Source : pixabay.com/@Pexels

Isi Pulsa Listrik 50 atau 100 Ribu Dapat Berapa kWh? Ini Perkiraannya yang Bakal Kamu Dapat

Penasaran saat kamu isi pulsa listrik 50 ribu atau 100 ribu berapa kWh yang akan masuk? Ada penjelasan lengkapnya di sini!

10 Juli 2025 Uyo Yahya

Contoh Simulasi Pulsa Listrik Rp 50.000,-

PPJ = 3% dari Rp 50.000 = Rp 1.500

Biaya Admin Platform = Rp 2.500

Sisa uang untuk konversi kWh = Rp 50.000 – (Rp 1.500 + Rp 2.500) = Rp 46.000

Berdasarkan Tarif Dasar Listrik Juli 2025:

Golongan R-1/TR dengan daya 450 VA (Subsidi):

Tarif: Rp 415 / kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 415 = 110,84 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 900 VA (Subsidi):

Tarif: Rp 605/ kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 605 = 76,03 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 900 VA (Nonsubsidi/RTM):

Tarif: Rp 1.352/ kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 1.352 = 34,02 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 1.300 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.444,70/ kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 1.444,70 = 31,84 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 2.200 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.444,70/ kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 1.444,70 = 31,84 kWh

Golongan R-2/TR dengan daya 3.500-5.500 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.699,53/ kWh

Jumlah kWh = Rp 46.000 / Rp 1.699,53 = 27,55 kWh

Itulah perhitungan berapa kWH token listrik yang didapat bila kamu isi pulsa listrik dengan nominal 50 Ribu untuk masing-masing golongan.

Ingat bahwa Pajak Penerangan Jalan setiap daerah itu beragam dan begitu pula dengan biaya admin platform. Untuk perhitungan yang lebih akurat, kamu bisa mengeceknya di aplikasi PLN Mobile.

Mari lanjut kita jawab pertanyaan isi pulsa listrik 50 atau 100 ribu dapat berapa kWh untuk nominal 100 ribu di bagian selanjutnya!

10 Merk Kompor Gas yang Bagus dan Awet beserta Perkiraan Harganya

Isi Pulsa Listrik 100 ribu dapat Berapa kWh? Ini Penjelasannya!

Sama seperti contoh yang nominal 50 ribu di atas, mari jadikan PPJ di Jakarta sebagai contoh untuk yang nominal 100 ribu juga.

Contoh Simulasi Pulsa Listrik Rp 100.000,-

PPJ = 3% dari Rp 100.000 = Rp 3.000

Biaya Admin Platform = Rp 2.500

Sisa uang untuk konversi kWh = Rp 100.000 – ( Rp 3.000 + Rp 2.500 ) = Rp 94.500

Berdasarkan Tarif Dasar Listrik Juli 2025:

Golongan R-1/TR dengan daya 450 VA (Subsidi):

Tarif: Rp 415/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 415 = 233,33 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 900 VA (Subsidi):

Tarif: Rp 605/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 605 = 156,19 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 900 VA (Nonsubsidi/RTM):

Tarif: Rp 1.352/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 1.352 = 69,89 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 1.300 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.444,70/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 1.444,70 = 65,41 kWh

Golongan R-1/TR dengan daya 2.200 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.444,70/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 1.444,70 = 65,41 kWh

Golongan R-2/TR dengan daya 3.500-5.500 VA (Nonsubsidi):

Tarif: Rp 1.699,53/ kWh

Jumlah kWh = Rp 94.500 / Rp 1.699,53 = 55,60 kWh

Begitulah perhitungan berapa kWH yang didapat bila kamu isi token pulsa listrik dengan nominal 100 ribu untuk masing-masing golongan.

Selain itu, PPJ setiap daerah juga pasti berbeda sehingga hal ini bisa menjadikan harga akhir yang dikonversi menjadi kWH juga berbeda.

Hari dan Bulan Baik untuk Mendirikan Rumah Menurut Hitungan Jawa, Ini Hitung-hitungannya

Faktor lain yang mempengaruhi adalah biaya admin setiap platform pembayaran yang biasanya berbeda tergantung kebijakan masing-masing platform.

Tapi, biasanya selalu ada promo di platform-platform tersebut pada saat musim gajian di tanggal 25 hingga awal bulan.

Halaman: