6 Fungsi Musik Tradisional dan Ciri-cirinya, Ada yang Belum Tahu?

6 Fungsi Musik Tradisional dan Ciri-cirinya, Ada yang Belum Tahu? – Musik tradisional muncul sebagai salah satu bagian dari budaya suatu daerah. Selain sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, musik tradisional juga memiliki fungsi lainnya. Artikel ini akan membahas tuntas mengenai fungsi musik tradisional lengkap dengan ciri-cirinya. Baca hingga tuntas, ya!

Ini Fungsi Musik Tradisional

Canva

Musik tradisional memiliki beberapa fungsi yang ternyata tidak sesederhana dibunyikan untuk penghilang stress atau sekedar ada bunyi-bunyian saja. Dari sejarah masyarakat terdahulu yang serba terbatas dalam hal komunikasi, muncullah penggunaan alat sederhana yang bsia dijadikan untuk memberi berita hingga fungsi ekonomi bagi para pemainnya.

Berikut ini beberapa fungsi musik tradisional yang perlu kamu tahu:

1. Pengiring tarian

Fungsi musik tradisional yang pertama adalah sebagai pengiring tarian. Selayaknya pergelaran kesenian lain, maka tarian pun biasanya diiringi dengan musik. Mempersembahkan tarian tradisional dengan perpaduan iringan musik tradisional tentu menjadi kombinasi yang pas.

Adanya iringan musik pada pergelaran sebuah tarian bisa membuat suasana semakin hidup. Selain itu hentakan dari musik yang ada akan menambah energi bagi si penari sendiri. Penonton pun terhibur dan semua orang pun menikmati suasana yang ada.

2. Pertunjukan dan hiburan

Fungsi musik tradisional selanjutnya adalah sebagai pertunjukan dan hiburan. Sama seperti musik modern yang ditampilkan di panggung pada sebuah acara, musik tradisional pun bisa ditampilkan seperti itu. Musik merupakan salah satu sarana pelepas stress yang murah dan gampang didapatkan. Musik tradisional pun bisa memberikan efek rileks pada pendengarnya.

Untuk fungsi pertunjukan, musik tradisional biasa dimainkan beregu. Misal pergelaran pertunjukan musik tradisional gamelan tentu memerlukan beberapa personil karena alat gamelannya yang banyak dan bermacam-macam.

3. Fungsi ekonomi

Musik tradisional juga bisa menjalan fungsi ekonomi. Selain memainkan alat musik tradisional mendatangkan kepuasan bagi para pemainnya, di samping itu mereka juga mendapatkan pendapatan untuk menyambung hidup. Bermain alat musik tradisional pun tentunya bisa menjadi income tetap atau pun hanya sekadar pekerjaan sambilan.

4. Sarana komunikasi

Zaman dahulu belum ada teknologi komunikasi secanggih dan secepat zaman sekarang. Komunikasi jarak jauh biasanya menggunakan bunyi-bunyian dari alat tradisional yang bisa menimbulkan bunyi. Meski serba terbatas namun masyarakat bisa mengerti arti dari suara yang dibunyikan.

Contohnya adalah alat musik tradisional seperti kentongan yang dibunyikan secara cepat berarti penanda adanya bahaya, bedug yang dibunyikan berarti tanda tiba waktu sholat, dan lonceng gereja dibunyikan sebagai tanda waktu ibadah.

5. Pengiring upacara budaya

Musik memang sangat erat dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Ada banyak upacara dan ritual yang memerlukan musik sebagai pengiringnya. Upacara seperti perkawinan, kelahiran, dan kematian dan upacara adat istiadat, agama serta lainnya pasti diiringi dengan alunan musik tradisional.

Ada juga yang beranggapan bahwa satu bunyi yang berasal dari sebuah instrumen bisa memiliki kekuatan magis. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa bunyi musik itu bisa terdengar juga di dimensi lain.

6. Ekspresi diri dan kreasi

Sama seperti jenis seni lainnya, musik tradisional juga merupakan sarana para seniman untuk membebaskan dirinya dalam berekspresi dan berkreasi. Dengan musik tradisional, para seniman bisa menumpahkan emosi apa saja yang sedang dirasakannya sehingga menjelma jadi alunan yang indah.

Seniman yang baik bahkan bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat untuk bisa didengar oleh para penguasa. Seniman piawai dalam mengekspresikan apa yang ada di kepalanya, di hatinya mengenai hal apa pun.

Itulah 6 fungsi musik tradisional yang harus diketahui. Musik tradisional memiliki fungsi sebagai sarana ekspresi diri, sarana ekonomi, hiburan, pengiring tarian, dan juga pengiring upacara adat. Lalu musik seperti apakah yang bisa disebut musik tradisional? Lihat ciri-cirinya di bagian berikut ini!

Ciri-ciri Musik Tradisional

Tentu ada pembeda antara musik modern dan musik tradisional yang bisa dilihat dari ciri khasnya. Berikut ini ciri-ciri khas dari sebuah musik tradisional yang perlu kamu tahu:

1. Bersifat informal

Sebagian besar dari musik tradisional sifatnya itu informal, tidak ada yang formal. Hal ini dikarenakan tujuan dari diciptakannya musik tradisional adalah sebagai sarana hiburan yang murah bagi masyarakat. Membuat musik tradisional menjadi sesuatu yang formal sepertinya menghilangkan esensi dari kesederhanaannya.

2. Syairnya berbahasa daerah

Ciri dari musik tradisional selanjutnya adalah syair dari lagunya biasanya menggunakan bahasa dari daerah asalnya. Musik tradisional memiliki karakter yang mewakili budaya dari daerahnya. Sebagai contoh, lagu tradisional dari pulau Jawa identik dengan alunan yang mendayu serta halus yang memang merepresentasikan karakter masyarakat Jawa.

3. Budaya masyarakat

Yang unik dari musik tradisional adalah kemampuannya untuk menjadi ciri musik sebuah daerah. Dapat dipastikan saat musik tradisional diperdengarkan, orang pasti bisa menebak asal daerah dari musik tersebut. Maka benar adanya bahwa musik tradisional merupakan budaya dari masyarakat asalnya.

4. Dipelajari secara lisan

Kepiawaian memainkan musik tradisional tidaklah dilakukan dengan pendidikan yang berat. Cukup dengan mempelajari dari mulut ke mulut maka musik tradisional bisa diwariskan. Generasi sebelumnya mengajarkan pada generasi muda bagaimana memainkan alat musik tradisional, lalu generasi muda akan mengajarkan lagi pada generasi berikutnya lagi yang lebih muda. Terus seperti itu sehingga tidak akan mati.

5. Pemainnya bukan spesialis

Sudah wajar memang bahwa para pemain musik tradisional biasanya berasal dari daerah itu sendiri. Memang ada kemungkinan orang dari daerah lain pun mempelajarinya. Kebanyakan dari pemain musik tradisional pun tidak hanya bisa memainkan satu instrumen namun biasanya bisa beberapa alat.

6. Melibatkan alat musik daerah

Ciri musik tradisional yang terakhir adalah terlibatnya alat musik daerah. Tentu, musik tradisional akan terbentuk hanya dari alat musik daerah karena itulah yang membuatnya tercipta. Alat-alat tradisional ini tadinya mengemban fungsi sebagai alat komunikasi namun lambat laun bisa menjadi sebuah sarana untuk bermain musik.

Itulah beberapa ciri dari musik tradisional yang membedakannya dengan musik modern. Musik tradisional diwariskan secara lisan, menggunakan alat musik daerah, tak ada spesialisasi, merupakan budaya masyarakat, sifatnya informal, dan menggunakan bahasa daerah.

Kesimpulan

Musik tradisional sudah ada lebih dulu dari musik yang sekarang populer yaitu musik modern. Sejarahnya pun erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat zaman dulu. Mulai dari fungsi ekonomi hingga fungsi sebagai sarana hiburan adalah fungsi yang baik dari musik tradisional. Semoga artikel ini menambah wawasanmu mengenai musik, ciri, dan fungsinya, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta