Struktur Virus Bakteriofag beserta Fungsi dan Ciri-cirinya Plus Gambar
Pernah dengar virus yang bisa menyerang bakteri? 😲 Yuk cari tahu tentang bakteriofag di artikel ini!
Pernah mendengar istilah bakteriofag? Virus yang juga dikenal dengan nama fag tersebut merupakan virus yang menginfeksi bakteri. ðŸ¦
Bakteriofag memiliki keunikan dan perbedaan dengan virus lainnya walaupun detailnya hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. 🔬
Penasaran apa saja yang bisa dilakukan oleh bakteriofag dan seberapa berbahayanya dia bagi bakteri? Yuk, cari tahu struktur virus bakteriofag, fungsi, serta karakteristiknya pada artikel berikut.
Daftar Isi
Struktur Virus Bakteriofag

Apakah kamu baru pertama kali mengetahui bahwa ada virus yang tidak hanya menyerang manusia, tapi juga bakteri?
Ibaratnya, bakteriofag seperti monster kecil yang suka pada bakteri sampai menyerangnya. Tidak mengherankan jika bakteriofag ini menjadi musuh bakteri. Tapi, bakteriofag tidak menyerang manusia, hewan, dan tumbuhan, lho.
Struktur virus bakteriofag berbeda dengan virus lainnya. Biasanya, pertanyaan tentang peranan virus dan struktur tubuh virus bakteriofag muncul pada soal-soal biologi jenjang sekolah menengah bahkan perkuliahan.
Sebagai ilustrasi, gambar tersebut adalah gambar Bakteriofag T4 dari Escherichia coli. Bagian ekornya berfungsi untuk menempelkan virion (partikel virus) ke sel inang dan menyuntikkan asam nukleatnya. Diameter kepala virusnya berukuran sekitar 85 nanometer (nm).
Lebih lengkapnya, berikut ini struktur virus bakteriofag dan fungsi bagian-bagiannya.
1. Kepala (Head / Capsid)
Bentuk: Seperti prisma segi enam atau ikosahedral (seperti bola 20 sisi).
Isi: Mengandung asam nukleat (DNA) yang membawa informasi genetik virus.
Fungsi: Melindungi DNA virus dari kerusakan ketika berada di luar sel inang dan menjadi wadah untuk materi genetik yang akan disuntikkan ke dalam bakteri.
2. Leher atau Kalung (Collar / Neck)
Letak: Menghubungkan bagian kepala virus dengan ekor.
Fungsi: Menjadi penghubung yang menjaga kestabilan kepala dan ekor ketika virus menempel dan menyuntikkan DNA ke sel inang (bakteri).
3. Ekor (Tail Sheath)
Bentuk: Tabung silinder panjang di bawah kepala.
Fungsi: Berperan sebagai alat suntik. Ketika virus menempel pada bakteri, bagian ekor akan berkontraksi dan mendorong DNA virus masuk ke dalam sel bakteri.
4. Piringan Dasar (Endplate / Base Plate)
Letak: Di ujung bawah ekor.
Fungsi: Tempat menempelnya serabut ekor dan duri ekor (tail pins). Piringan dasar berperan penting dalam proses penempelan awal ke permukaan bakteri serta menjadi titik masuknya DNA setelah enzim lisozim melubangi dinding sel bakteri.
5. Duri Ekor (Tail Pins)
Letak: Menempel di piringan dasar.
Fungsi: Membantu menembus dinding sel bakteri saat virus mulai menyuntikkan DNA. Duri tersebut seperti jarum kecil yang fungsinya menahan dan menembus permukaan sel inang.
6. Serabut Ekor (Tail Fibers)
Bentuk: Serabut panjang seperti kaki laba-laba terletak pada bagian bawah virus.
Fungsi: Mengenali dan menempel pada reseptor tertentu pada dinding sel bakteri. Serabut inilah yang menentukan spesifisitas inang. Jadi, virus hanya dapat menempel pada jenis bakteri tertentu yang sesuai.
Pahami dan hafalkan bagian-bagian virus bakteriofag di atas karena seringkali materinya ditanyakan di soal ujian.
Perlu kamu ketahui, virus bakteriofag wajib memiliki inang karena tidak bisa berkembang biak sendiri. Virus bakteriofag adalah parasit obligat yang hanya dapat bereplikasi saat berada di dalam sel hidup.
Bagaimana Proses Pembentukan Bakteriofag?

Pada beberapa virus yang menginfeksi bakteri, misalnya bakteriofag T4 dari Escherichia coli , bagian ekornya memiliki struktur yang cukup kompleks. Ini juga menjadi pembeda bakteriofag dengan virus lainnya.
Ekor T4 tersusun dari hampir 20 jenis protein berbeda, sementara pada bagian kepalanya terdapat beberapa protein tambahan.
Pada virus yang strukturnya kompleks seperti bakteriofag ini, proses penyusunan tubuhnya pun cukup rumit.
Misalnya pada bakteriofag T4, ekor virus dibentuk terlebih dahulu sebagai sub-bagian, kemudian ditambahkan ke kepala yang sudah berisi DNA.
Terakhir, serabut ekor (tail fibers) yang terbentuk dari jenis protein lain akan ditambahkan, sehingga terbentuk virion dewasa yang siap menginfeksi.
Halaman:

