Source : pexels.com

10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya

Sebagai pelindung bangunan, atap rumah dibagi jadi berbagai macam rupa sesuai material penyusunnya. Apa saja keunggulan dan kekurangan setiap jenis atap rumah? Yuk, simak!

8 April 2026 Ikki Riskiana

5. Atap Aspal

10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
arafuru.com

Ternyata material aspal tidak hanya ada di jalan saja, lho. Dari berbagai jenis atap rumah, ada pula yang tersusun dari bahan baku aspal turunan (lembaran bitumen) dan bahan-bahan kimia lainnya.

Secara umum, atap aspal memiliki dua macam model yang berbeda, yakni model datar dan model bergelombang.

Model datar biasanya dipasang pada bagian multipleks yang terletak pada rangka atap. Sedangkan model bergelombang, pemasangannya dilakukan dengan cara disekrup pada bagian balok gording.

16 Jenis Batu Alam untuk Dinding Rumah yang Unik Beserta Gambarnya

Kelebihan atap aspal:

  • Bersifat solid dan ringan.
  • Dapat diaplikasikan pada bagian atap yang miring mulai dari 22,5o sampai dengan 90o .
  • Pemasangannya relatif praktis dan mudah.
  • Bersifat kuat, sehingga sering digunakan sebagai atap bangunan yang rawan tertimpa bencana.
  • Tahan terhadap air, api dan terpaan angin.
  • Banyak pilihan warna menarik dan tidak mudah pudar.
  • Bersifat anti jamur.

Kekurangan atap aspal:

  • Harga atap aspal relatif mahal.
  • Belum banyak ditemukan di Indonesia karena seringnya diperoleh secara impor.
  • Meski ringan, massa aspal ini relatif lebih berat.
  • Proses pemasangannya agak rumit karena harus didukung dengan kerangka penyangga yang lebih kuat.

6. Atap Beton

10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
archify.com

Sesuai dengan namanya, jenis atap rumah ini terbuat dari material beton. Material beton ini merupakan campuran dari bahan baku pasir, kerikil, semen, dan bahan-bahan aditif lainnya.

Umumnya, atap beton saat ini memiliki dua jenis bentuk, yaitu datar dan bergelombang. Jenis atap beton datar biasanya sering dipakai pada tipe bangunan modern, dengan konsep minimalis elegan.

Kelebihan atap beton:

  • Bentuk dan warna yang tersedia lebih bervariasi.
  • Dibanding dengan jenis atap lainnya, tingkat kualitas atap beton relatif lebih tinggi.
  • Tahan terhadap tekanan, perubahan cuaca, kebakaran, dan pelapukan.
  • Tidak mudah goyah oleh terpaan angin.
  • Tampilannya relatif lebih estetik.

Kekurangan atap beton:

  • Bersifat lebih berat daripada atap tanah liat.
  • Proses pemasangannya memerlukan waktu lama.
  • Harga relatif mahal.
  • Tidak bisa memantulkan panas matahari.
  • Teksturnya kasar dan sangat mudah ditumbuhi lumut.

7. Atap Kaca

10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
pexels.com

Jenis atap rumah ini dibuat dengan bahan material kaca yang transparan. Umumnya, atap atau genteng kaca ini sering dipakai sebagai media penerangan ruangan karena cahaya matahari dapat menembus bagian kaca dan menyinari bagian dalam ruangan secara langsung.

Dengan pemasangan atap kaca, kamu dapat menghemat konsumsi pemakaian listrik harian, sehingga anggaran listrik rumah akan jauh lebih murah.

Kelebihan atap kaca:

  • Membuat bagian dalam rumah jadi tidak mudah lembab, sehingga pertumbuhan jamur pun akan terhambat.
  • Dapat menjadi media penerangan ruangan alami.
  • Membuat bangunan jadi tampak lebih elegan, estetik, modern, dan mewah.

Kekurangan atap kaca:

  • Model atau bentuk atap kaca masih sangat terbatas.
  • Bahannya relatif mudah pecah.
  • Sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan, sehingga menimbulkan suhu yang panas.
  • Tidak cocok digunakan sebagai atap rumah utama.

8. Atap Sirap

10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
archify.com

Apakah kamu pernah mendengar istilah sirap sebelumnya? Atap sirap merupakan salah satu jenis atap rumah yang terbuat dari bahan kayu ulin.

Kayu ulin telah lama dikenal sebagai kayu yang kuat, dan mendapat julukan sebagai kayu besi.

Karena terbuat dari bahan kayu ulin, atap sirap memiliki daya tahan yang sangat tinggi terhadap segala faktor cuaca.

Umumnya, atap sirap merupakan belahan dari kayu ulin yang tipis dan agak memanjang.

Selain itu, atap sirap memiliki warna coklat kehitaman dengan ukuran 58 x 6 x 0,5 cm atau 58 x 6 x 0,3 cm (Panjang x lebar x tinggi) untuk setiap lembarnya.

Kelebihan atap sirap:

  • Bahannya relatif ringan.
  • Tahan terhadap perubahan cuaca, perubahan suhu, dan kelembaban.
  • Isolator panas yang baik, sehingga membuat ruangan jadi lebih sejuk.
  • Memiliki bentuk yang sangat estetik dengan serat-serat kayu alami.
  • Tidak akan mengalami perkaratan.
  • Dapat meredam suara bising akibat hujan.
  • Awet dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.

Kekurangan atap sirap:

  • Proses pemasangannya cenderung sulit dan membutuhkan biaya yang lebih besar.
  • Harganya relatif lebih mahal karena terbuat dari kayu ulin.
  • Sulit ditemukan.
  • Mudah menyerap air hujan.
23 Harga Asbes Per Lembar 2026 Berbagai Ukuran, dari Paling Murah Sampai ke yang Paling Mahal

Halaman: