Advertisement
Source : humanrightscareers.com

7 Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya beserta Contoh dan Penjelasannya 

Perubahan sosial budaya bisa juga mengalami hambatan sehingga mencegah terjadinya perubahan. Simak penjelasannya di sini.

18 September 2024 Fajar Laksana

Korupsi melibatkan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi, kolusi adalah kerjasama rahasia antara pihak-pihak untuk meraih keuntungan tidak sah, dan nepotisme adalah pemberian jabatan atau keuntungan kepada kerabat atau teman dekat.

Di Indonesia, kasus korupsi besar seperti korupsi proyek e-KTP pada tahun 2010-2012 adalah contoh nyata. 

Dalam kasus ini, pejabat pemerintah terlibat dalam penyelewengan dana yang seharusnya digunakan untuk pembuatan kartu identitas atau KTP elektronik

Para pelaku melakukan kolusi dengan perusahaan swasta dan melibatkan pihak-pihak tertentu dalam proses pengadaan untuk mendapatkan keuntungan ilegal.

Akibatnya, kasus ini mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah, memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah, dan memperlambat reformasi birokrasi yang diperlukan untuk perubahan sosial. 

Korupsi dan nepotisme menciptakan ketidakadilan sosial, menghambat akses yang adil terhadap sumber daya dan peluang, serta mengekang potensi masyarakat untuk berkembang secara lebih merata dan efektif.

Adapun contoh terbarunya adalah pemanfaatan wewenang Presiden yang memberikan jabatan menteri pada orang yang tidak kompeten, contohnya menteri kominfo yang merupakan ketua relawan Presiden.

7. Gagap Teknologi

Faktor penghambat perubahan sosial budaya yang terakhir dalam artikel ini adalah gagap teknologi.

Gagap teknologi merupakan ketidakmampuan atau kesulitan melakukan adaptasi serta penggunaan teknologi baru.

Mengingat zaman yang sudah serba digital, gagap teknologi dapat menjadi penghambat signifikan dalam perubahan sosial budaya. 

Individu atau kelompok yang mengalami gagap teknologi seringkali tertinggal dalam memanfaatkan inovasi yang dapat memajukan kesejahteraan mereka.

Contoh konkret dari gagap teknologi dapat terlihat dalam penggunaan mobile banking. 

Di pedesaan-pedesaan Indonesia, meskipun mobile banking menawarkan kemudahan transaksi keuangan melalui ponsel, banyak masyarakat di daerah pedesaan atau mereka yang berusia lanjut mengalami kesulitan dalam mengadopsi teknologi ini. 

Misalnya, petani di desa-desa terpencil mungkin merasa tidak nyaman dengan aplikasi mobile banking karena ketidakpahaman teknologi, keterbatasan akses internet, atau kekhawatiran tentang keamanan data.

Sosiologi Adalah Ilmu yang Mempelajari Struktur Sosial, Proses Sosial, dan Perubahan Sosial…?

Akibatnya, mereka tetap bergantung pada metode transaksi tradisional seperti uang tunai atau kunjungan ke bank fisik. 

Hal ini menghambat potensi keuntungan dari mobile banking, seperti akses yang lebih mudah ke layanan keuangan, kemudahan melakukan transaksi, dan peningkatan inklusi keuangan. 

Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru mengakibatkan perlambatan dalam perubahan sosial yang dapat terjadi melalui kemajuan digital, dan menciptakan kesenjangan antara mereka yang dapat mengakses teknologi dan mereka yang tidak.

Demikian pembahasan 7 faktor penghambat perubahan sosial budaya beserta contohnya. Semoga bermanfaat.

Halaman:

Advertisement