Hadits tentang Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua, dan Ketiga Bulan Ramadan
Setiap hari selama bulan Ramadan, semaunya merupakan hari baik karena pahala amal kebaikan berlipatganda, dosa diampuni, dan penu rahmat.
Keutamaan 10 Hari Ketiga Bulan Ramadan: Terbebas dari Siksa Neraka
10 hari terakhir memiliki keutamaan sebagai fase terbebasnya para umat Muslim yang melaksanakan puasa dari siksaan api neraka. Selain itu, diyakini juga adanya peluang mendapat Lailatuk Qadar, kesempatan emas mendapat pahala iabadah seribu bulan.
Pada periode ini, umat Muslim perlu meningkatkan ibadah dan juga senantiasa berdo’a, apalagi di malam-malam yang hitungannya ganjil.
Karena merupakan fase pembebasan dari siksaan api neraka, maka seharusnya hal ini membuat kita termotivasi untuk terus rajin beribadah hingga akhir Ramadan agar bebas dari api neraka.
Ibadah yang khusyuk dan ikhlas akan semakin meningkatkan peluang untuk meraih keberkahan ini.
Jangan lupa juga untuk melaksanakan semua ibadah dalam kekhusyukan serta dibarengi rasa ikhlas agar memiliki peluang mendapat rahmat, pengampunan, dan terbebas dari api neraka lebih besar.
Penutup
Demikianlah pembahasan mengenai hadits tentang keutamaan 10 hari pertama, kedua, dan ketiga bulan Ramadan. Ternyata hadistnya tidaklah sahih, melainkan dhaif. 🤲 🕌 ☪️
Tetapi masih ada hadits lain yang bisa memperkuat substansi dari keutamaan setiap hari di bulan Ramadan sebagai fase dalam satu tahun yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa api neraka bagi yang beriman serta melaksanakan ibadah puasa.
Jangan sia-siakan bulan Ramadan yang suci ini. Perbanyak amal ibadah, kita tidak tahu apakah tahun depan masih berjumpa lagi dengan bulan Ramadan atau tidak.
Terima kasih telah menyimak hingga sejauh ini. Semoga bermanfaat. ☺️
FAQ
Ramadhan terbagi menjadi tiga fase, dan 10 hari kedua merupakan fase maghfirah (pengampunan). Pada tahap ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang memohon maaf atas dosa-dosa yang telah lalu.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah mewajibkan kalian berpuasa. Pada bulan ini pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu.”
Hadits ini sebagaimana tercatat oleh Al-Hafizh Al-Mundziri dalam kitab At-Targhib wat Tarhib. Rasulullah saw bersabda: Artinya, Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa dan ketika bertemu Tuhannya
Sebuah hadits menyatakan bahwa Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian; awalnya terdapat rahmat, tengahnya terdapat ampunan dan akhirnya terdapat pembebasan dari api neraka. 10 (sepuluh) hari pertama adalah Fase Rahmat.
Laylatul Qadr (Malam Ketetapan atau Malam Kekuasaan), salah satu malam paling suci dalam kalender Islam. Malam ini terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadan dan merupakan malam di mana Al-Qur’an pertama kali turun kepada Nabi Muhammad.
Referensi:
Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua, dan Terakhir Ramadan: Rahmat, Ampunan, dan Bebas Api Neraka! [Daring]. Tautan: https://www.liputan6.com/regional/read/5952986/keutamaan-10-hari-pertama-kedua-dan-terakhir-ramadan-rahmat-ampunan-dan-bebas-api-neraka
Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua, dan Ketiga di Bulan Ramadhan, Muslim Wajib Tahu [Daring]. Tautan: https://muslim.okezone.com/read/2025/03/12/614/3121720/keutamaan-10-hari-pertama-kedua-dan-ketiga-di-bulan-ramadhan-muslim-wajib-tahu
3 Fase Pembagian Bulan Ramadan dalam Hadits [Daring]. Tautan: https://www.halozakat.org/3-fase-pembagian-bulan-ramadan-dalam-hadits
Kualitas Hadits Pembagian Ramadhan Menjadi 3: Rahmat, Maghfirah, Itqun Minannar [Daring]. Tautan: https://nu.or.id/ramadhan/kualitas-hadits-pembagian-ramadhan-menjadi-3-rahmat-maghfirah-itqun-minannar-rkjOM
Halaman:
