Struktur Virus Bakteriofag beserta Fungsi dan Ciri-cirinya Plus Gambar
Pernah dengar virus yang bisa menyerang bakteri? 😲 Yuk cari tahu tentang bakteriofag di artikel ini!
Jenis-jenis Bakteriofage
Bentuk tubuh virus bakteriofag sangat beragam walaupun yang terkenal adalah bakteriofage T4. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteriofage yang perlu kamu ketahui:
1. Bakteriofage Kepala-Ekor (Head-Tail Phage), contohnya bakteriofag T4 yang menginfeksi E.coli
2 Bakteriofage Ikosahedral Tanpa Ekor, dengan kapsid berbentuk ikosahedral tapi tanpa ekor.
3.Bakteriofage Filamen (Filamentous Phage), dengan bentuk menyerupai benang
4.Bakteriofage Pleomorphic, merupakan jenis yang jarang ditemukan dan memiliki bentuk tidak tetap
Bakteriofag berbeda dari virus lainnya. Misalnya saja dari segi inang, jika virus lain dapat menyerang manusia, tumbuhan, dan hewan, pada bakteriofag yang diserang hanya bakteri.
Struktur bakteriofag juga lebih kompleks dengan adanya serabut, piringan dasar, dan ekor. Cara infeksi bakteriofag tidak langsung masuk ke dalam sel tetapi dengan menyuntikkan DNA ke dalam bakteri melalui ekor.
Ciri-ciri Bakteriofag
Agar semakin paham, yuk pelajari ciri-ciri khas bakteriofag. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah membedakannya dari jenis virus lain.
1. Bakteriofag menginfeksi bakteri, bukan manusia atau hewan
Target utama virus bakteriofag hanya bakteri, misalnya Escherichia coli (E. coli), sehingga bakteriofag tidak dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
2. Virus bakteriofag berukuran sangat kecil
Rata-rata virus bakteriofag ukurannya hanya sekitar 20–200 nanometer dan hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron.
3. Memiliki struktur yang kompleks
Berbeda dari virus lain yang umumnya berbentuk bulat atau batang, virus bakteriofag berbentuk mirip “roket berkepala besar dan berekor panjang”.
4. Materi genetik virus bakteriofag berupa DNA
Pada umumnya, virus bakteriofag memiliki DNA untai ganda (double-stranded DNA) di dalam kepala virusnya. Tapi beberapa jenis lain dapat memiliki RNA.
5. Virus bakteriofag bersifat spesifik terhadap inang
Sifat penting bakteriofag yang perlu kamu pahami adalah bersifat sangat spesifik terhadap inangnya. Setiap jenis bakteriofag hanya dapat menginfeksi bakteri tertentu. Contohnya, bakteriofag T4 hanya bisa menyerang E. coli tertentu, sehingga tidak dapat menyerang bakteri lainnya.
6. Reproduksi virus bakteriofag melalui dua siklus: litik dan lisogenik
Siklus litik: virus bakteriofag langsung menggandakan diri dan membuat sel bakteri pecah (lisis).
Siklus lisogenik: DNA virus bakteriofag menyatu terlebih dulu dengan DNA bakteri dan “tidur” sampai nantinya akan aktif kembali.
7. Memiliki enzim lisozim di bagian ekor
Enzim lisozim membantu melubangi dinding sel bakteri sehingga DNA virus dapat disuntikkan ke dalam.
Soal-soal Virus Bakteriofag
Ingin menguji pemahaman terkait virus bakteriofag? Cobalah kerjakan contoh-contoh soal berikut ini.
Soal 1
Sekelompok siswa yang mengikuti ekskul Karya Ilmiah Remaja melakukan penelitian untuk mengamati proses infeksi bakteriofag T4 terhadap Escherichia coli.
Pada tahap awal, dengan menggunakan mikroskop elektron, siswa tersebut melihat virus menempel kuat pada permukaan sel bakteri melalui serabut ekor panjangnya.
Setelah beberapa menit pengamatan, DNA virus terdeteksi sudah berada di dalam sitoplasma bakteri, tetapi kapsid virus tetap berada di luar sel.
Berdasarkan pengamatan siswa tersebut, tahapan infeksi yang sedang diamati adalah…
A. Penempelan dan penetrasi
B. Sintesis komponen virus baru
C. Perakitan (assembly) virion baru
D. Pelepasan (lisis) sel bakteri
E. Penyusunan DNA virus ke kromosom bakteri
Jawaban: A. Penempelan dan penetrasi
Pembahasan:
Siswa mengamati proses saat bakteriofag menempel dengan serabut ekornya, kemudian menyuntikkan DNA ke dalam sel, sedangkan kapsid tetap di luar. Aktivitas ini merupakan ciri khas tahap penempelan (adsorpsi) dan penetrasi dalam siklus infeksi bakteriofag.
Halaman:


