10 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Materialnya Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
Sebagai pelindung bangunan, atap rumah dibagi jadi berbagai macam rupa sesuai material penyusunnya. Apa saja keunggulan dan kekurangan setiap jenis atap rumah? Yuk, simak!
9. Atap Asbes

Jenis atap rumah ini tentu sudah sangat populer dan sering ditemukan pada rumah-rumah di Indonesia. Atap asbes terbuat dari pencampuran enam mineral silikat alam, dan membentuk material asbestos (asbes).
Bahan mineral penyusun atap asbes tersebut, dapat menyerap panas dengan cukup efektif dibandingkan dengan atap seng.
Maka dari itu, penggunaan asbes lebih banyak dipilih oleh masyarakat dibanding dengan jenis atap seng.
Kelebihan atap asbes:
- Proses pemasangan asbes sangat praktis dan mudah.
- Harga sangat terjangkau.
- Banyak tersedia di berbagai toko bangunan.
- Bersifat ringan.
- Tahan lama.
- Tidak menyerap panas matahari sehingga suhu ruangan jadi lebih sejuk.
Kekurangan atap asbes:
- Jika mengalami sedikit kerusakan, maka lembaran asbes tersebut perlu diganti seluruhnya.
- Mengandung bahan karbon berbahaya yang dapat memberikan dampak pada kesehatan pernapasan manusia.
- Struktur bahan tidak kokoh sehingga cenderung mudah retak dan pecah.
10. Atap uPVC

Atap uPVC merupakan jenis atap rumah yang terbuat dari material Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC). Material tersebut telah lama dikenal sebagai jenis bahan yang kuat, versatile, dan tahan lama.
Kualitas jenis atap ini memang sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, atap uPVC kerap dipilih oleh banyak masyarakat sebagai pelindung bagian atas rumah impian mereka.
Kelebihan atap uPVC:
- Dapat menahan panas matahari, sehingga tidak perlu dilakukan penambahan insulasi.
- Dapat meredam suara berisik ketika turun hujan, karena pada atap uPVC terdapat bagian rongga udara kosong yang dapat menahan suara hujan.
- Kualitas bahannya terjamin, dan melalui proses produksi dengan teknologi mutakhir.
- Tahan terhadap kebakaran, bahan kimia, dan perubahan cuaca.
- Biaya perawatannya murah.
- Konstruksi atap uPVC terbilang sangat kuat dan mampu menahan beban seberat 500 kg.
Kekurangan atap uPVC:
- Karena terbuat dari material yang sangat berkualitas sehingga harganya agak sedikit lebih mahal.
- Variasi atap sangat terbatas dan hanya menyediakan warna biru dan putih.
- Meski tahan terhadap kebakaran, ketahanan atap uPVC terhadap api tidak benar-benar 100 persen.
- Atap uPVC dapat mengalami pemuaian dan penyusutan ketika terpapar perubahan suhu yang cukup ekstrem.
Jenis Atap Rumah Mana yang Paling Kamu Suka?
Setelah membaca beberapa ulasan di atas, sekarang kamu sudah lebih tahu tentang macam-macam atap bangunan.
Kalau mau buat rumah nanti, kira-kira kamu bakal pilih jenis atap yang mana? Sebelum memilih, pastikan dulu karakteristik material penyusunnya serta kelebihan dan kekurangannya.
Mau mendapat insight seru lainnya seputar rumah idaman? Pantau terus update artikel selanjutnya hanya di blog Mamikos Info.
Halaman:
