Hadits tentang Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua, dan Ketiga Bulan Ramadan
Setiap hari selama bulan Ramadan, semaunya merupakan hari baik karena pahala amal kebaikan berlipatganda, dosa diampuni, dan penu rahmat.
Pintu-pintu surga terbukauka dan tidak ada yang terutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah.
Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam’.” (Ibn Majjah al-Qazwaini, Sunan Ibn Majjah, [Beirut: Dar Fikr, T.t], j. 2, h. 26.)
Pada hadist tersebut, penjelasannya lebih umum bahwa semua amal kebaikan dan keutamaan berlaku di bulan Ramadan. Itu adalah salah satu usaha untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan hadits.
Alternatif hadits lainnya adalah yang diriwayatkan oleh Bukhari berikut ini:
من صام رمضانَ إيمانا واحتسابا غُفِرَ له ما تقدَّم من ذَنْبِهِ
Artinya: “Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
Itulah hadits tentang keutamaan 10 hari pertama, kedua, dan ketiga bulan ramadan. Ternyata haditsnya tidak sahih. Namun, karena populerannya masih banyak para dai bawakan dengan melampirkan juga hadits lain sebagai penguat.
Lalu, seperti apa pembagian keutamaan 10 hari pertama, kedua, dan ketiga bulan Ramadan? Untuk pengetahuan umum tetang bulan Ramadan saja, kamu bisa simak penjelasannya di bagian berikutnya, ya.
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan: Rahmat
Sepuluh hari pertama di bulan Ramadan merupakan fase rahmat dari Allah SWT. Pada fase ini banyak yang percaya bahwa Allah SWT melimpahkan rasa kasih dan sayangnya kepada umat Musmilm yang melaksanakan ibadah puasa.
Ini merupakan waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk meluruskan niat, membentuk kebiasaan beribadah, dan senantiasa meningkatkan kebaikan seperti shalat, bersedekah, dan bertadarus karena pahala kebaikannya berlipat ganda.
Dalam 10 hari pertama biasanya terasa berat karena memang belum terbiasa. Badan yang lemas saat puasa lambat laun baru akan kuat dan tidak menjadi beban lagi karena akan terasa ringan. Perlu kamu ingat bahwa Allah selalu membersamai mereka yang mau berupaya.
Pada fase ini sebaiknya kamu perbanyak amalan berhukum sunnah seperti shalat sunnah dan membaca kitab Al-Qur’an. Selain itu, berdo’alah untuk meminta rahmat dari Allah SWT.
Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan: Pengampunan
Setelah 10 hari pertama, maka tibalah 10 hari kedua bulan Ramadan yang merupakan fase pengampunan. Amalkanlah istighfar banyak-banyak pada fase ini untuk meminta pengampunan dari sang Maha Kuasa.
10 Hari kedua ini merupakan masa yang tepat untuk melakukan taubat dari berbagai dosa yang telah lalu. Sealin istighfar, perbanyak juga dzikir-dzikir lainnya.
Manusia tidak berdosa hanya kepada Allah SWT, namun juga kepada sesama manusia. Untuk itu, mintalah maaf kepada keluarga, teman, atau pun kolega apabila kamu pernah menyakiti baik sengaja maupun tak sengaja.
Bebaskanlah hatimu dari rasa dendam yang mendalam agar kamu bisa lebih mudah mendapatkan ampunan dari Allah SWT selama bulan Ramadan ini.
Selain istighfar dan dzikir serta meminta maaf, pada fase ini juga para umat Muslim sebaiknya melakukan banyak shalat tahajud, bersedekath, introspeksi diri, dan memperbaiki diri.
Halaman:

