6 Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi Manusia beserta Cara Kerja, Struktur dan Penjelasannya
Sebagai salah satu organ tubuh manusia, hati tentu saja memiliki banyak fungsi vital dalam tubuh, salah satunya berfungsi dalam sistem ekskresi manusia. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
- Hati adalah organ vital sistem ekskresi yang menetralkan dan mengeluarkan zat sisa seperti bilirubin, kolesterol, urea, obat/metabolit, hormon, toksin, logam berat, serta memproduksi empedu; fungsi utamanya meliputi detoksifikasi, produksi dan sekresi empedu, pengolahan amonia menjadi urea, pemecahan hormon, filtrasi darah, dan metabolisme obat.
- Cara kerj: darah dari saluran pencernaan masuk lewat vena porta lalu hepatosit menyerap zat; selanjutnya terjadi biotransformasi (fase I: oksidasi/reduksi/hidrolisis, fase II: konjugasi dengan gugus seperti sulfat/glukoronat), produksi empedu yang disekresikan ke usus dan pembuangan lewat feses sementara amonia diubah menjadi urea yang diekskresikan oleh ginjal.
- Menjaga kesehatan hati penting karena gangguan fungsinya menyebabkan penumpukan racun, gangguan metabolisme, masalah pencernaan lemak (mis. batu empedu), dan berisiko mengganggu keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Hati merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peranan sangat vital terhadap keberlangsungan hidup manusia. Organ ini bekerja tanpa henti demi menjaga keseimbangan tubuh manusia.
Salah satu fungsi penting dari hati yaitu merupakan organ dalam sistem ekskresi, sebuah sistem untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme atau racun dari tubuh manusia. Jika hati tidak bekerja secara optimal, maka racun akan menumpuk dan metabolisme dalam tubuh terganggu.
Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui lebih detail mengenai fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia, di bawah ini Mamikos akan mengulasnya secara lengkap serta bagaimana cara kerja dan strukturnya. Yuk, baca selengkapnya di bawah! 🫀 📚
Daftar Isi
Apa itu Hati?

Hati atau liver adalah sebuah kelenjar terbesar dan merupakan organ vital dalam tubuh manusia.Â
Hati yang normal memiliki warna merah kecoklatan dengan berat sekitar 1.500 gram pada orang dewasa. Ukuran tersebut sekitar 2.5% dari berat tubuh. Adapun warna merah kecoklatan tersebut karena persediaan darah yang tinggi.
Hati terletak pada bagian atas rongga perut dan tepat berada di bawah diafragma. Dimana hati menempati hampir semua bagian dari hypocondrium kanan serta sebagian epigastrium abdomen.
Pada permukaan atas, hati memiliki bentuk yang cembung dan letaknya di bawah suat diafragma.Â
Kemudian untuk permukaan bawahnya sendiri tidak rata dan berbentuk lekukan fisura transverses. Di bagian luarnya, hati dilindungi oleh kapsula hepatis, sebuah selaput tipis.
Hati terbagi ke dalam dua bagian yaitu lobus kanan dan lobus kiri, kedua bagian tersebut terpisahkan oleh ligamentum falciforme.Â
Dimana untuk lobus bagian kanan ukurannya lebih besar sedangkan lobus kiri terdapat tiga bagian utama diantaranya lobus kanan atas, lobus caudatus, serta lobus quadratus.
Hati memiliki banyak sekali fungsi yang tentu saja bermanfaat bagi tubuh manusia, salah satunya yaitu bekerja sebagai sistem ekskresi yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa zat metabolisme dan racun dalam tubuh seperti amonia, urea, serta getah empedu.
Selain sistem ekskresi, hati juga memiliki banyak fungsi lainnya, diantaranya untuk menyimpan gula otot atau glikogen, penawar racun, kelenjar pencernaan, serta membantu membentuk eritrosit atau sel darah merah pada janin.Â
Apa itu Sistem Ekskresi?
Di atas sudah dijelaskan sedikit mengenai sistem ekskresi, secara garis besar, adapun yang dimaksud dengan sistem ekskresi adalah sebuah sistem yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme serta racun dari tubuh manusia untuk menjaga dan mengatur keseimbangan cairan sekaligus asam dan basa.
Lebih detailnya, sistem ini akan bertugas untuk mengeluarkan berbagai zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan dan digunakan oleh tubuh manusia, contohnya seperti karbondioksida, urea, serta racun.
Sistem ekskresi tentu saja memiliki peranan penting bagi tubuh manusia, dimana prosesnya dapat mencegah akumulasi dari zat berbahaya yang dapat memberikan dampak buruk terhadap fungsi organ serta kesehatan.
Tidak hanya hati, sebenarnya terdapat organ sistem ekskresi lainnya dengan fungsi berbeda-beda. Diantaranya seperti ginjal, paru-paru, dan kulit juga termasuk dalam sistem ini. Namun, yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini hanyalah sistem ekskresi hati saja.
Apa Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi Manusia?
Pada sistem ekskresi, hati memiliki fungsi untuk memecah beberapa jenis senyawa yang bersifat racun. Senyawa-senyawa tersebut jika dibiarkan akan menumpuk dan dapat meracuni tubuh. Adapun lebih jelasnya, berikut adalah beberapa fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia:
1. Berfungsi untuk Detoksifikasi Racun Berbahaya dalam Tubuh
Melihat dari fungsinya, hati dapat kita sebut sebagai sebuah pabrik pengolahan limbah. Hati dapat melakukan netralisasi serta mengubah racun-racun pada tubuh, obat-obatan hingga zat kimia berbahaya lainnya agar lebih aman untuk dibuang.Â
Contohnya seperti racun dari alkohol, obat-obatan, atau amonia akan diproses oleh hati untuk diubah menjadi urea. Urea tersebut kemudian akan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urine.
Dengan begitu, hati dapat mempertahankan keseimbangan tubuh manusia dengan membatasi berbagai dampak buruk yang mungkin akan muncul akibat bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh manusia.
2. Berfungsi untuk Memproduksi dan Sekresi Empedu
Fungsi hati dalam sistem ekskresi juga yaitu untuk memproduksi cairan empedu. Empedu memiliki fungsi sebagai sebuah medium untuk mensekresikan berbagai macam zat sisa dalam tubuh.Â
Contohnya seperti bilirubin yang merupakan hasil pemecahan dari sel darah merah serta kolesterol berlebih. Selain itu, empedu juga memiliki fungsi lain untuk membantu mencerna lemak.
Produksi empedu sangat penting bagi tubuh manusia karena dapat menjaga kadar kolestrol di dalam tubuh agar tetap seimbang. Dimana kelebihan kolestrol akan dibuang melalui empedu.
Jika saluran empedu tersumbat, hal tersebut akan mengganggu pencernaan lemak serta dapat menimbulkan berbagai masalah lainnya seperti batu empedu.
3. Berfungsi untuk Pengolahan Amonia
Fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia selanjutnya yaitu untuk mengolah amonia. Amonia sendiri merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari metabolisme protein yang sangat beracun bagi sel-sel di dalam tubuh.
Melalui sistem ekskresi, hati dapat mengubah amonia sebagai zat berbahaya menjadi bentuk yang lebih aman yaitu urea agar lebih mudah dibuang melalui urine.
4. Berfungsi untuk Pemecahan Hormon
Hati juga memiliki fungsi sebagai alat pemecah hormon-hormon yang sudah tidak lagi diperlukan oleh tubuh.
Dengan begitu, hati dapat mencegah penumpukan hormon berlebih yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh manusia.
5. Berfungsi untuk Filtrasi Darah
Hati juga merupakan organ tubuh yang dapat memfilter darah, dimana darah yang kembali dari sistem pencernaan itu harus melewati hati terlebih dahulu.Â
Pada saat darah melewati hati, hati dapat menyaring berbagai zat-zat asing atau racun sebelum darah beredar ke seluruh tubuh.
6. Berfungsi untuk Metabolisme Obat
Hati juga memiliki fungsi untuk memproses hampir semua jenis obat atau zat kimia yang masuk atau dikonsumsi ke dalam tubuh manusia.Â
Hati dapat mengubah struktur kimia obat-obatan yang kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah untuk dibuang melalui feses dan urine.
Cara Kerja Sistem Ekskresi Hati atau Proses Ekskresi oleh Hati
Sistem ekskresi hati merupakan sebuah sistem yang sangat kompleks di dalam tubuh manusia. Mengutip dari Liputan6, proses ekskresi oleh hati adalah sebagai berikut:
1. Mengambil Zat dari Darah
Proses ekskresi hati bermula saat darah yang mengandung berbagai zat sisa masuk ke dalam hati melalui vena porta.Â
Kemudian sel-sel utama hati yaitu hepatosit akan menyerap atau mengambil berbagai senyawa yang ada dalam darah untuk diproses secara lebih lanjut.
2. Biotransformasi
Setelah zat-zat dalam darah diambil, selanjutnya zat-zat tersebut akan diproses melalui serangkaian reaksi kimia yang disebut dengan istilah biotransformasi.
Pada proses ini, biasanya akan terjadi dua fase, fase pertama yaitu melibatkan reaksi oksidasi, reduksi, serta hidrolis untuk mengubah struktur molekul pada zat.Â
Kemudian untuk fase kedua akan melibatkan penambahan gugus kimia tertentu agar senyawa dapat lebih larut di dalam air.
Proses ini bertujuan untuk mengubah struktur kimia pada zat menjadi bentuk yang lebih tidak berbahaya agar dapat dengan mudah diproses oleh tubuh.
3. Konjugasi
Proses selanjutnya yaitu konjugasi, ini merupakan tahapan untuk menggabungkan zat sisa atau racun dengan molekul-molekul lain seperti sulfat atau glukoronat.Â
Fungsinya yaitu untuk membuat zat-zat tersebut lebih mudah larut dalam sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh.
4. Produksi Empedu
Hati juga akan terus memproduksi empedu, sebuah cairan dengan warna kehijauan yang memiliki kandungan berbagai zat sisa.Â
Empedu tersebut akan disimpan secara sementara dalam kantung empedu sebelum akhirnya dilepaskan ke usus kecil.
5. Sekresi ke Saluran Empedu
Selanjutnya zat-zat sisa yang sudah diproses akan disekresikan melalui saluran empedu kecil dan akan bergabung membentuk saluran empedu utama.
6. Ekskresi Melalui Usus
Empedu yang di dalamnya mengandung berbagai zat sisa akan dilepaskan ke dalam usus dua belas jari.Â
Dimana sebagian besar komponen empedu tersebut akan dibuang bersama feses, sementara sebagian lainnya akan diserap kembali oleh usus melalui siklus enterohepatik.
7. Pembentukan Urea
Untuk ammonia, hati akan mengubahnya menjadi urea. Urea akan dilepaskan kembali ke aliran darah untuk diekskresikan oleh organ ginjal melalui urine.
Zat yang Dapat Dieksreksikan Oleh Hati
Adapun zat-zat yang dapat diekskresikan oleh hati adalah sebagai berikut:
- Bilirubin
- Kolestrol
- Urea
- Obat-obatan serta metabolitnya
- Hormon
- Toksin atau zat kimia asing
- Logam berat
- Pigmen empedu
- Asam empedu
- Sisa metabolisme lemak
Nah, itulah dia beberapa fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia beserta cara kerja dan strukturnya. Hati merupakan alat vital yang bekerja secara terus menerus untuk menjaga keseimbangan tubuh. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kesehatan hati agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Referensi:
Mengenal Sistem Ekskresi pada Manusia: Fungsi, Organ, dan Gangguannya [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7278810/mengenal-sistem-ekskresi-pada-manusia-fungsi-organ-dan-gangguannya.
Pengertian Hati – Fungsi, Bagian-Bagian, Cara Kerja dan Gangguan pada Hati Lengkap dengan Penjelasannya [Daring]. Tautan: https://ipa.pelajaran.co.id/hati/
Fungsi Hati Sebagai Alat Ekskresi Adalah: Memahami Peran Vital Organ Hati [Daring]. Tautan: https://www.liputan6.com/feeds/read/5783768/fungsi-hati-sebagai-alat-ekskresi-adalah-memahami-peran-vital-organ-hati
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




