Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Singkat beserta Artinya sesuai Urutan Tulisan Arab dan Latin
Ingin tahu doa ziarah kubur untuk orang tua yang sesuai dengan urutannya? Yuk, temukan jawabannya di sini!
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
6. Membaca Surat Al-Ikhlas 3x
Ayat 1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Latin: qul huwallāhu aḥad
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”
Ayat 2
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Latin: allāhuṣ-ṣamad
Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu.”
Ayat 3
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Latin: lam yalid wa lam yụlad
Artinya: “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”
Ayar 4
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
7. Membaca Surat Al-Falaq 3x
Ayat 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Latin: Qul a’udzu birabbil-falaq
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).
Ayar 2
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: Min syarri ma khalaq
Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
Ayar 3
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
Latin: Wa min syarri ghasiqin iza waqab
Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
Ayat 4
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
Latin: Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
Ayat 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin: Wa min syarri hasidin idza hasad
Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
8. Membaca Surat An-Nas 3x
Ayat 1
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١
Latin: Qul a’ụżu birabbin-nās
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”
Ayat 2
مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢
Latin: Malikin-nās
Artinya: Raja manusia,
Ayat 3
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣
Latin: Ilāhin-nās
Artinya: Sembahan manusia,
Ayat 4
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤
Latin: Min sharril-waswāsil-khannās
Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
Ayat 5
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥
Latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Ayat 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
Latin: Minal-jinnati wan-nās
Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.
9. Perbanyak Dzikir
Bacaaan istighfar:
أَسْتَغْفِرُ الله
Latin: Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bacaan tahlil:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latin: Lailahaillallah
Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”
10. Membaca Doa untuk Jenazah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.
Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya.
Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).
Adab dan Tata Krama Ziarah Kubur
Dalam melaksanakan ziarah kubur, sebaiknya kamu senantiasa menjaga adab dan tata krama selama berada di makam.
Hal ini dilakukan bukan karena menganggap makam sebagai tempat yang keramat, tetapi lebih kepada sebagai tindakan menghormati mereka yang sudah wafat.
Serta tindakan ini sebaiknya dilakukan supaya tidak mengganggu kenyamanan peziarah lain yang sedang melakukan ziarah kubur.
Adapun adab yang sebaiknya kamu lakukan ketika akan melakukan ziarah kubur antara lain sebagai berikut:
1. Berwudhu
Berziarah ke makam orang tua termasuk ibadah, maka dari itu sebaiknya dalam melakukannya kita harus dalam keadaan suci.
Belum lagi saat mendoakan orang tua yang sudah wafat, tentunya kita akan membaca ayat-ayat suci dari Al Quran.
Makanya, kita diharuskan untuk berwudhu dahulu supaya saat membaca doa-doa yang ditujukan kepada almarhum dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun hadas besar.
2. Menata Niat
Ketika sedang berziarah kubur, sebaiknya kita jaga niat yang ada di dalam hati. Usahakan kedatangan kita untuk berziarah benar-benar untuk mendoakan almarhum supaya diampuni dosa-dosanya dan diterima amal kebaikannya.
Jangan sampai terbesit di hati kita saat ziarah menjadikan almarhum menjadi wasilah atas doa-doa kita dengan harapan doa kita lebih bisa dikabulkan Allah SWT.
Selain itu, jangan pernah meminta apapun kepada empunya makam karena kalau kamu sampai melakukannya hukumnya adalah syirik.
Sebab itulah, saat akan berziarah ke makam siapapun, termasuk orang tua sendiri pastikan niat yang kita miliki adalah untuk mendoakan supaya dosa-dosa mereka diampuni dan jangan sampai ada niatan lain.
3. Mengucapkan Salam
Beberapa ulama memiliki pendapat bahwa saat seorang muslim masuk ke dalam areal pemakaman sebaiknya mengucapkan salam.
Salam yang kita ucapkan ketika memasuki pemakaman termasuk adab untuk menghormati para penghuni makam.
Halaman:

