SWT saat melakukan ziarah.

Namun, kemudian Rasulullah SAW membolehkan umat muslim melakukan ziarah kubur karena bisa membuat seseorang ingat dengan kematian.

Sebenarnya umat muslim bisa melakukan ziarah kubur kapan saja. Abdurrahman Misno BP dalam bukunya yang berjudul ‘Mari Ziarah Kubur’ mengatakan tidak ada waktu khusus untuk melakukan ziarah kubur karena tujuan utama dari ziarah adalah mengingatkan akhirat.

Tidak ada batasan hari atau bahkan waktu untuk melakukan ziarah kubur. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan ziarah kubur saat malam hari.

Namun, di Indonesia kebanyakan orang banyak yang melakukan ziarah di hari kamis sore, jumat, saat akan memasuki bulan Ramadhan, setelah shalat Idul Fitri, setelah shalat Idul Adha, dan saat haul atau peringatan hari kematian.

Melakukan ziarah di waktu yang telah disebutkan di atas oleh sebagian ulama dibolehkan dengan catatan tidak mengkultuskan dan menganggap hari-hari tersebut lebih baik dibanding hari lainnya.

Urutan Doa Ziarah Kubur

Berikut ini urutan membaca doa ziarah kubur.

1. Ucapkan Salam

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

2. Membaca Surat Al-Fatihah

Ayat 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Latin: bismillâhir-raḫmânir-raḫîm

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat 2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Latin: al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Ayat 3

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Latin: ar-raḫmânir-raḫîm

Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Ayat 4

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

Latin: mâliki yaumid-dîn

Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

Ayat 5

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Latin: iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în

Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Ayat 6

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm

Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

Ayat 7

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

Latin: shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn

Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

3. Membaca Al-Baqarah ayat 1-5

Ayat 1

الٓمٓ

Latin: alif lām mīm

Artinya: “Alif laam miim.”

Ayat 2

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Latin: żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

Ayat 3

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Latin: allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Ayat 4

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Latin: wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn

Artinya: “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

Ayat 5

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Latin: ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn

Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

4. Membaca Ayat Kursi

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka.

Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)

5. Membaca Al-Baqarah Ayat 284-286

لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yaghfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

Artinya: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.

Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

Halaman:

Advertisement